
Seusai mengerjakan proyek milik sang manager yushka menyandarkan punggungnya. Dia menyandarkan kepala pada kursinya. Dia memejamkan mata sejenak.
Andaikan saja hatiku tak kesal mungkin pernikahan ini tak perlu terjadi. Sebenarnya masalah itu terjadi di antara Yushna dan suaminya. Itu pun pilihannya. Namun aku merasa saudaraku di jadikan pelampiasan. Mungkinkah aku harus mengakhiri semuanya. Tapi ini baru saja di mulai mana mungkin aku minta cerai padanya. Batinnya bergejolak.
Saat ini semua teman-temannya mungkin sudah memilih beristirahat tapi yushka dia lebih memilih di kantor saja. Biarlah jika dia di lempar dari gedung lantai ini. Rasanya yushka enggan untuk melangkahkan kakinya keluar dari ruangan. Dia ingin memejamkan mata beberapa saat.
" Apakah senyaman itu bersandar pada kursi kerja?" tanya seseorang di depan yushka. Ya suara itu menyapu pendengarannya. Dia membuka matanya yang lelah.
" Pak Aksa," lirihnya di tengah kesadarannya yang belum hilang sepenuhnya.
" Apakah lelah membantu managermu mengerjakan proyek?" tanya makhluk laki-laki dihadapannya ini yang merupakan suaminya. Yushka memicingkan pandangannya.
" Hanya ingin istirahat. Bolehkah aku minta cerai darimu? Menikah denganmu tak seindah yang ku kira," jawaban absurd yushka membuat suaminya itu mengernyitkan alis. Dia tak percaya bahwa dia ingin bercerai.
" Semudah itukah pernikahan bagimu? Keluar masuk KUA semaumu?" tanya Aksa mengeras. Kali ini pandangannya nanar. Yushka nampak acuh tak acuh. Dia berasa di permainkan oleh gadis sialan di hadapannya ini. Martabat keluarganya seakan tak penting bagi istri absurdnya ini.
Tanpa banyak bertanya aksa menariknya keluar dari perusahaan. Beruntung perusahaan sepi karena semua pegawai sedang beristirahat. Namun Roy melihat semua perlakuan aksa yang mungkin sedikit kasar. Tangan kekarnya itu menarik dengan kuat gadis itu menuju mobilnya. Roy hanya mengamati tak berniat untuk membantu atau apapun. Biarkan saja itu menjadi urusan kakaknya.
__ADS_1
Aksa mendorong kasar Yushka ke dalam mobilnya. Yushka ingin mengaduh tapi tak mungkin dia lakukan. Suaminya ini memang kasar. Di samping dia bersikap dingin dia juga enggan memgatakan apa penyebab dirinya sampai dia di perlakukan seperti ini. Tapi yushka yakin dia marah karena meminta cerai dengan alasan tidak jelas. Sepanjang perjalanan dia di diamkan oleh suaminya. Sesampainya di rumah....
Aksa kembali menarik lengan yushka dengan kasar. Yushka hanya diam selama dia tak di gagahi paksa dia akan menerima sampai laki-laki itu puas pada kemarahannya.
" Apakah kamu bosan di perlakukan dengan baik oleh seorang lelaki istriku? Katakan saja aku akan mengajarimu bersiteru di atas ranjang. Kamu rupa-rupanya tak memberiku kesempatan untuk memahamimu. Bahkan kamu membuatku jengah dengan sikapmu yang berganti sesuka hatimu!" teriak aksa sambil mendorong yushka hingga lengannya mengenai meja di samping ranjang.
" Ahhhh ... " akhirnya yushka mengaduh kesakitan tapi dia kali ini masih belum ingin menjawabnya. Dia ingin tahu batas maksimal kemarahan Aksa.
" Aku bahkan belum berkata apa-apa padamu! Tapi kamu nampak sangat emosi sekali," jawabnya acuh dengan berdiri meskipun lengannya sakit.
Namun aksa terlanjur kembali mendorongnya sehingga terjerembab ke ranjang. Yushka menatao tajam kali ini ke arah suaminya.
" Jangan harap ... Bahkan aku tak mau melakukannya meskipun dalam mimpi!" ketusnya membuat aksa naik pitam dan merobek baju yushka.
" Maka lihatlah bagaimana aku akan membuatnu ketagihan dan melenguh di bawah kungkunganku yushka. Jangan berharap kamu lepas dariku!" serunya membuat yushka tersenyum miring dan mulai membuka suara.
" Tentu saja kamu akan melakukan itu! Karena kau adalah keturunan Ivander dimana dia nampak pengecut dan seperti pedofil. Menikahi anak di bawah ukur. Cih," yushka mendorong aksa yang termangu di hadapannya.
__ADS_1
Aksa tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut istrinya. Gadis ini telah menghina keturunan Ivander. Itu artinya dia memiliki dendam terselubung pada keluarganya. Aksa menatap tajam padanya.
" Siapa kamu? Apq tujuanmu kemari?!" tanya aksa kini nampak sudah tak mesum lagi. Yushka tersenyum bahagia. Gadis itu mendekat dan menunjuk dasa Ivander muda.
" Kau pasti akan mengingat wajahku seperti siapa? Saat hal itu tiba barulah kamu mengingat semuanya. Biarkan aku pergi Aksa!" seru yushka dengan kasar.
Tapi si pemuda tampan itu tak membiarkannya pergi. Dia masih setia dengan memandangnya. Aksa mulai melepas kuncirannya, kacamata yang selalu dia gunakan.
" Apakah kamu kenal dengan Yuna?" tanya aksa tanpa basa basi. Yushka tersenyum getir dan berbisik sesuatu pada suaminya. Sebelum dia pergi ke kamarnya tanpa di hadang kembali.
" Kamu bahkan bisa mengingatnya dengan baik Tuan Ivander muda. Bukankah dia lebih cocok jadi istrimu daripada ibumu. Pedofil bukan ayahmu itu? Ck," yushka segera berlalu dari sana. Sejujurnya dia takut jika aksa menggagahinya. Dia belum siap dan tak ingin hamil seperti saudaranya itu.
.
.
.
__ADS_1
Jamgan lupa dikungannya ya. Mohon maaf jika tidak d bls karena memang bagi2 waktu guys. Maksihhhh yg udah mampir.