
"Michael, tunggu dong gue, kok di tinggal sih."
Michael mengabaikan Anggun yang berjalan mengikutinya. Michael sudah muak dengan Anggun yang telah menjebak dirinya, wanita ini benar benar ular yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau.
"Michael."
"Michael kamu sudah pulang nak." ucap Ibunya.
"Ada apa Ma?" tanya Michael.
"Sherlyna nggak pulang sejak semalam.... Mama telpon nggak aktif." ucap Ibunya khawatir.
"Michael, kok jahat sih." ucap Anggun yang langsung menggelayut manja di lengan Michael.
"Kalian ada masalah? Cari dan selesaikan secara baik baik atau Papa akan menikahkan Sherlyna bersama Mario." ucap Ayahnya lalu meninggalkan mereka.
"Papa!" seru Michael.
"Sebaiknya kamu cari Sherlyna, Michael, Mama takut dia kenapa napa." ucap Ibunya.
"Oke Ma, aku akan cari Sherlyna." ucap Michael.
Bugh!
Dengan sengaja Michael mendorong tubuh Anggun yang menempel kayak cicak padanya itu hingga jatuh.
"Aduh Michael, sakit tau." ucap Anggun.
Namun Michael mengabaikan itu semua dan memilih pergi untuk mencari Sherlyna.
"Sial! Semua ini karena kebodohan gue! Sherlyna pergi pasti karena udah liat video gue sama Anggun.."
"Sial! Anggun memang harus di muskahkan."
"Arrgghhhh gue nggak mau kalau sampai harus kehilangan Sherlyna."
"Gue cinta sama Sherlyna."
Sherlyna menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dia bingung mau mencari Sherlyna kemana. Andai saja malam itu dia tidak lemah, pasti semua akan baik baik saja.
"Ben tau dimana Sherlyna nggak?" tanya Michael langsung saat Beni baru saja mengkat telfonnya.
" lah tadi malam kan sama Mario? Emang belum di anterin pulang?" tanya Beni bingung.
"Belum. Yaudah kalau gitu makasih ya." ucap Michael lalu mematikan sambungan telfon.
"Sial! Kemana Mario membawa Sherlyna."
Michael pun kembali menjalankan mobilnya dan bergegas menuju apartemen yang sering Mario tempati jika tidak tinggal di rumah.
Sesampainya di apartemen itu, Michael pun memarkirkan mobilnya di sembarang tempat dan bergegas lari ke arah lift.
Michael tidak tau harus berdoa semoga Sherlyna ada sini atau tidak. Karena jika Sherlyna di sini, itu berarti Sherlyna dan Mario cuma berduaan dong. Tapi kalau Sherlyna tidak ada di sini, Michael mau cari kemana lagi?
Tidak mungkin dia tanya ke orangtua Sherlyna, karena Sherlyna pun belum tau di mana ayahnya tinggal.
"Semoga Mario belum mengganti password-nya." ucapnya sembari menekan kata sandi yang dulu Mario berikan padanya.
"Thanks good!! nggak di ganti." ucap Michael dan langsung masuk ke dalam apartemen.
__ADS_1
"Di mana ya." gumamnya saat melihat Apartemen itu sepi dan rapi.
"Apa ada di kamar?" tanya pada diri sendiri lalu berjalan kearah kamar 1. Namun kosong.
Lalu Michael pun beralih membuka kamar 2, kosong juga.
Kamar 3 adalah harapan terakhir Michael. Bertepatan dengannya yang membuka pintu kamar, terlihat Mario juga yang baru saja membuka pintu kamar mandi. Sepertinya habis mandi.
Jantungnya dag dig dug saat melihat Sherlyna yang masih tertidur di kasur. Michael tidak tau harus senang atau sedih.
"Dari mana lo? Masuk sembarangan. Kalau gue lagi ena-ena gimana?!" seru Mario kesal lalu berjalan kearah lemari dan megambil pakaian.
Michael masih diam di pintu, melihat Sherlyna dan Mario secara bergantian. Hatinya sakit membayangkan jika mereka telah melewati malam bersama, tapi bukankah Michael juga melakukan hal yang sama.
Michael menghela nafas panjang lalu berjalan kearah Sherlyna yang masih tidur. Dia tidak boleh egois. Bukankah tidak ada bedanya Sherlyna dan dirinya, sama sama berbuat hal yang tidak seharusnya.
"Sherlyna bangun." ucapnya lirih.
"Dia baru tidur dua jam yang lalu, lebih baik biarin aja dia tidur." ucap Mario yang sudah rapi dengan stelan kantornya.
