
Keesokan harinya aksa sudah bersiap menuju kota paris untuk mengajak istrinya berlibur. Ketika berada di dekat jet pribadinya.
" Roy ... Aku titip perusahaan. Mungkin sekitar 1 minggu aku berlibur," ucap aksa pada adiknya. Roy mengangguk paham. " Apakah kau menginginkan sesuatu?" tanya aksa.
" Bawakan aku sampel seorang istri kak," jawabnya ambigu. Aksa menghela nafas berat.
" Jika ku temukan akan ku bawa pulang sekalian," jawabnya dengan ambigu pula. Yushka yang melihat hanya menggelengkan kepala. Mereka pun memasuki jet pribadinya dengan perasaan lega akhirnya bisa berlibur.
Ketika penerbangan berlangsung ...
" Sayang jika lelah istirahatlah!" perintah aksa. Yushka menggeleng menandakan bahwa dia tak lelah.
" Aku ingin menikmati perjalanan ini," jawabnya singkat sambil menatap keindahan maha karya Allah untuk umatnya.
Keindahan langit membuat yushka menitikkan air mata. Sampai sejauh ini Allah memanjakan mata manusia dengan keindahan alamnya. Namun terkadang kami umatnya tak mampu mengatakan rasa syukur yang teramat. Aksa hanya tersenyum melihat istrinya yang terharu itu.
Setelah beberapa jam akhirnya mereka telah sampai di bandara dan mereka segera memasuki taxi yang di pesan menuju hotel. Keindahan kota paris membuat yushka kembali terharu. Dia memegang tangan suaminya.
" Mas ... Terima kasih," ucapnya lolos pada akhirnya.
" Sama-sama sayang ... Semua untukmu," jawabnya singkat padat jelas.
Tak berselang lama mereka telah sampai di hotel. Aksa menuju resepsionis dan entah apa yang di bicarakan dia nampak sangat lama sekali. 15 menit kemudian dia kembali pada yushka.
" Sore ini kita makan di balkon kamar ya sayang ... Baru sampai soalnya. Kita habiskan waktu di kamar saja sambil makan," bisiknya sambil merapatkan pelukan di pinggang Yushka yang mengangguk paham.
Mereka pun menuju kamar hotel yang di tuju. Aksa menyuruh yushka lebih dulu bebersih dan dirinya yang merapikan pakaian yang mereka bawa. 1 jam lamanya yushka membersihkan badan biar lelahnya hilang. Nampak kemudian dia keluar dan aksa berganti membersihkan diri. Saat yushka menikmati sore lewat balkon kamar. Nampak seorang pegawai hotel yang permisi untuk menyiapkan makan sore mereka. Yushka mengangguk paham.
setengah jam mereka melakukannya ...
" Finish ... Permisi nona!" ( dalam bahasa indonesia) mereka pun segera keluar dari ruangan itu. Aksa yang sudah berganti baju dan melihat makan sorenya datang langsung mengangguk segera menghampiri istrinya.
__ADS_1
" Apakah kau suka sayang?" tanya aksa dengan menatap lekat wajah itu.
" Sangat ... Sangat suka," jawabnya sambil menggenggam tangan suaminya. Senyuman yushka membuat aksa gemes dan menciumnya mendadak.
" Bukankah sangat indah pemandangan di sini?" tanya aksa dengan mesra sekali. Yushka mengangguk. Dengan nakalnya aksa berbisik pada istrinya.
" Jika sudah makan ... Gunakanlah lingerie itu sayang. Aku ingin menikmati kebersamaan denganmu lebih dari biasanya. Aku ingin membuatmu bahagia dan supaya dalam perutmu segera ada benihku," ucapan aksa membuat semburat merah di wajah putih yushka.
" Tentu mas ... Apapun untukmu," jawab yushka.
" Bagus ... Karena tujuanku datang kemari ingin segera menghamilimu saja. Jika di rumah kamu selalu fokus bekerja," jawab aksa dengan memanyunkan bibirnya.
" Maaf ya mas ... Semua itu ku lakukan hanya untuk membantumu," jawabnya sambil memegang kedua pipi suaminya dengan menatapnya.
" Baiklah tak masalah ... Ayo kita makan sekarang!" ajak aksa.
Setelah makan selesai yushka membersihkan tangan dan mencuci wajahnya. Dia kembali bersih - bersih tak mungkin dia melayani suami dalam keadaan kurang baik. Sedang aksa sedang menutup Tirai putih tipis hotel itu. Aksa sengaja tak menutup jendela agar dapat menikmati angin senja paris. Hanya tirai putih itu yang dia tutup supaya tak tembus keluar karena posisi kamar mereka pun memang di atas.
