
Di kantor aksa yang sedang serius dengan pekerjaannya. Tiba-tiba ada suara tapak sepatu yang mendekat ke arahnya. Aksa yang awalnya hanya fokus pada map di hadapannya. Tapi saat ini bahkan suara langkah kaki itu terdengar nyaring di telinganya. Bahkan fokusnya ambyar begitu saja. Dia menoleh ke arah datangnya suara.
" Hai ... Sayang! Gimana kabarmu setelah putus dariku?" tanya Aprill dengan rasa kesal namun dia tutupi dengan senyuman. Senyuman itu sengaja dia tampilkan entah mengejek maupun lainnya.
" Untuk apa datang kemari prill? Jangan buat skandal baru yang membuat nama baikku terkesan tak tahu diri," ujar Aksa dengan dinginnya. Nampak gadis itu tertawa terbahak-bahak mendengarnya.
" Jangan menyesal jika kamu tidak memperlakukan aku dengan baik. AYolah tuan Ivander muda kamu adalah kekasihku mana mungkin aku bisa melupakan kisah kita yang sangat standart itu," ejek Aprill yang nampak terlihat sangat bahagia saat bertemu dengan aksa. Aksa terlihat sangat jengah melihat gadis di hadapannya ini. Dia memang pernah mencintai aprill tapi ketika melihat aprill seperti gadis murahan dia sangat tidak suka. Meskipun itu karena dia mencintai dirinya.
" Ck. Jangan merendahkan dirimu di hadapanku. Ingatlah laki-laki yang di pilihkan orang tuamu sangatlah berpengaruh. Jangan membuatnya murka. Senangkanlah laki-laki itu sebagai suamimu," jawab aksa mengingatkan aprill yang terlihat tak bahagia.
Gadis itu nampak beringsut dan terduduk. Air matanya tadi yang tenang setenang air danau kini meleleh bagai air sungai yang mengalir deras dan pandangannya yang sedari terpancar sangatlah berani kini terlihat meredup tak memiliki cahayanya.
" Nikahilah aku Tuan Ivander ... Aku benar-benar tak ingin menikah dengan orang lain. Setidaknya mereka membiarkan aku sendiri daripada menikahkanku. Ku mohon ... Jadikanlah aku simpananmu," tangis aprill kini menjadi-jadi. Aksa yang terlihat sangat iba itu mendekati april hanya sekedar menenangkannya.
" Prill ... Jodoh itu sudah ada yang mengatur jangan mempersulit dirimu. Cobalah buka hatimu untuk pria itu," ucap aksa. Namun aprill malah menarik tangan aksa yang tak ingin menyentuhnya dalam pelukannya. Aksa yang tak sigap jatuh ke pelukan aprill dengan mudahnya.
" Jangan menyuruhku naik ke ranjang orang lain tuan ivander. Aku hanya mencintaimu dan aku hanya ingin kamu yang menyentuhku," aprill mengatakan kata-kata yang membuat aksa begidik ngeri. Aprill nampak seperti bukan aprill saja. Ivander melepaskan pelukannya namun aprill mengeratkannya. Saat bersamaan dengan hal itu yushka masuk ke ruangan aksa dan melihat adegan romansa kekasih itu. Seketika yushka menatap tak percaya.
" Maaf ... Saya menganggu. Permisi!" dia langsung berlari saat itu juga. Bodohnya dia merasa di butuhkan oleh suaminya saat ini. Namun realitanya dia sedang bersama wanita lain. Pantas saja dia mengizinkannya tidak bekerja hari ini. Yushka merutuki kebodohannya. Dia juga menyesal telah memberikan malam pertama meskipun belum semuanya di bobol olehnya. Yushka merasa sangat menyesal karena aksa bisa menikmati tubuhnya sedangkan di sisi lain dia sedang berbahagia dengan wanita itu.
Aksa menghempaskan dengan kasar aprill. Aksa menatap tajam ke arah mantan kekasihnya itu. Aksa segera berdiri dan berlari menyusul istrinya. Namun sebelumnya dia mengatakan hal yang menohok.
" Jangan pernah datang ke hadapanku! Aku sudah berusaha baik padamu tapi rupanya kamu tak mengindahkan ucapanku," serunya kemudian berlari keluar.
Di sisi lain ...
" Aku ... Tidak ingin bertemu dengannya lagi. Dengan ijinnya atau tidak aku akan pergi dari rumah. Aku tidak ingin menyesal di kemudian hari. Takkan kubiarkan hidupku hancur karena keluarga ivander. Takkan ku biarkan hatiku rusak karena mereka. Cukup yushna yang pada posisi itu. Aku berbeda dengannya," ujarnya sambil keluar dari taxi.
__ADS_1
Yushka menuju kamarnya dan memasukkan semua bajunya pada koper namun pada saat dia ingin beranjak dari sana dia melihat sepasang mata menatapnya seperti tatapan ingin membunuh.
" Mau kemana kamu? Apakah begini caramu bersikap pada suami? Tanpa bertanya dan berkata ingin kabur dari rumah," ucap aksa menggema di seluruh ruangan. Aksa melangkahkan kakinya sedikit demi sedikit untuk menemukan jawaban.
