
[ Author ]
Michael memperhatikan Sherlyna yang sedang memasak makanan untuk makan malam mereka. Michael masih tidak yakin jika Sherlyna bisa memasak, tadi Michael sudah ingin menyuruh pelayan untuk membuatkannya makan malam, tapi Sherlyna tiba tiba datang dan menggantikan posisi pelayan itu memasak.
"Gue nggak yakin makanan lo layak buat di makan." ucap Michael saat Sherlyna menyajikan makanan di atas meja.
Sherlyna mengabaikan ucapan Michael, ia duduk di kursi yang berseberangan dengan Michael dan mengambil piring dan di isinya dengan nasi serta lauk pauknya.
Michael memperhatikan Sherlyna yang duduk di sebrangnya, dahinya mengeryit saat di lihatnya Sherlyna mengambil nasi dan lauk untuk di makannya sendiri. Membuat Michael mendengus, dia kira Sherlyna akan mengambilkan nasi untuknya.
"Apa?" tanya Sherlyna dengan wajah polos saat Michael menatapnya dengan kesal.
"Nggak." ucapnya lalu mengambil piring di depannya dan di isinya sendiri dengan nasi dan lauk pauknya.
Sherlyna hanya memperhatikan Michael yang terlihat kesal karena dirinya. Dahinya berkerut dalam saat di lihatnya Michael makan dengan lahap, bahkan saking lahapnya Michael sepertinya tidak sadar jika Sherlyna masih memperhatikannya.
"Lo laper apa doyan?" tanya Sherlyna mengejek Michael.
Michael mendongak untuk menatap Sherlyna. "Gue laper, walau sebenarnya makanan lo ini biasa biasa aja tapi berhubungan gue laper banget karena belum makan dari siang, jadi ini gue habisin ya."
Sherlyna hanya bergumam 'ya' seraya mengangguk, walau Michael tidak mengatakannya secara langsung bahwa makanannya enak, tapi dalam artian lain Michael sudah mengakui jika dirinya menyukai masakan Sherlin. Buktinya Michael sampai nambah dan bahkan menghabiskan masakan Sherlyna.
Selesai makan malam, Michael kembali ke kamar dan Sherlyna membereskan meja makan bekas makan mereka.
"Nona Muda nggak perlu melakukan ini, biarkan kami yang melakukannya." ucap pelayan yang melihat Sherlyna membereskan meja makan.
Sherlyna tersenyum ramah, "nggak apa-apa." balasnya. hanya membereskan meja makan, bukan hal berat. Sherlyna setiap hari melakukannya di rumah.
Setelah selesai memereskan meja makan dan mencuci peralatan makan, Sherlyna menaiki tangga menuju lantai atas. Sherlyna membuka pintu, di lihatnya Michael sedang berbaring di ranjang sambil menatapnya.
"Apa liat-liat?!" tanya Sherlyna galak.
"Ge'er, orang gue liat foto yang ada di dekat pintu."
Sherlyna melihat kearah dekat pintu yang memang ada poster besar di sana.
"Gue geli liat itu."
"Kenapa? Dia itu imut banget tau." ucap Michael.
"Yang gue tau nih ya, biasanya cowok itu bakalan masang poster pemain sepak bola favoritnya atau idolanya yang lain, Selena Gomes misal." ucap Sherlyna dengan senyum gelinya.
__ADS_1
Michael bangun dari rebahannya, "entar di kira homo gue, pajang foto laki di kamar, gue nggak hobi koleksi poster artis... Mending juga pororo yang imut-imut kayak gue." ucap Michael sambil membayangkan betapa imutnya pororo saat bermain dengan frog atau temannya yang lain.
"Idih ya nggak gitu juga kali, mending juga dinding polos dari pada banyak poster Pororo."
"Suka-suka gue lah, kamar kamar gue juga."
"Terserah lo aja deh!"
Sherlyna berjalan memasuki kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi, ia sedang malas mandi. Selain karena ia baru saja habis makan dan nanti gendut kalau langsung mandi, ini juga sudah malam dan itu tidak baik untuk kesehatannya. Ya walau sebenarnya dia jarang memperhatikan kesehatan nya sih.
Michael memperhatikan Sherlyna yang keluar kamar mandi masih dengan baju yang sama, namun terlihat tampak lebih segar.
"Lo nggak mandi?" tanya Michael.
"Nggak." balas Sherlyna.