"Mau kemana lo?" tanya Michael yang melihat Mario sudah rapi.
"Kantor! Bokap lo resek, padahal gue baru mau tidur." ucap Mario kesal.
"Ngapain? Ini udah jam 11?" tanya Michael.
"Mangkal... Udah ah, gue mau pergi dulu. Males gue kalau bokap lo ngamuk kayak lo." ucap Mario dan dengan santainya mencium kening Sherlyna tanpa peduli dengan Michael.
Michael yang melihat itu pun mengepalkan tangannya marah, rasanya dia ingin menghajar Mario saat ini juga.
"Kalau lo beneran cinta sama Sherlyna, yakinkan dia atau Sherlyna buat gue aja." ucap Mario dari luar kamar tapi masih bisa Michael dengar.
"Sherlyna, Aku minta maaf." ucapnya lalu ikut memejamkan matanya dan tidur.
Beberapa jam kemudian...
Sherlyna mengerjapkan matanya berkali kali, dia merasa kepalanya pusing.
Sherlyna melihat kearah perutnya saat merasakan tangan seseorang memeluknya.
Sherlyna langsung terbelalak kaget saat melihat kesampingnya ada Michael bukannya dia bersama Mario? apa dia tengah bermimpi?
"Michael."
"Michael."
"Hmm."
"Lo ngapain di sini? Mario mana?" tanya Sherlyna seraya meyingkirkan tangan Michael. Namun Michael kembali memeluk Sherlyna.
"Ada aku disini kenapa nyari yang nggak ada." balas Michael tanpa membuka mata.
"Sherlyna aku minta maaf." ucap Michael karena Sherlyna tidak bersuara.
"Buat?"
"Semuanya."
"Lo nggak salah, jadi nggak perlu minta maaf."
__ADS_1
Sherlyna pun menyingkirkan tangan Michael dan bangkit dari kasur, Michael pun ikut bangkit dari kasur dan mengejar Sherlyna.
"Sherlyna jangan pergi."
"Tapi--
"Aku mohon jangan tinggalkan aku."
"Michael gue--
"Aku cinta sama kamu, masalah video itu aku bisa jelasin." ucap Michael yang memeluk Sherlyna dari belakang.
Sherlyna menghela nafas malas. "Michael--
"Pleaseee jangan tingalin aku."
"Mic---
"Aku nggak bisa hidup tanpa kamu."
"Tapi---
"Waktu itu Anggun menjebak aku dengan memberikan obat perangsang padaku... Kamu tau kan kalau aku ini bukan pria baik, jadi yah----
"Michael stop!" Sherlyna tidak mau mendengar lebih detail, cukup melihat videonya itu saja sudah nyesek.
"Lo bebas mau berhubungan sama siapa saja, begitu pun juga juga gue. Toh pernikahan ini hanya sandiwara kan." ucap Sherlyna.
Michael mendengus lalu membalikkan tubuh Sherlyna agar berhadapan dengan dirinya.
"Nggak boleh... Aku cuma milik kamu, kamu pun cuma milik aku. Nggak boleh ada yang lain... Kan aku udah pernah bilang kalau pernikahan kita itu nggak main main." ucap Michael menatap lurus kearah Sherlyna.
"Tapi---
"Aku sayang sama kamu itu beneran, aku cinta sama kamu tu beneran. Bukan sandiwara semata."
"Michael---
Michael memotong ucapan Sherlyna dengan cara mencium bibir Sherlyna.
Sherlyna berusaha memberontak namun Michael mendekap erat tubuhnya.
"Michael hah...."
Sherlyna mengatur nafasnya yang hampir habis karena ciuman Michael.
"Pleasee jangan tinggalin aku, aku bisa lakuin apa aja asal kamu jangan tingalin aku." ucap Michael seraya menangkup pipi Sherlyna.
Sherlyna baru saja membuka mulutnya akan bersuara saat Michael kembali menciumnya.
Michael tersenyum saat Sherlyna tidak memberontak lagi, walau pun tidak membalas ciumannya dan hanya diam bak patung.
Sherlyna memejamkan matanya saat mengingat adegan panas Michael dan Anggun. Namun semakin rapat ia memejamkan matanya, semakin jelas gambaran mereka di kepalanya.
"Sherlyna." ucap Michael saat tiba tiba saja Sherlyna mendorong kuat tubuhnya menjauh.
"Maaf gue nggak bisa." ucapnya lalu berlari menjauhi Michael.
[an : jangan lupa like, vote atau komentar kalian setelah membaca yes;) jangan jadi pembaca gaib yang ngilang gitu aja habisbaca tanpa meninggalkan meja :D]
__ADS_1