Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 51


__ADS_3

Keesokan harinya ...


Meja makan di rumah Aksa tiba-tiba saja sudah penuh dengan sarapan pagi. Bibi yang baru datang di buat terkejut ketika melihat seorang gadis muda di dapurnya. Entah, siapa gerangan perempuan muda ini.


" Permisi ... Siapa?" tanya bibi sambil menelisik penampilannya. Khawatir dia tak mengenali atau memang tak kenal.


" Saya .... " beluk sempat dia menjawab Roy datang membantunya menjawab.


" Dia saya yang bawa bi ... Nanti ke depan mungkin akan bantu-bantu bibi," jawabnya.


" Oh ... Nggeh den Roy. Punten bibi tidak mengenali," jawab bibi. Roy tersenyum pada pembantu rumah kakaknya itu. Bibi bukanlah seperti orang lain.


" Tidak apa-apa bi. Maaf ya saya buat bibi kaget dengan kedatangannya," jawab Roy sambil memakan masakan gadis itu. Sang bibi mengangguk. Mereka pun tak bersahutan kembali, roy juga menikmati sarapannya. Beberapa saat kemudian.


" Kamu ... Ikut denganku! Bantu aku bersiap," seru Roy padanya.


" Iya Tuan ... Permisi bi," ucap gadis itu. Bibi tersenyum merekah. Dia seperti melihat istri tuan aksa di rumah ini.


Mereka berjalan tak beriringan. Gadis itu mengekor di belakang Roy seperti biasanya. Gadis itu bahkan tak bersuara sama sekali. Saat mereka sampai di kamar gadis itu juga tak bersuara.


" Ambilkan bajuku di walk in Closet! Aku tunggu di sini," ucap Roy sambil melepas kaos yang dia kenakan dan segera pergi ke kamar mandi. Saat gadis itu kembali dia menaruh kemeja nuansa biru muda, celana kerja slimswit, jas dan dasi senada di ranjang tidur si empunya. Gadis itu berniat keluar namun suara bariton memanggilnya.


" Jangan keluar dulu! Bantulah aku sampai selesai," ucapnya. Modus ya ini guys hihihi.


" Baik tuan ... " dia pun kembali. Saat pandangannya bertemu dengan badan sispack sang tuan muda itu. Hati gadis itu bergemuruh namun dia coba tenangkan.


Kenapa aku di minta membantu? Apa tidak apa-apa? Aku malu sekali apalagi tuan ini hanya menggunakan handuk.


" Namamu siapa?" tanya Roy dengan menatap wajah gadis itu menunduk. Dia tak segera merespon dengan baik.


" Hah!?" melongo.

__ADS_1


" Namamu??" tanyanya lagi.


" Maira Andhara Yuda tuan. Orang-orang biasanya panggil maira," jawabnya dengan menunduk. Roy terlihat gemas namun tak dia lihatkan. Bisa rusak harga dirinya jika terlalu agresif.


" Aku akan memanggilmu Dhara. Tapi biarkan yang lain panggil maira," jawab Roy sambil memperhatikan caranya memasang dasi.


" Baik tuan ... Ini sudah selesai," ucapnya kemudian. Roy mengangguk.


" Aku harus pergi bekerja, baik-baiklah di rumah. Jika butuh sesuatu kau bisa menelponku. Nomorku di atas nakas," ucap Roy. Namun sebelum keluar gadis itu mengatakan sesuatu yang membuat Roy tersenyum. Tapi Roy tak menjawabnya hanya mengangguk saja.


" Terima kasih tuan ... " ujarnya diikuti anggukan Roy yang kemudian menghilang di balik pintu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Mas ... Tidakkah kamu merindukan Roy yang sendiri di rumah? Ini bahkan sudah 3 hari berlalu," ucap yushka saat bermain di pantai. Aksa hanya menanggapinya dengan bahasa tubuh namun beberapa saat menjawabnya.


" Dia sudah ada yang menemani. Mana mungkin dia merindukan kita," jawabnya dengan santai. Yushka menghela nafasnya dengan lega.


" Baiklah berarti kita bisa berada di sini barang 1 bulan atau 1 tahun," goda yushka dengan asal. Karena suaminya itu sangatlah enteng sekali.


" isshhh ... Siapa juga yang mau di kurung dalam kamar satu tahun bahkan 1 bulan mas. Benar-benar malas, ini baru tiga hari saja pengennya aku balik lelah dong mas. Pengen body care," ucap yushka kemana-mana.


