
Dhara terlihat gugup saat tuan yang kini statusnya berubah menjadi suami itu menatapnya dengan tajam. Roy tersenyum saat gadis iti tersipu malu.
" Kenapa?" tanya Roy dengan mengangkat dagu istrinya. Dhara menggeleng perlahan.
" Mau sekali lagi??" tanya Roy modus. Karena sebenarnya dia sendiri yang masih menginginkannya. Dhara langsung menanggapinya dengan gelengan dan ...
" Jangan Mas ... Masih nyeri," jawabnya dengan malu-malu dan pipinya menjadi merona seperti kepiting rebus.
" Hahahahha ... Baiklah bersiaplah kita pulang sore ini," ucap roy dengan terkekeh. Dhara mengangguk paham sekali.
Di kamar hotel lainnya Dhara menemui keluarganya yang hari ini juga akan pulang ke kampung halamannya. Dhara menemui ayah ibu dan kakaknya.
" Ini dia ... Yang menggoda majikannya sampai bisa menikahinya!" seru kakaknya nampak tak suka. Dhara hanya menghela nafas berjalan ke ayahnya.
" Ayah? Apakah baik-baik saja? Bukankah ayah masih kurang sehat?" tanya Dhara memegang tangan sang ayah. Ayahnya yang sakit itu tersenyum.
" Setidaknya ayah tidak khawatir nak padamu karena sudah ada yang menjaga. Semoga bahagia," lirih sang ayah. Ibu Dhara hanya bisa diam dan melihat putri yang selama ini dia suruh bekerja keras untuk menghidupi keluarga malah memiliki nasib yang baik. Sedangkan putri yang dia banggakan hingga hari ini masih tidak membantu keuangan keluarga sama sekali.
" Ibu ... Dhara titip ayah! Dhara yakin ibu lebih bisa menjaga ayah. Dhara masih bekerja jadi bisa memberikan ayah dan ibu untuk kehidupan sehari-hari," ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Sang ibu pun memeluk Dhara.
" Maafkan ibu Dhara sudah menghentikan sekolahmu dan membiarkanmu bekerja hingga saat ini," jawab sang ibu merasa malu.
" Sudahlah bu! Dia itu hanya berbasa basi," ujar kakaknya nimbrung dalam kehangatan ibu dan putri kecilnya.
" Diamlah Salfa! Adikmu memang tidak pintar seperti dirimu tapi setidaknya dia tak menyusahkan kami," teriak sang ibu karena sudah kesal dengan kemarahan tidak jelas yang di tunjukkan salfa dari beberapa hari lalu setelah mendengar kabar pernikahan adiknya.
" Bagus ya ibu! Sekarang udah bisa marahin salfa seperti ini. Dulu saja salfa juara dan meraih prestasi ibu bangga pada salfa sekarang mana ibu yang dulu!" teriaknya dengan sangat kesal. " Semua gara-gara kamu Dhara," lanjutnya. Tangan salfa yang hampir saja mendarat sempurna di pipi Dhara di cekal oleh seseorang yang tangannya sangat tegas.
" Jangan memukul istriku ... Aku menghargaimu karena kamu adalah saudara dari istriku. Jadi, jangan bertindak kasar pada sesuatu yang sudah menjadi milikku. Satu lagi kamu sudah sangat dewasa carilah pekerjaan jangan bisanya menyusahkan orang tua bukankah kamu lebih berprestasi dari istriku? Seharusnya kamu juga lebih mumpuni dong," ledeknya dengan penuh arti.
Roy berjalan mendekati mertuanya. Dia memberikan satu amplop coklat. Dia ingin memberikan kartu tunai namun khawatir jika putri kesayangan mereka merogoh isinya secara cuma-cuma. Akhirnya roy memberikan memilih uang tunai.
" Ayah ... Sementara gunakanlah uang ini untuk sehari-hari. Kami akan datang ke sana jika saya longgar. Jika kami tidak bisa datang putri ayah akan memberikan uangnya seperti biasanya," jawab Roy sambil duduk di hadapan mertuanya itu.
" Nak ... Terima kasihh. Jangan membuat kami sungkan. Titip putri kami jika nakal di jewer saja anak mantu," ujar ayah sambil sedikit tertawa. Roy jadi tersenyum dan mengangguk paham.
" Ayah ... Maafkan roy tapi mobil yang mengantar kalian sudah di depan," jawab Roy sambil memberi tahunya.