Yushka memakai gaun lingerie itu di kamar mandi. Dia shock melihat dirinya sendiri dalam pantulan kaca. Dia menatap tak percaya dirinya saat ini.
" Seperti orang ****** jika menggunakan pakaian ini. Mas ... Menggelikan sekali," gumamnya saat melihat pantulan kaca. Yushka keluar dan melenggak-lenggok serta dia duduk di pinggiran ranjang dan memanggil suaminya yang sedang menatao ke arah jalanan bawah.
" Sayang ..... " panggil yushka dengan mesra. Sontak saja mata aksa terbelalak. Jika selama ini mereka hanya biasa-biasa saja kali ini mereka berdua ingin yang berbeda. Aksa segera masuk dan melepas hem putih tipis yang menempel di badannya yang tegap itu. Dan mendekati yushka sambil menciumnya.
" Cantik ... Bahkan lebih cantik dari yang ku kira. Lihatlah mana mungkin aku berpaling darimu jika ternyata tubuh istriku yang berbalut baju rapi setiap harinya ternyata se seksih ini. Ini mah namanya paripurna sayang ... " puji aksa pada istrinya itu.
" Mas ... kau ini kelewatan jika memuji. Tapi tak seindah kekasihmu itu. Aku benar-benar merasa kecil saat bersanding dengannya," jawab yushka menolak pujian itu.
" Maka jangan bersanding dengannya bersandinglah denganku. Sayang ... Layanilah aku!" pinta aksa. Yushka pun mengangguk dan mulai melayani suaminya itu. Kali ini memang yushka lah yang memimpin pergulatan senam senja. Hahahahahaha
__ADS_1
Sudah ya skip. Malam soalnya khawatir baper hihihihi jangan lupa likeeee dong. Mkshhhh pembaca yang budiman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Roy yang sedang di landa lembur dan tiba-tiba ingin pulang. Dia sempatkan mampir di Cafe dekat di sana. Dia benar-benar lelah saat kakaknya memutuskan untuk berlibur. Tanpa banyak pertimbangan dia segera ke sana. Dan ketika berada di sana. Matanya di suguhkan dengan pemandangan tak sedap. Ada seorang gadis cantik di goda oleh para pelanggan cafe. Namun tak seorang pun membantu.
" Kalian! Lepaskan tangan nona ini," seru Roy dengan rahang sangat keras karena gemretak. Mereka tak takut sama sekali.
" Siapa kamu? Pemilik Cafe ini saja ayahku. Maka semua pegawainya adalah hak kami," jawaban itu memang Roy sengaja rekam dari arah mejanya.
" Tapi ini adalah pelecehan. Lepaskan dia jika tidak aku akan merusak Cafe ayahmu ini!" ancam dengan sangat kesal.
" Jangan harap! Jika kau tak ingin keluar babak belur dari sini. Pergi dan jangan ganggu aktivitasku!" teriak pemuda songong itu. Terpaksa Roy mengalihkan pandangannya.
" Tuan ku mohon bantu saya ... Apapun akan saya lakukan tapi saya tak ingin di perlakukan seperti ini," ujar gadis cantik itu. Persetujuan dari gadis itu membuat Roy memiliki keberanian untuk membebaskannya. Roy segera menarik gadis itu hingga dia beralih ke tangan Roy.
" Jika dia tak mau maka kalian tak bisa memaksa! Atau jika tidak aku telpon polisi untuk menggrebek tempat ini," Ancam roy sekali lagi.
" Kurang ajar kau ini! Ayo kita habisi saja pemuda ini!" teriaknya dengan murka. Namun saat mereka akan membogemnya tiba-tiba suara ayah pemuda itu sangat lantang.
" Hai ... Nak! Jangan kamu mengangkat tangan pada kakak di hadapanmu itu. Dia orang berjasa dalam hidup kita. Mintalah maaf sekarang!" teriak sang papa. Sedang roy hanya diam tanpa minat ingin menyahuti.
" Tidak akan terjadi!" jawabnya datar.
" Sekarang Cal!" teriak sang ayah. Pemuda itu malah membogem Roy dengan keras setelah itu pergi.
Bug.
Nampak bibir Roy mengeluarkan darah karena luka. Gadis itu memegangnya.
" Maaf tuan ... " ucapnya.
__ADS_1
" Aku baik-baik saja," jawab Roy dengan menatapnya.