Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 9


__ADS_3

Saat rumah terbuka Yushka melihat ivander sudah menunggunya. Ivander sama sekali tersenyum. Dia meminta yushka masuk dan gadis itu menoleh ke sana kemari namun tak memdapati siapapun.


" Pak anda di sini seorang diri?" tanya Yushka memberanikan diri. Ivander duduk dan mengangguk.


" Iya sendiri saja. Asisten rumah tangga sudah pulang hanya ada satpam. Kenapa?" tanya ivander dengan menatap laptop. Yushka menggeleng pelan.


" Tidak apa-apa pak," jawabnya cepat.


Tanpa banyak basa basi Aksa mulai mengkode Yushka agar membuka laptop dan mengikuti arahannya. Yushka mengangguk cepat segera melaksanakannya. Mereka pun bekerja tanpa ada pemikiran apapun hingga satu jam berlalu Aksa melihat Yushka mengusap punggung lehernya sesekali.


Aksa berdiri lalu beranjak dari sana dan meninggalkan yushka. Namum gadis itu acuh tak acuh dan merebahkan kepalanya pada sandaran kursi. Rasanya lehernya ingin patah seharian ini kerja terlalu di forsir. Saat yushka merebahkan kepalanya dengan nyaman karena sofa yang lembut dan empuk tiba-tiba saja suara sepatu wanita mendekat ke arahnya.


" Siapa kamu?" tanya seseorang dengan sinisnya. Yushka segera membuka mata dan Menatap perempuan cantik di hadapannya.


" Saya pe .... " baru saja yushka ingin menjawab namun suara derap langkah kaki aksa menghampiri mereka.


" Kok kamu ke sini sayang?" tanya Aksa pada gadis itu. Gadis itu menatap nanar aksa karena dia tak pernah membawa siapapun ke rumah ini kecuali dirinya.


" Oh dia pegawaiku sayang. Yush ... Minumlah!" aksa menyodorkan sebuah Hot Mocca Coffe pada gadis itu. Yushka menerima serta mengangguk dan mengucapkan terima kasih.


" Makasih pak!" serunya. kemudian Aksa menggandeng perempuan itu masuk tanpa berpamitan pada yushka. Namun yushka tak peduli dia sangat lelah sekali. Kebetulan sekali gadis itu datang dan membuatnya beristirahat.


" Mungkin dia kekasih pak Aksa. Semoga saja setelah ini dia di perbolehkan pulang," lirihnya sambil meminum kopi di tangannya.


...----------------...


Di ruang pribadi Aksa ...


" Ak ... Bisa-bisanya kamu bawa perempuan ke rumah ini!" bentak Aprill dengan kasar. Sedang aksa hanya tersenyum melihat keposesifan yang di perlihatkan oleh Aprill.


" Aku harus bagaimana? Aku membutuhkannya dalam mengerjakan proyek terbaruku," jawab Aksa enteng tanpa penekanan pula.

__ADS_1


" Kan ... Sekretarismu bisa menemani," jawab Aprill dengan mencebik. Aksa kemudian menatap aprill.


" Kamu pikir aku anak balita yang setiap saat harus di jaga oleh Roy? Ayolah prill ... Bahkan aku tak peenah membatasi ruang gerakmu dengan siapapun. Please jangan membuatku tertawa," ujar Aksa dengan tersenyum. Namun gadis itu malah mendekat ke arah aksa dan memangku-kan dirinya pada aksa.


" Tapi aku tidak suka ada perempuan lain yang datang ke rumah ini," keluh Aprill. Aksa baru saja akan membelai pipi Aprill ia mendengar sayup-sayup suara yushka memanggil-manggil dirinya. Aksa menghentikan aksinya. Dia tak boelh terbawa suasana mesra yang di ciptakan oleh aprill kekasihnya.


" Sayang ... Aku melupakan pegawaiku. Tunggulah di sini sebentar. Biar ku akhiri dulu pekerjaanku dengan dia," ucap aKsa segera berlalu.


" Suruhlah dia pulang!" teriak Aprill. Aksa hanya berlalu tanpa menjawab apapun.


Aksa keluar dari ruangan itu dan pergi menemui yushka yang sudah celingak celinguk di rumah besarnya. Aksa menghampirinya yang hampir saja berteriak. Namun Aksa memandangnya dengan dingin.


" Pak ... Apakah saya sudah boleh pulang?" tanya Yushka dengan perlahan.


" Baiklah kita lanjutkan besok," jawab aKsa dengan wajah lempeng. Yushka mengangguk patuh. Namun baru saja dia melangkah aksa kembali berucap.


" Malam ini tidurlah di sini! Tak akan ada taxi lewat daerah sini. Jam 10.00 di sini rawan. Masuklah kamar tamu sebelah sana!" tunjuk Aksa tak ingin ada penolakan. Yushka merasa bego' kali ini dia hanya mengangguk patuh. " Satu lagi ... Jangan ramai di sana. Karena aku tidak ingin kekasihku tahu bahwa kamu bermalam di sini tapi aku tidak mungkin membiarkanmu mati di jalanan karena ulahku," ucapnya sadis setelah mengatakan empatinya tadi pada yushka. Aksa kemudian pergi tanpa menoleh lagi.