" Baiklah nak terima kasih ... Semoga bahagia selalu," dia sang ayah. Sedangkan ibu hanya memperhatikan interaksi mantu dan mertua itu.
__ADS_1
Salfa nampak diam dan kesal sedari tadi. Dia sudah ingin mual dari tadi melihat Roy nampak sangat mencintai adiknya. Roy nampak mengulurkan hadiah untuk salfa karena itu adalah sebuah tradisi kata istrinya.
" Ini untukmu! Gunakanlah kesempatan ini dengan baik," ucap Roy membuat kakak dari Dhara itu menerbitkan senyuman. Dia bisa masuk ke universitas dengan jalur khusus.
" Terima kasih," jawabnya dengan antusias.
" Berterima kasihlah pada istriku karena dialah yang membujukku untuk hal ini dan dia juga menginginkan untuk memberimu sesuatu," jawabnya jujur tanpa embel-embel. Meskipun dia tahu saat ini kakak Dhara sangat kesal.
Mereka semua pun keluar dari kamar menuju ke depan hotel. Mereka pun semua mengangguk sebagai tanda berpamitan. Roy tersenyum ramah pada mereka tanpa terkecuali.
Roy berjalan masuk ke hotel dhara mengekor seperti biasanya. Namun perkataan Roy membuatnya berhenti sejenak.
" Kakakmu itu sebenarnya anak siapa??? Sikapnya kok ya seperti orang berada sedang orang tua dan adiknya sibuk memberikan nafkah," omelnya sambil berjalan. Namun saat langkah Dhara terhenti Roy jadi menatap istrinya.
" Kenapa? Apakah aku salah bicara," tanya Roy sambil menatap istrinya.
" Maafkan dia mas ... Dia tak terbiasa hidup susah," jawabnya membela sang kakak.
" Terserah kau saja," jawab Roy kemudian pergi ke kamarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bila ingin melihat Nabi di dalam surga
Bila ingin selamat nanti dari neraka
Minta pertolongan pada Nabi Muhammad
Allahumma Sholli Ala Muhamamdin
Ya Robbi Sholli, Sholli 'Alaihi Wasallim (3×)
Bila ingin berjumpa Nabi hari kiamat
Basahi dulu bibirmu dengan sholawat
Bila ingin selamat nanti dapat syaafa'at
teguhkan cinta pada Nabi Muhammad
__ADS_1
Jangan jangan ragu
Jangan tunggu waktu
Istiqamahlah bersholawat kepadanya
Jangan jangan malu karena dosamu
Rasulullah sangat mencintai umatnya
Allahumma Sholli Ala Muhamamdin
Ya Robbi Sholli, Sholli 'Alaihi Wasallim (3×)
Ikan dalam kolam versi sholawat
Ketika masuk dalam kamar aksa jadi mengernyitkan alis saat istrinya bersenandung lagu yang lagi trend di kalangan muda mudi saat ini.
" Sayang ... Kamu sedang menyanyi??" tanya aksa pada istrinya. Yushka tersenyum sambil mengangguk.
" Pengen nyanyi mas ... Enak saja di dengar," jawabnya dengan manja gulita.
" ngidam memangnya???" tanya aksa sekali lagi.
" entahlah ... Pengen aja mas," jawabnya lagi.
" Istirahatlah sayang supaya tidak terlalu lelah. Taruh dulu makanannya berdiri dan ke ranjang istirahat. Nyanyinya bisa nanti lagi," rayu aksa pada istrinya. Nampak si istri mencebik tapi aksa agak tak peduli. Karena dia tak ingin istrinya lelah.
Dia ini membuatku geleng-geleng kepala saja. Aneh - aneh saja menyanyi lagu seperti itu. Hmmm bumil selalu menang dan takkan peenah kalah.
Selama yushka tidur aksa kembali membuka laptopnya dan bekerja. Dia tak ingin melewatkan pekerjaannya saat ini. Dia tak mungkim malas-malasan di kala Roy sedang menikmati bulan madunya yang hanya 2 hari saja.
Saat Aksa asik mengotak atik laptop dia mendapatkan email masuk dari kekasihnya eh mantan kekasih kali ya.
Hai ... Boy how are you today sayang. Miss you so much. Aku bahkan tak bisa pulang begitu saja. Jangan katakan jika kamu sudah menikah????
.
.
__ADS_1
.
Wahhhh ambyar dong ya.... Jangan lupa likeeee.