" Cukup! Jangan melangkah lagi tuan aksa. Aku muak dengan sandiwaramu. Bahkan aku twrlihat seperti boneka mainan bagimu! Apa yang aku pikirkan saat melihat adegan live tadi tidak akan pernah kamu rasakan karena aku tidak pernah melakukannya dengan pria lain! Jadi cukup membuat alasan saat ini aku sedang tidak ingin bertemu dengaNmu," yushka melangkah pergi.
Aku bahkan sangat mengagumi. Bahkan saat ini aku semakin mencintaimu Ratu Siul. Kamu benar-benar menjaga dirimu dari makhluk yang bernama laki-laki. Tidak semua orang dapat menjaganya dengan baik.
Pikiran aksa sudah melambung. Namun tangannya menarik yushka ke arahnya. Yushka mencoba melepaskan tangannya. Namun aksa malah menggendongnya dan membawanya ke ranjang. Aksa menidurkan istrinya itu dan menindihnya supaya tidak berupaya kabur lagi.
" Lepaskan aksa! Aku sedang tidak ingin bercanda," teriak yushka pada suaminya yang menatapnya begitu intens.
" Aku juga tidak ... Aku hanya sedang menikmati wajah gadis kecil itu. Dia bersiul di dekat sawah sambil tertawa bahagia dan dia merindukan sosok ibu dan saudaranya," aksa tersenyum padanya.
Deg.
" Sendiri saja bersiulnya?" tanya anak remaja itu.
" Iya .... " jawab gadis kecil itu singkat.
" Mau ku bantu bersiul?" tawarnya dengaj senyuman tampannya. Yushka hanya tertawa kecil mendengarnya.
" Ini area bersiulku. Hanya aku Ratu siul di sini yang lain minggir dulu!" serunya sambil tersenyum. pemuda remaja itu kemudian berdiri.
" Aku harus pergi! Lain waktu akan aku temani bersiul. Sampai jumpa!" seru aksa sambil mengacak-acak rambut yushka kala itu yang masih berusia 6 tahun.
...****************...
__ADS_1
" Lepaskan aku aksa! Jangan melebihi batasmu, aku harus pergi sekarang!" seru yushka dengan kesal. Mungkin aksa tak sengaja mengucapkan kata-kata tadi. Tanpa aba-aba aksa menenggelamkan wajahnya di ceruk leher yuska dambil berkata yang membuatnya kaget tak bergeming.
" Aku merindukanmu Ratu Siul. Bahkan kamu membuatku tak berdaya. Bertahun-tahun lamanya aku tak bisa mencintai perempuan lain dengan benar. Saat ini aku menginginkamu jangan menolakku. Kamu sudah sah menjadi istriku. Kali ini ku mohon jangan menolakku! Aku adalah suamimu. Bahkan kamu tak mengijinkanku membobolmu dengan sempurna. Kita coba sekali sekali lagi, aku yakin kamu takkan bisa pergi jauh dariku lagi!" seru aksa dengan berbisik. Tapi tangan aksa sudah menyingkap Bawahan yang di kenakan yushka saat ini.
" Jangan ... Aku masih takut," ujar yushka menghentikan tangan aksa.
" Akan aku lakukan selembut mungkin. Jangan menolakku lagi, aku merasa sakit jika kamu tak menginginkanku. Kamu cukup memelukku jika merasakan sesuatu yang nyeri," bisiknya. Yushka pun tak bisa menolaknya lagi.
Aksa pun kembali beraksi di atas t*buh istrinya. Tangannya bermain dengan sangat lihai. Dia arungi setiap inci yang ada di hadapannya. Yushka ingin menahan desahannya namun hal itu malah lolos yang akhirnya membuat aksa tersenyum. Siang ini terjadilah hal yang seharusnya terjadi namun sempat tertunda. Aksa melakukannya supaya istrinya itu percaya bahwa hanya ada yushka dalam hatinya. Aprill hanyalah seseorang yang mampir dalam hatinya sejenak seperti tamu.
" Ahhh ... Sakit!" teriak yushka. Namun aksa malah menciumnya dan terus memacunya supaya rasa sakit itu semakin hilang. Yushka terlihat menangis. Air matanya meleleh namun aksa tak bisa menundanya lagi. Hingga akhirnya dia sampai pada klimaksnya.
" jahat ... " tangis yushka.
" Aku harus melakukannya sayang. Supaya kamu yakin bahwa aku memang mencintai dari dulu," aksa memeluknya dan mencium puncak kepala yushka. " Apakah kmu tidak menikmatinya?" tanya aksa yang membuat yushka melotot seketika.
" No ... Ini sangat sakit! Teriaknya sambil memalingkan wajah," aksa terkekeh. Mungkin istrinya ini masih kaget dengan penyatuan pertama ini.
" Maka harus di ulangi supaya kamu bisa menikmati dengan benar," Godanya.
" Tidak sekarang ... Mas please!" wajah yushka sudah memelas. Aksa mengangguk dan memeluknya.
" Thank you very much sayang," bisiknya.
.
.
__ADS_1