
Baik Yushka maupun Aksa sama-sama menikmati makan pqda dini hari. Aksa melahapnya dengan tanpa sisa sedikit pun. Yushka juga tqk banyak bicara. Sebenarnya sungkan makan di depan atasannya. Tapi dia di buat duduk dengan tenang oleh aksa. Seusai makan Aksa akan membawa piringnya ke dapur. Namun yushka mencegah.
" Biar saya saja pak. Istirahatlah kembali!" serunya kemudian mengambil piring Aksa. Yushka yang berjalan menjauh di tatap oleh aksa itu.
" Berapa pee bulan kost-kost-an mu itu?" tanya aksa dengan datar.
" 800 ribu per bulan pak," jawabnya tanpa menoleh.
" Pindahlah ke sini jadilah juru masakku! Kau bisa menggunakan fasilitas rumah ini," ucap aksa yang membuat yushka menoleh ke arahnya.
" What ? Saya bukan pembantu pak masa' iya di suruh jadi pembantu beneran. Jangan dong pak saya jauh-jauh merantau ingin mengamalkan ilmu animasi bukan jadi pembantu," ucap Yushka melas di hadapan aksa. Tapi aksa tetaplah aksa dia tak mau di bantah juga tak mau tersenyum menanggapi apapun yang ada di depannya.
" Tugasmu memasak dan tinggal di sini! Tak ada bantahan sama sekali," ujar Aksa kemudian pergi ke kamarnya.
" Ya Tuhan pak aKsa sumpah saya kesal sekali dengan anda! Saya tidak ingin jadi pembantu. Ahhhh .... ," teriakan kecil dari mulut yushka masih di dengar oleh aksa yang sudha berada di tangga. Dia nampak tersenyum kecil tapi tak di ketahui oleh Yushka.
Yushka sedari tadi sudah di sibukkan dengan tugas lainnya. Dia tak tidur lagi jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi yushka sudah menyiapkan bekal makanan untuk pak Aksa. Dia yang akan berangkat dulu di cegah oleh aksa.
" Mau kemana?" tanya aksa menggelegar.
" Berangkat pak ... Khawatir terlambat!" serunya dengan menunduk.
" Apakah kamu akan menggunakan pakaian kemarin?" tanya Aksa dengam meneliti penampilan yushka hari ini.
" Saya tak bawa baju ganti pak," jawabnya kemudian. Aksa langsung mengernyitkan alisnya.
" Bukankah saya menaruh baju di ranjang semalam?" tanya aksa pada yushka. Gadis itu mengangguk kemudian menatap atasannya.
" Pak baju itu terlalu bagus untuk saya nanti pasti banyak pertanyaan dari karyawan lain," jawab yushka merasa tidak enak.
" Jangan Gr ... Itu hanya baju bekas. Pakailah daripada kamu memakai baju dekil ini menggelikan di mataku," jawab Aksa kemudian menuju meja makan. Saat yushka ingin ke kamar.
" Ini bekal siapa?!" teriak aksa setengah bertanya.
" Buat bapak ... Karena tadi pagi sudah sarapan. Jadi, tidak mungkin akan sarapan lagi. Jadi saya masukkan sana pak!" serunya.
" Keterlaluan! Kamu membuatku makan makanan dingin nanti siang," jawabnya agak sedikit kasar.
" Jika tidak mau ... Kasihkan pak Roy saja pak. Dia pasti mau," ucap yushka menimpali enggan berdebat lagi. Ini pasti terlambat.
Saat yushka terburu-buru dan berlari ke depan. Dia di sapa oleh seseorang di depannya.
" Pagi nona ... " sapa ibu paruh baya menyapanya.
" Pagi bu ... Siapa ya? Pak aksanya sepertinya sudah berangkat," jawab yushka. Beliau tersenyum karena melihat perempuan pertama kali di rumah ini.
__ADS_1
" Saya yang biasa membantu di rumah ini non tapi hanya sampai jam 6.00 malam. Tadi tuan berpesan taxi nona di depan. Tuan buru-buru," ucap sang ibu itu membuat yushka bingung dan akhirnya tersenyum karena ini sangat terlambat.
" Terima kasih bu. Saya permisi," kemudian yushka berlari kecil. Sang ibu nampak tersenyum pada yushka.
Yushka berangkat dengan terburu-buru. Yushka melihat nominal berjalan dalam taxi.
Ya tuhan ini sangatlah boros. Jika setiap hari menggunakan taxi mana bisa aku mengirimi ayah ibu tambahan uang untuk adik-adik. Aku harus mencari akal. Batin yushka nampak gusar.
" Sudah sampai nona ... " ucap sang sopir.
" Hah ... Kok cepat pak?" tanya yushka tak percaya.