Sedangkan di ruang pribadi Aksa ...


" Prill ... Ini sudah malam pulanglah! Sebentar lagi tuan william pasti menelponmu," Aksa selalu ingat bagaimana posesifnya tuan aksa pada putri kesayangannya itu. Aprill tersenyum bahagia karena dirinya tak menyangka bahwa aksa selalu mengingat jadwal ayahnya. Itu saja bagi aprill cukup bahwa aksa memang sangat memperhatikan hal sekecil tentang dirinya.


" Baiklah aku pulang sayang. Good night tuan Ivander muda ... Ck. Bahkan aku tak bisa menyentuh melebihi batas," sesal aprill yang sudah kesal dengan kekasihnya itu. Di ajak menikah sulit di ajak bersentuhan sekedar cipika cipiki sulit. Menyebalkan.


" Bersabarlah prill ... " jawab aksa tersenyum saat gadis itu mampu menjaga diri.


......................


Aprill yang sudah pulang pukul 11.00 membuat ivander sangat lelah. Iya .. Dia melupakan bahwa pegawainya itu butuh baju. Aksa segera mencari baju mamanya yang dulu pernah di pakai saat di perusahaan. Baju mamanya memang dia alihkan ke rumah ini oleh ivander karena dia tak ingin membuang baju ini. Banyak sekali baju mamanya waktu masih sangat muda.


Ivander mulai melihat-lihat untuk mencarikan baju untuk si yushka. Pasti dia sangat tak nyaman tak berganti baju sama sekali seharian ini. Dia mengambil 2 baju yakni baju dinas setelan celana berwarna wardah yang senada dan baju harian yang simple namun masih layak pakai. Ivander segera ke kamar tamu dan mengetuknya.

__ADS_1


" Apakah kamu sudah tidur? " tanya Aksa yang tak mendengar jawaban dari dalam. Namun aksa yang lelah pun akhirnya memutuskan masuk dan memberikannya.


Saat aksa masuk bahkan dia melihat pemandangan yang menggelikan. Gadis itu tidur dengan baju kotor di badannya tanpa mandi dan rambut modal madil gak jelas. Ivander meletakkannya di ranjang dan keluar dari sana segera.


" Jorok ... Meskipun lelah harusnya dia mandi dulu atau apalah. Bukankah dia perempuan kenapa polos sekali menggelikan," gerutu aksa sambip berjalan ke arah kamarnya yang tak pernah di masuki oleh siapapun kecuali dirinya. Aksa hanya mengijinkan pembantu laki-laki untuk membersihkan ruangannya.


Tak berselang berapa lama aksa pun memejamkan mata. Entah berapa lama dia tertidur dengan nyenyaknya. Dia mencium bau aneh di hidungnya terpaksa dia membuka mata yang terpejam itu. Dia melihat jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Dia pun keluar dari kamarnya dan menuju dapur. Karena aroma itu berasal dari sana. Aksa melihat pegawainya itu memakai baju ganti darinya dengan menggelung rambut ke atas mirip istri tuan rumah jika seperti itu.


" Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya aKsa dengan menatap yushka.


" Eh, bapak ... Maafkan saya pak. Saya lapar sedari sore belum makan lagi pak," jawab yushka nyengir.


" Jika tidur ... Mandilah terlebih dahulu jangan jadi perempuan jorok. Mengerikan. Paham!" seru aksa tanpa senyum. Aksa bukannya menanggapi permintaan maaf yushka malah membahas lainnya.


" Iya pak ... Oh iya pak bajunya makasihhh sudah di pinjami. Mari makan pak!" yushka menawari atasannya itu. Dia yakin pak aksa juga belum makan. Lagian dapur ini juga milik pak aksa maka tidak sopan jika tak menawarinya.


Nampak aksa duduk di meja makan dekat dapur. Dengan cekatan yushka menyiapkan makanannya. Aksa memperhatikan dengan baik yang di lakukan oleh yushka. Ada sedikit heran dalam hati aksa padanya.


" kamu sebenarnya pegawai kantor Ivander apa juru masak? Kenapa lihai sekali," tanya aksa yang kemudian membuat yushka menatap atasanya.


Hah. Apakah menurutnya memasak itu seperti juru masak? Orang kaya memang maha benar. Bathin yushka dengan mengelus dada dalam hayalan tanpa menjawab pertanyaan atasannya itu.


" Dua-duanya pak," akhirnya jawaban itu lolos dari bibir mungil yushka tanpa filter sama sekali. Nampak aksa tak menanggapinya lagi. Dia sedang menikmati makanan yushka.


.


.


.


Kasih agak panjang nih. Sorry libur kemarin ya author sibuk. Makasihhhhh jangan lupa like.

__ADS_1


__ADS_2