" Oke sayang ... 3 hari lagi pulang. Aku benar-benar ingin menikmati waktu bersamamu," jawab aksa dengan merangkul istrinya.


" Mas ... Sebenarnya siapa perempuan yang membuatmu salah orang sehingga menganggap itu Yushna?" tanya yushka kali ini. Dia sangat penasaran sekali. Tak mungkin dia memendamnya. Aksa menatap ke arah lautan lepas dan menghirup nafas sebanyak-banyaknya dan menghembuskannya.


" Dulu ketika kami berada di desa DD aku pernah dekat dengan seorang anak kecil perempuan yang membantu mencari arah mata angin. Saat itu aku tersesat dan dialah yang menolongku. Singkat cerita kebersamaan kami waktu itu sangatlah berarti bagiku. Aku memberikannya sebuah kalung milikku. Namun aku menemukannya di leher Yushna saat itulah aku tak membiarkan papa mendekati wanitaku. Namun saat aku berada di kamarnya kala itu seusai melakukan hal bodoh karena bodohnya aku dan dia pun ikut bermain di dalamnya. Dia mengatakan terima kasih pada seseorang.


Flash back On.


" Terima kasih Yush ... Kau benar kalung ini membawa keberuntungan bagiku," ucapnya sambil mengelus kalungnya. Aku yang mendengarnya jadi nanar.

__ADS_1


" Apakah itu bukan kalungmu?" tanyaku padanya dengan penuh kecewa.


" Dia baik ... Dia meminjamkan padaku. Dia bilang kalung ini dari orang baik insyaallah akan selalu mendapatkan kebaikan," jawabnya dengan polos. Seketika Aksa merasa dunia-nya runtuh dan amburadul. Bagaimana mungkin dia meniduri gadis lain hanya karena kalung di pegang olehnya.


Bodoh. Terlalu naif kau ak!


Iya itulah kata-kata terlontar dalam hati aksa saat ini. Aksa seketika merasakan kebodohan yang dia lakukan sangatlah fatal. Mana mungkin bisa terjadi. Harusnya aksa tak sebodoh saat ini.


" Ada apa ak? Kenapa kau diam saja," ucapnya lagi. Aksa menoleh ke arah yushna dengan tatapan kosong.


" Jadi kau bukan gadis yang selama ini aku cari?" tanya aksa nyalang. Yushna nampak bingung di buatnya.


" Maksudmu? Gadis siapa ak?" tanya yushna sekali lagi memperjelas. Aksa pun tak mau memungkiri bukan dia gadis yang dia cari.


" Pemilik kalung itu. Aku mencarinya bertahun-tahun," jawabnya tanpa melihat bagaimana ekspresi yushna saat mendengarnya.


" Jadi kau mencari Yushka?" spontan saja yushna mengatakan itu. Aksa menatap wajah yushna yang sudah seperti benang kusut itu.


" Gadis pemilik kalung itu," jawab aksa menegaskan karena dia tak mengetahui namanya.


" Jadi aku bukan orang yang kamu cintai???" tanyanya dengan mimik wajah yang kecewa sekali. Aksa menatapnya dan memegang kedua telapak tangan yushna.


" Maafkan aku ... Mungkin aku seorang pecundang tapi aku tak ingin menyakitimu lebih dalam. Kembalilah pada papaku dia benar-benar mencintaimu," jawab aksa yang membuat gadis itu nyalang dan pergi dari sana dengan hati yang terluka.


Semenjak hari itu aksa kehilangan akses tentang yushna. Karena dia pun meninggalkan papanya. Yang baru dia tahu ternyata yushna telah di ceraikan sang papa.


Flash back off.


Deg.


Hati yushka terasa ingin lepas dari tempatnya setelah mendengar pengakuan suaminya. Tidak mungkin bagi aksa untuk tidak menceritakannya. Yushka kini terduduk lemas di pasir dekat pantai. Hatinya sakit sekali mendengar orang yang dia cintai telah menyakiti saudari kembarnya.

__ADS_1


" Sayang ... Maaf," lirih aksa.


" Hatiku sakit mas .... " yushka meremas baju yang berada di dadanya. Rasanya sesak sekali dan dia pun menangis sejadi-jadinya. Aksa membiarkan istrinya itu menangis dengan bebas.


__ADS_2