BAD : Michael Dan Sherlyna

BAD : Michael Dan Sherlyna
Part 14. Malam Pertama 2


__ADS_3

[ Michael Verrali Blackwell. ]


Gue mengernyitkan dahi, menatap Sherlyna yang memejamkan matanya rapat-rapat di bawah gue.


"Sherlyna buka mata lo." ucap gue.


Sherlyna malah menggelengkan kepalanya kekanan dan kekiri.


"Sherlyna, serius?" tanya gue lagi.


"Hmm." gumamnya pelan.


Gue pun langsung menjatuhkan diri ke samping tubuh Sherlyna. Dan Sherlyna pun membuka matanya dan menatap gue yang ada di sampingnya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Kenapa?" tanya Sherlyna


Gue tersenyum miring, "kenapa? Apanya Sherlyna?" tanya gue balik.


Sherlyna memutar bola matanya, ia terlihat kesal dengan pertayaan gue. Tapi gue bisa melihat kedua pipinya yang semakin merona merah.


"Nggak!" dengusnya.


Gue terkekeh geli melihatnya yang mengambil selimut lalu menutup dirinya dengan selimut, bahkan Sherlyna menutup wajahnya.


Gue kembali membuka selimut yang menutupi wajahnya, "ada apa?" tanya gue.


Sherlyna nggak jawab pertanyaan gue, dia malah berusaha menarik kembali selimut untuk menutupi wajahnya, tapi gue berhasil menahan nya.


"Apaan sih, Michael? Gue mau tidur."


"Tidur? Lo yakin? Kita kan belum jadi ena-ena?" tanya gue berturut turut.


Sherlyna menatap gue dengan mata mendelik, kalau di flim kartun mungkin tuh mata udah keluar dari tempatnya 😂. Sementara gue cuma bisa terkekeh melihat reaksi Sherlyna itu.


"Ena-ena aja sono sendiri, gue mau tidur." ucapnya ketus lalu Sherlyna memiringkan badannya, memunggungi gue.


"Mana ada ena-ena sendiri?"


Sherlyna nggak menggubris ucapan gue, jadi gue pun membalik badannya agar miring kearah gue.


"Apaan sih, Michael?" kesalnya.

__ADS_1


"Gue serius nih ya."


"Apa?!"


"Jangan galak-galak napa, sama suami sendiri juga."


Sherlyna kembali memutar bola matanya jengah. Tapi emang benar kan? Bukankah seharusnya seorang istri itu harus bersikap lembut sama suami?


"Oke, oke... Gue heran aja gitu, kok bisa sih?" tanya gue.


"Lo kalau nanya yang bener dikit napa, gue nggak ngerti lo bicara apa?" tanya Sherlyna balik.


Dasar lola (loding lama) gitu aja nggak ngerti!


"Ck! Itu kok lo bisa sih masih ting ting?"


"Lo pikir gue cewek apaan?"


"Bad, hampir tiap malem ada di club walau cuma minum dikit. Pacaran sama anak brandalan nggak jelas dan masih banyak lagi." ucap gue, mengingat Sherlyna masih mempunyai pacar membuat gue sedikit kesal.


"Emang salah ya kalau cewek BadGirls kayak gue ini mau ngejaga kesucian gue buat orang yang akan menjadi suami gue." Balas Sherlyna sengit.


Gue tersenyum tulus mendengar Sherlyna mengatakan itu. "Berarti buat gue dong ya?" tanya gue.


"Nggak!"


"Tapi gue nggak suka sama lo, gue nggak cinta sama lo, gue juga nggak sayang sama lo." ucap Sherlyna, dan itu cukup nyesss.


Ngena sampe hate!


"Gue janji bakalan buat lo suka sama gue, sayang sama gue dan bahkan lo juga bakalan mencintai gue." ucap gue tersenyum penuh keyakinan.


Gue menarik Sherlyna mendekat kearah gue dan langsung mencium bibirnya sebelum Sherlyna kembali berucap.


"Kita lanjutin yang tadi." ucap gue.


"Nggak mau." tolak Sherlyna, tangannya mencoba menjauhkan gue darinya.


"Tapi gue mau, lo nggak kasian apa sama dedek gue yang udah berdiri dari tadi." ucap gue dengan senyuman lebar.


Tanpa menunggu lagi, gue langsung mencium bibirnya lagi, nggak membiarkan Sherlyna untuk berbicara sepatah kata pun. Menikmati setiap inci bibirnya dan tubuhnya.

__ADS_1


"Ahh... Ahli.... Please."


[ Author ]


"Ahh...."


Suara teriakan desahan keluar dari bibir Michael dan Sherlyna saat milik Michael telah menyatu sempurna dengan milik Sherlyna.


Michael mengusap air mata yang keluar dari sudut mata Sherlyna. "Terima kasih, karena lo udah jadiin gue yang pertama." ucap Michael dengan tulus, lalu ia mengecup kedua mata Sherlyna.


Sherlyna hanya diam, ia tidak tau harus berkata seperti apa. Bahkan dia tidak mengerti dengan dirinya yang tidak menolak Michael, walau bibirnya sempat berucap tidak. Tapi bahasa tubuhnya seakan menerima semua yang Michael lakukan.


Sherlyna mencengkeram seprai di bawahnya dengan kuat-kuat saat rasa sakit itu tergantikan dengan rasa yang tidak dapat ia ucapkan dengan kata-kata.


"Michael."


Michael tersenyum melihat Sherlyna menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan desahan agar tidak keluar dari mulutnya. Michael mempercepat gerakannya, membuat Sherlyna pada akhirnya mendesah juga.


"Michael."


Sherlyna mendesahkan nama Michael saat mendapatkan pelepasan untuk pertama kali dalam hidupnya, dan itu benar benar menakjubkan bagi Sherlyna.


Michael tidak menghentikan kegiatannya, ia malah mempercepat pergerakan nya dengan tangan kanan yang meremas dada Sherlyna.


Beberapa menit kemudian, Michael dan Sherlyna sama sama mendapatkan pelepasan bersamaan.


"Michael."


"Sherlyna."


Sherlyna dan Michael pun saling menyebut nama masing-masing.


Michael menjatuhkan tubuhnya di samping Sherlyna, mengatur nafas yang memburu. Sama halnya dengan Sherlyna yang juga mengatur nafasnya. Michael menatap Sherlyna, "lo luar biasa." ucapnya.


Michael terkekeh saat melihat kedua pipi Sherlyna yang merona merah. Setelah hampir lima menit mereka terdiam, Michael kembali meremas dada Sherlyna.


"Akh Michael!"


Dan mereka pun kembali bercinta hingga beberapa kali mendapatkan pelepasan, karena Michael merasa tidak akan pernah puas jika hanya sekali saja. Apalagi sudah hampir dua bulan Michael tidak pernah lagi menyentuh wanita manapun, lebih tepatnya setelah ia bertemu dengan Sherlyna di club malam itu.


Bisa di pastikan jika besok pagi Sherlyna tidak akan bisa berjalan dengan benar karena hal ini. Ini adalah yang pertama baginya, dan ia melakukannya berkali-kali dengan Michael.

__ADS_1


"Gue berharap besok pagi masih bisa jalan." batin Sherlyna mulai memejamkan matanya.



__ADS_2