Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 41


__ADS_3

Kediaman Tuan Ivander ...


Mobil aksa dan kakaknya terparkir rapi di halaman rumah Ivander. Ini pertama kalinya yushka menginjakkan kembali kakinya di kediaman megah itu. Aksa menatap istrinya yang masih terdiam di tempat.


" Kenapa sayang?" tanya aksa. Yushka mengusap air matanya yang terlanjur leleh.


" Aku tak menyangka jika saat ini adalah bagian dari keluarga ini. Terkadang aku minder bersamamu mas. Aku bukan siapa-siapa tapi bisa menikah denganmu," yushka kembali mengusap air matanya. Aksa yang menatap istrinya segera meraih tubuhnya dan memeluk mesra istrinya serta mencium pucuk kepala yushka dengan mesra.


" Aku tidak melihat segi materi sayang. Aku senang bisa menikah denganmu. Ada alasan yang lebih penting daripada aku harus memilih perempuan lain," jawab aksa dengan lembut dengan senyum teduhnya. " Kita turun sekarang!" ajak aksa yang diikuti anggukan yushka.


Yushka menginjakkan kakinya di kediaman Ivander dengan hati tak menentu. Awalnya dia ingin membalas dendam namun saat ini niat itu sirna seiring berjalannya waktu. Yushka menatap yushka berbeda. Tuan ivander pun selaku suami saudari kembarnya tak pernah membahas saudaranya. Entah karena belum berkesempatan atau karena memang tak mengerti jika dirinya mirip Yushna. Restu pun di loloskan olehnya kala itu. Yushka tak paham dengan jalan pikiran Tuan Ivander selaku mantan suami Yushna.


" Bagaimana keadaanmu mantu?" tanya Tuan Ivander sambil menatap tajam ke arah Yushka.


" Baik pa. Papa sendiri bagaimana?" tanya yushka balik. Aksa dan yang lainnya hanya saling memandang namuj sejurus kemudian kembali makan.


" Baik ... Semoga kamu tidak merindukan kami di sini," jawabnya ambigu namun tak di tanggapi oleh semua orang. Tuan Ivander kembali menyantap hidangan makan malamnya.


Di ruang makan itu kembali tenang dan hening hanya suara sahut menyahut alat makan saja. Hingga beberapa menit setelah itu mereka semua telah menyelesaikan makan malamnya. Seusai hal itu Tuan Ivander nampak memanggil putranya itu.


" Papa tunggu di ruang kerja!" serunya. Hawa tak nyaman menyerual bagi yushka. Aksa mengangguk mengiyakannya. Aksa menatap istrinya dan mengecup punggung tangannya.


" Tunggulah di kamar sayang!" seru aksa dengan tersenyum. Yushka mengangguk pasti dan segera beranjak ke kamarnya. Sedangkan siska dan Roy sudah kembali beristirahat.

__ADS_1


Di ruangan tuan Ivander ...


" Katakan apa hubunganmu dengan aprill? Kami melihatnya beberapa waktu lalu datang menemuimu!" seru tuan Ivander dengan tegas tanpa basa basi sama sekali. Aksa tersenyum miring menanggapi omongan ayahnya.


" Kenapa papa berusaha menyelidiki sesuatu yang bahkan sangat tidak penting. Aku bahkan dan aprill sudaj berpisah semenjak aku menikahi yushka. Lupakanlah!" jawabnya dengan sarkas. Aksa memany masih belum sepenuhnya memaafkan ayahnya. Di saat mamanya di duakan aksa merasa ayahnya ini terlalu naif.


" Lain kali kita bicara! Mamamu ingin mengatakan suatu hal. Bicaralah berdua," Ivander keluar tanpa menoleh lagi. Aksa terlihat kesal pada ayahnya itu. Dia kemudian mendekati mamanya.


" Ma ... Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya aksa sambil memeluk mamanya. Tanpa menjwab mamanya kembali sesenggukan di pelukan aksa.


" Nak ... Kenapa kamu menikahi Yushna?" tiba-tiba pernyataan itu keluar dari mulut mamanya dengan getir.


" Ma ... Jangan katakan papa menganggap yushka adalah yushna! Katakan dengan jelas undangan makan malam ini untuk apa?" tanya aksa cemas. Sang mama menatap putranya sedih.


...****************...


