BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 40, Sherlyna dan Ayah Rezardian.


__ADS_3

"Ayah baik baik aja."


Rezardian tersenyum melihat putrinya yang tengah menatapnya khawatir, padahal keadaan putrinya itu sendiri terlihat tidak baik baik saja. Terlihat jelas dari wajahnya yang pucat, bahkan bibirnya yang biasanya berwarna merah itu pun dibiarkan berwarna pucat begitu saja tanpa polesan lipstick.


"Ayah baik baik aja, dan kayaknya kamu yang nggak baik baik aja." ucap Rezardian.


"Sherlyna baik baik aja Yah." ucap Sherlyna menggenggam erat tangan Rezardian yang terbebas dari infus.


"Ayah ini Ayah kamu Sherlyna dan ayah tau kalau sekarang kamu lagi nggak baik baik aja." ucap Rezardian.


Sherlyna menghela nafas panjang lalu menggelengkan kepalanya pelan. "Sherlyna baik baik aja."


"Semua baik baik aja kan?" tanya Rezardian mengalah dan memilih bertanya yang lain.


"Baik Yah." ucap Sherlyna seraya tersenyum.


"Kamu kurusan ya sekarang." Ucap Rezardian memperhatikan Sherlyna.


"Cuma turun dua ons Yah, emang keliatan banget ya." ucap Sherlyna cemberut.


"Maafin Ayah udah buat kamu kayak gini." ucap Rezardian merasa bersalah.


"Seharusnya Sherlyna yang minta maaf karena akhir akhir ini jarang merhatiin Ayah." ucap Sherlyna benar benar merasa bersalah karena masalah yang dia miliki akhir akhir ini, ia jadi melupakan Ayahnya.


"Kamu kan udah punya keluarga sendiri, jadi wajar kalau sekarang perhatian kamu tertuju sama suami kamu." ucap Rezardian tersenyum dan mengusap punggung tangan Sherlyna yang menggenggam tangannya.


"Maaf..."


"Udah jangan minta maaf terus, ini bukan lebaran."


"Yaudah kalau gitu Ayah istirahat aja." ucap Sherlyna.


"Sherlyna, Ayah mau cerita banyak sama kamu boleh?" tanya Rezardian saat Sherlyna baru saja akan meninggalkan ruangannya. Rezardian pikir sudah saatnya Sherlyna mengetahui semuanya.


Sherlyna kembali duduk di tempat semula. "Cerita aja Yah..."


"Sebelumnya Ayah mau minta maaf--


"Kan Ayah tadi yang bilang jangan minta maaf terus."

__ADS_1


"Oke... Sebenarnya banyak yang kamu belum tau kejadian akhir akhir ini dan hari ini Ayah mau jelasin ke kamu semuanya. Ayah tau  kamu bakalan benci sama Ayah nantinya, tapi kamu harus tau segalanya." ucap Rezardian lalu mengambil nafas panjang.


"Sherlyna nggak akan benci Ayah." ucap Sherlyna menggenggam tangan Rezardian. mana mungkin Sherlyna bisa membenci Ayahnya sendiri kan ?


"Sebenarnya Ayah ini bukanlah seorang Ayah yang baik atau pun seorang suami yang baik." ucap Rezardian.


Sherlyna hanya menatap Ayahnya tanpa mengatakan apapun, karena dia ingin mendengarkan penjelasan Ayahnya.


"Dulu sebelum menikah dengan Marinka, Ayah lebih dulu nikah sama Elly--


"Tante Elly?" tanya Sherlyna sedikit terkejut. dia pikir ucapan tante Elly tadi hanya omong kosong belaka, nyatanya itu benar.


Rezardian mengangguk. "Ya, lima tahun pernikahan kami baik baik saja dan sudah mempunyai dua anak, Beni dan kamu... Tapi--


"Kalau Ayah berat buat cerita sama Sherlin sebaiknya jangan Yah." ucap Sherlyna saat melihat Ayahnya berkali kali menghela nafas panjang.


"Nggak kamu harus tau semuanya."