"Jorok banget sih lo jadi orang." ucap Michael menatap Sherlyna jijik.
"Suka-suka gue lah, hidup hidup gue juga." balas Sherlyna acuh.
Setelah berkata seperti itu, Sherlyna mengambil ponselnya di dalam tas dan mencoba menghubungi seseorang. Tapi sampai sekarang Mario tidak bisa di hubungi oleh Sherlyna.
Sherlyna melemparkan ponselnya di atas meja samping ranjang lalu kemudian menghempaskan dirinya di ranjang. Fikirannya melayang memikirkan di mana keberadaan sang kekasih, kenapa sampai sekarang tidak ada sms, telfon kabar darinya.
Sherlyna melirik Michael yang sedang menatapnya. "Kepo." balasnya lalu kembali menatap langit langit kamar.
"Di tanya baik-baik juga balesnya gitu."
Sherlyna tidak membalas ucapan Michael dan lebih memilih memejamkan matanya yang sudah mulai kembali mengantuk, padahal ia baru terbangun beberapa jam yang lalu tapi memang pada dasarnya Sherlyna suka tidur. Ketemu bantal, ya langsung ngantuk.
Michael menoel pipi Sherlyna. "Sherlyna kok malah tidur sih."
"Hmm..."
"Hey lo denger nggak gue tadi bicara apa?"
"Ya, denger."
Padahal kenyataan nya Sherlyna sama sekali tidak mendengar ucapan Michael.
Sherlyna membuka matanya lebar lebar saat merasa kan benda basah dan kenyal berada di atas bibirnya.
__ADS_1
"Lo... Apha.... Aphaan." ucap Sherlyna dengan susah payah karena mulutnya di bungkam oleh bibir Michael.
Michael melepas tautan bibir nya lalu tersenyum tanpa dosa kearah Sherlyna yang melotot kearahnya.
"Apa? Tadi lo bilang, ya."
"Iya, apa?!"
"Ya kalau kita malam ini ena-ena sebelum bobok." ucap Michael dengan cengiran lebarnya.
"Apa? Gue nggak bilang kalau gue mau ya."
"Udah ah mending lo nikmatin aja.... Si dedek juga udah bangun."
Sherlyna melotot saat merasakan sesuatu yang memang agak ganjal di atas perutnya. Sementara Michael memanfaatkan itu semua untuk kembali mencium bibir Sherlyna.
Sherlyna yang masih diam, membuat Michael dengan cepat melepaskan kancing kemeja Sherlyna. Hingga sampai di kancing paling bawah, Sherlyna menahan tangan Michael untuk tidak melepasnya.
Michael mengusap-usap dada Sherlyna yang masih terbungkus bra, Michael menurunkan ciumannya leher Sherlyna dan kembali membuat tanda keunguan di sana.
Sementara Sherlyna masih diam karena dirinya sedang perang batin antara mengikuti semua permainan Michael atau menolak permainan Michael.
"Michael kalau nanti gue hamil gimana? Kan lo nggak pernah pakai pengaman?" tanya Sherlyna dengan suara serak karena sudah di kuasai oleh gairah.
"Ya malah baguslah, kan gue suami lo." balas Michael sambil melepaskan celana jeans Sherlyna.
Sherlyna memutar bola matanya. "Ya tapi kan pernikahan kita hanya sementara."
"Lain kali kalau mau tidur jangan pakai jeans ya, susah tau lepasnya kalau mau ena-ena gini." ucap Michael mengalihkan pembicaraan.
Sherlyna mendengus dengan kedua pipi yang merona merah, malu karena ucapan Michael yang terlalu fulgar.
Sherlyna langsung merapatkan pahanya saat Michael telah berhasil melepaskan celana jeans dan juga cd nya. Michael tersenyum lebar melihat Sherlyna yang masih terlihat malu-malu tapi mau 😂.
Michael berdiri dan melepas kaos dan boxer nya, kemudian kembali merangkak naik keatas ranjang. Michael membuka paha Sherlyna lebar-lebar, matanya berbinar saat melihat milik Sherlyna yang sudah terlihat sangat basah karena permainan kedua tangan dan lidahnya.
"Michael!"
Sherlyna membekap mulutnya sendiri karena mengeluarkan suara desahan yang menurutnya itu menjijikkan. Sementara Michael terkekeh melihat kelakuan Sherlyna.
"Michael!"
__ADS_1