" Papa ... Kenapa papa masuk kemari? Kemana mas aksa bukankah dia bersamamu," tanya yushka tanpa curiga sedikit pun. Tuan ivander mendekati yushka dan menyentuh pundaknya.


" Kenapa kamu menikahi putraku? Aku bahkan belum menceraikanmu," tanya ivander menatap nyalang yushka yang sudah merasa kakinya lemas. Inilah yang dia takutkan tuan Ivander merasa dirinya adalah yushna.


" Kamu mempertanyakan siapa tuan? Istrimu Yushna? Kau bahkan tak berhak menyebut namanya saat ini," jawab yushka dengan perasaan dongkol. Ivander memeluk yushka dengan erat namun yushka mendorongnya dengan kuat. Namun tenaganya kalah dari papa mertuanya itu.


" Lepaskan tuan! Aku menantumu bukan istrimu!" teriak Yushka mulai takut dengan suasana ini. Dia berharap suaminya itu segera kembali dan menolongnya dari suami yushna ini.

__ADS_1


Ya Tuhan... Mas aksa datanglah aku takut. Kamu dimana? Jangan katakan kamu sengaja meninggalkanku dengan bajingan ini. Dia memang ayahmu tapi tidak dengan kebencianku yang belum sirna padanya. Komat kamit yushka dalam hati.


" Jangan jual mahal padaku. Aku adalah suamimu juga! Layanilah aku yushna ... Kaulah yang membuatku seperti ini! Aku membantumu hingga kau mendulang kesuksesan. Namun kau meninggalkanku karena kamu mulai tak bisa menerima jika aksa juga mencintaimu. Aku hanya ingin kamu menuntaskan kewajibanmu sebagai istri. Setelah ini terserah kau saja!" teriak ivander membuat yushka mundur ke belakang. Dia benar- benar takut saat ini.


" Berhenti atau aku akan benar- benar membuatmu menyesal tuan Ivander. Kau lihat baik-baik apakah aku istrimu atau bukan. Jangan hanya khayalanmu yang berfungsi!" teriak yushka nyalang. Ivander tertawa dan mulai menarik gaun yushka hingga robek.


Krakkk.


" Jangan pa! Ku mohon aku bukan Yushna aku Yushka lihatlah! Jangan lakukan apapun. Kau akan menyesal jika menyentuhku sedikit saja," yushka memperingatkan. Dia tahu bagaimana suaminya jika dirinya di sentuh orang lain. Yushka menggelengkan kepala sambil menunjukkan manik matanya yang sudah berair.


" Jangan menangis sayang ... Rasanya akan sama saja dengan suamimu itu? Mungkin lebih enak jika bersamaku," kata-kata tuan Ivander membuat yushka takut saat ini.


" Berhentilah tuan ... Ku mohon jangan aku bukan yushna!" teriaknya sekali lagi namun papa aksa menarik kaki yushka sehingga saat ini gadis itu berada di bawah kungkungan ivander.


" Aaahhhhhhh ... Lepaskan tuan!" teriaknya sambil menangis. Ivander berusha menciumnya dengan rakus. Hatinya saat ini di liputi kemarahan karena berpikir yushna lebih memilih putranya daripada dirinya yang membesarkan nama baiknya.


" Diamlah sayang ... Kamu akan menikmatinya," Ivander membekap mulut yushka yang sudah tak berdaya. Saat Ivander sudah membuka kancing ketiga yang memperlihatkan keindahan gundukan kenyal itu senyuman Ivander semakin brutal. Namun saat akan mencicipinya suara dobrakan pintu terdengar sangat keras.


Braaakkkkk.


" Papa! Sekali saja kamu menyentuh yang bukan hakmu akan kupastikan aku tidak akan pernah menganggapmu seorang ayah lagi! Lepaskan istriku sekarang atau aku akan lupa jika kau ayahku!" teriak aksa menggema di seluruh ruangan. Aksa melihat istrinya menangis di bawah kungkungan ayahnya dengan sangat tidak berdaya. Tanpa aba-aba aksa pun mendorong ayahnya dengan kuat.


" Brengsek kau ayah!" teriaknya dengan nada sangat murka. Yushka memeluk suaminya dengan menangis dan sangat malu saat ini karena bajunya yang tidak jelas.

__ADS_1


__ADS_2