" Kan dekat nona dari rumah tuan Aksa," jawab pak sopir
Kok kenal. Batin yushka tapi sudah tak peduli
" Berapa pak?" tanya yushka.
" Sudah di bayar lunas sama tuan Aksa nona. Tugasku hanya antar jemput anda," jawqbnya membuat yushka melongo. Lagi-lagi badboy itu berulah.
" Baik pak terima kasih," yushka segera berlari ke kantor seperti biasanya. Dia sedikit terlambat 1 menit.
Saat yushka mau masuk ruangannya. Dia mendapat suara bariton dari atasannya itu.
" Kak ... Jangan jahat-jahat kasihan anak itu. Bukankah kamu membuatnya lembur," bisik Roy. Namun aksa tak menggubris sehingga membuatnya menghela nafas panjang.
" iya pak saya ... " jawab yushka mendekat.
" Ikuti saya! Karena kamu sudah terlambat 1 menit," jawabnya dengan ketus," mereka semua menatapku kasihan. Tapi aku mengangguk baik-baik saja.
" Baik pak," jawab yushka ikut. Roy juga tak bisa mencegah kakaknya karena kantor ini hak-nya. Semua yang berlaku adalah aturan dari kak Aksa.
...----------------...
" iya pak ... " ucap yushka ketika berada di ruangan.
" Kenapa terlambat?" tanya aksa dengan bodohnya.
" Kan bapak yang menyuruh ganti baju," jawab yushka tanpa menambah dan mengurangi. Aksa menatapnya.
" Ya ... Mau bagaimana lagi pak. Masih melepas baju terus harus pakai ulang. Mana masih memakai kancing membuang-buang waktu saya. Tapi berhubung bapak yang minta ya saya lakuin," jawab yushka mulai absurd. Aksa mengernyitkan alisnya kenapa jadi bercerita sedetail ini.
" Harus ya cerita kancing di buka? Apa biar sekalian kamu cerita di dalamnya juga," timpal aksa membuat yushka terkekeh.
" kalau bapak penasaran sekalian saya ceritain. Biar cepet tuh nikahnya biqr saya gak di jadiin juru masak," jawab yushka lagi. Nampaknya aksa mulai jengah dengan yushka.
__ADS_1
" Keluarlah!" bentak aksa. Dia enggam mempertanyainya lagi. Bisa-bisa kongslet juga otaknya.
" Oke pak," jawabnya kemudian berdiri dan mau pergi.
" Jangan lupa nanti kemasi berangmu! gajimu akan ada 2 juru masak dan di kantor," ucapnya sebelum yushka keluar.
" Iya ... Harus dong pak. Kan memang kerjanya double!" serunya. " Oh iya ... Ongkos taxi?" tanya yushka.
" Kamu ... Saya hutangi," jawabnya singkat.
Yushka menggelengkan kepala dan kemudian pergi dari sana. Ketika berada di luar roy segera menghampirinya.
" yush ...?" tanyanya namun yushka paham arah pembicaraannya.
" aman ... Permisi pak!" serunya dan kemudian melambaikan tangan. Roy tersenyum saat gadis itu baik-baik saja.
...----------------...
Ketika yushka di ruang kerjanya.
" Yush ... Aman?" tanyanya pada yushka.
" Aman ... Biarkan saja. kita ikuti aturan pak bos aja biar dia gak marah," jawabnya yang sebenarnya udah sebel banget.
Mereka semua mengacungi jempol karena yushka berani terlambat berani menghadapi bosnya itu. Padahal teman-teman terlambat udah pada kena SP. Setelah itu di layangkan pemecatan.
" Yush ... Kita dapat proyek ini. Proyek kemarin udah gak?" tanya yulia.
" Udah sih mbak tapi sama pak aksa revisi lagi sedikit belum kelar. Ini harus yushka yang kerjain ya?" tanya yushka.
" Kerjaan loh di sukai pak aksa kayaknya tadi pas rapat bersama para manager punya loh di bahas dan di aksih apresiasi," jawab yulia.
" Ohh ... Coba besok ya mbak hari ini animasiku tak benahi dulu mbak biar gak menumpuk pekerjaan," jawabnya dengan tegas.
Yushka yqng memang apa adanya tak pernah neko-neko menjadikan dirinya selangkah lebih maju dari teman-teman.
Sialan itu pak ak di depan gue aja kayak gak butuh. Emang ya muka tembok bener jadi atasan. Nyebelin. Kenapa sih bukan pacarnya aja di suruh masakin malah gue yang kena getahnya. Apes bener. Batinya mengumpati aksa.
.
.
.
Wah up 2 episode nih.... Maksihhh yang udah lihat2 dan baca ya maksih like-nya juga.
__ADS_1