"Elly adalah wanita baik, dia mencintai Ayah sepenuhnya, tapi Ayah malah membagi cinta Ayah dengan Marinka... Marinka itu cinta pertama Ayah dan kami di pertemukan lagi setelah puluhan tahun nggak ketemu...


Diam diam Ayah menjalin hubungan dengan Marinka hingga akhirnya kami punya Ferry, Elly tau dan meminta Ayah untuk memilih antara Elly atau Marinka...


Dan Ayah memilih Marinka, meninggalkan Elly dan Beni."


"Ayah membawa kamu hidup dengan Marinka dan Ferry... Awalnya memang semya baik baik aja, tapi mungkin Ayah memang pantas mendapatkan karma itu... Marinka ternyata diam diam juga menjalin hubungan dengan Sammy dan menghasilkan Ramma...


Dan kini Marinka pun membawa Ramma untuk hidup bersama Sammy." jelas Rezardian, tanpa sadar air matanya mengalir deras dari kedua bola matanya.


"Jadi sekarang Ramma nggak sama kita lagi? Dan Beni itu adalah kakak Sherlyna? Tante Elly adalah Ibu kandung Sherlyna?" tanya Sherlyna beruntun.


"Iya." balas Rezardian.


"Beni udah tau semua?" tanya Sherlyna penasaran.


"Dia udah tau dari beberapa tahun yang lalu." balas Rezardian.


"Kenapa Beni jahat nggak ngasih tau Sherlyna? Padahal dia tau kalau Sherlyna itu pengen banget punya seorang kakak?" tanya Sherlyna kesal.


"Karena Ayah sengaja pengen kamu jangan tau dulu. Jangan salahin Beni, karena semua ini salah Ayah." ucap Rezardian.

__ADS_1


"Ayah balikan sama Tante Elly?" tanya Sherlyna, entah kenapa dia tidak suka akan kenyataan itu.


"Mulai sekarang kamu bisa panggil dia Mama." ucap Rezardian.


Sherlyna hanya menanggapinya dengan seulas senyum. Rasanya entah kenapa Sherlyna tidak rela saat tau jika Marinka bukan Ibu kandungnya.


"Di mana Michael?" tanya Rezardian mengalihkan topik


"Di luar Yah." balas Sherlyna pelan.


"Kenapa nggak di suruh masuk?" tanya Rezardian.


"Ayah baru aja sadar, jadi dokter nggak ngizinin banyak orang masuk ruang rawat Ayah." balas Sherlyna.


"Ayah nggak apa-apa, Ayah udah sehat." ucap Rezardian dengan senyuman lebarnya.


Sherlyna tertawa garing. "Yah, Sherlyna juga mau cerita sama Ayah."


"Cerita aja sayang." ucap Rezardian.


"Tapi Ayah jangan marah ya sama Sherlyna." ucap Sherlyna.


"Bagaimana Ayah bisa marah sama putri Ayah, bahkan kamu masih di sini setelah tau semua tentang Ayah?" tanya Rezardian.


Sherlyna tersenyum dan mulai menceritakan masalahnya dengan Michael dan Mario. Dan semua yang terjadi padanya selama ini juga dengan keberadaan baby Devandra.


"Jadi Ayah sudah jadi kakek dong Ya?" tanya Rezardian setelah Sherlyna selesai menjelaskan semuanya.


Sherlyna mengangguk. "Ayah nggak marah kan?"


"Kamu kayak gini itu karena Ayah." ucap Rezardian, nggak ada bedanya juga kan Sherlyna dan Rezardian.


"Udah sekarang jangan nangis lagi, yang lalu biarlah berlalu... Kita jalanin aja yang ada sekarang ini, semoga kita bisa menjadi yang lebih baik dari sebelumnya." lanjut Rezardian.


Sherlyna pun memeluk Ayahnya, "Makasih Ayah."


"Udah jadi Ibu, jangan kayak anak kecil gini."


Sherlyna melepaskan pelukannya dan menatap Ayahnya dengan cemberut.

__ADS_1


"Ayah..." Serunya sebal, dia hanya memeluk Ayahnya dan ayahnya mengatakan dia seperti anak kecil.


"hahaaa...." membuat Rezardian tertawa lepas.


__ADS_2