
Yushka berkemas di kamar kost-nya. Dia menatap kamar kecil ini. Yushka nampak bersedih saat harus meninggalkan kamar ini. Bukannya bahagia yang bisa dapatkan malah sedih. Yushka memang perempuan yang ingin hidup bebas tanpa pengaturan dari siapapun. Tapi semenjak pak atasannya itu sangat riweh malah membuatnya dalam masalah. Andaikata ia tak butuh pada perusahaan ivander dia benar-benar sudah out dari sana. Saat dia melamun tiba-tiba saja ponselnya berbunyi.
" Dimana kamu!" teriak ivander.
" Masih di kost pak ... Capek habis berkemas," jawabnya ngasal.
" Cepatlah sedikit!" perintah Aksa dengan nada tegasnya.
" Baik pak," jawab yushka yang sangat menurut pada ivander. Tanpa aba-aba aksa menutup sambungan teleponnya.
Yushka gedumel kesal sambil berjalan keluar. Dia menemui ibu kost dengan gontaai. Kakinya terasa berat untuk di langkahkan. Sesampainya di rumah hu kost.
" Yushka mau kemana? Katanya di sini nyaman," tanya bu kost dengan menatap yushka. Bu kost nampak bersedih sebab yushka adalah peribadi yang humble. Dia nampak kehilangan jika yushka keluar.
" Betah bu ... Tapi ada sedikit permsalahan yang membuat Yushka harus keluar. Tapi jika memungkinkan suatu saat yushka akan kembali bu," jawabnya sambil tersenyum.
" Wah, sayang sekali. Baiklah yush semoga dimana pun kamu berada selalu sukses dan jangan lupa jika menikah undang ibu ya!" pinta ibu kost. Yushka tersenyum dan mengangkatnya jempolnya menandakan bahwa dia setuju.
Yushka pun meninggalkan rumah kost-nya dengan perasaan nano-nano. Tapi ini harus dia lakukan saat ini dia butuh biaya untu menyokalahkan adiknya. Karena sudah cukup ayah ibu membiayainya sampai di luar negeri. Kini gilirannyan membahagiakan kedua orang tua dengan berbagai macam cara.
...----------------...
Keadaan di rumah aksa ...
Nampak Roy menghampiri kakaknya yang sedang bersantai di ruang kerjanya. Roy berjalan tanpa senyuman kali ini. Padahal dia paling slengek-an diantara saudaranya.
" Kak! Kenapa kamu membuatnya tinggal di rumah ini," seru Roy dengam tegas tentunya. Aksa mulai menerbitkan senyumannya. Aksa mulai berdiri dan menghampiri adiknya dan berbisik yang memhuat roy geli.
__ADS_1
" Apakah adik kakak ini cemburu?" tanya aksa dengan meledek. Namun roy kali ini tak sedang bergurau.
" Kak ... Roy serius jangan bercanda," ucapnya sambil melirik kakaknya yang sudah terkekeh.
" Aku hanya ingin mempekerjakannya di sini. Dia membutuhkan uang banyak untuk membiayai adik-adiknya di kampung halaman Roy. Di tinggal di sini gratis dan aku akan menambah gajinya dan makannya pun gratis. Biar dia lebih hemat," jawab aksa menampilkan satu alasan tapi tidak dengan alasannya lainnya. Dia tak ingin Roy tahu alasan lainnya apa. Saat ini yang dia inginkan gadis itu aman bersama dirinya sewaktu-waktu Roy mencintainya.
" Kak .... Kau bisa menambahkan uang lemburr tak perlu berlebiham seperti ini!" seru Roy seperti orang tak terima saat kakaknya mempekerjakannya di rumah aksa. Namun aksa membiarkan Roy melampiaskan kekesalannya itu. Aksa sudah lelah melihat roy menunggu kedatangan Celine yamg tak kunjung tuntas.
" Lalu? Kamu kira dia akan berpikir apa tentangku? Tidak setiap hari Roy aku melemburkan pegawai di kantor. Maka pegawai lain akan meliriknya sinis saat aku memberikan hal lebih," kelas Aksa dengan tenangnya.
" Kamu benar-benar aneh kak. Lalu bagaimana jika aprill mengetahui ini ? Apakah kakak yakin tidak memberikan masalah pada kehidupan yushka ke depannya. Bahkan kekasihmu itu tak menyukai siapapun menginjakkan kakinya di rumah ini kak," ucap Roy menggebu-gebu. Namun lagi-lagi aksa menampilkan senyumnya yang estetik.
" Jangan risaukan itu Roy. Aprill adalah hakku maka aku yang akan mendiamkannya dengan caraku. Tugasmu adalah melupakan Celine dan segeralah membuka hati untuk perempuan lain," jawab Aksa langsung pada intinya. Roy malas berdebat dengan kakaknya ini. Karena pada akhirnya dialah yang akan kalah jika terus berdebat dengan kakaknya.
" Terserah kamu saja kak. Tapi jangan menyuruhku melupakan celine. Dia cinta pertamaku kak aku tidak bisa," jawab Roy membuat aksa kembali menghembuskan nafas kasarnya. Dia tak menyukai kebucinan Roy yang kelewat batas maksimal.
Saat aksa keluar dari ruang kerjanya...
" Pak ... " panggil yushka. Aksa menoleh dengan tatapan tak bersahabat.
" Mintalah bantuan pada Roy!" serunya kemudian menaiki tangga tanoa menoleh sama sekali. Yushka nampak memperhatikan atasannya itu. Sebab mimik dalam wajahnya sangatlah terlihat. Lagi-lagi yushka merasa datang di saat salah. Yushka yang sedari tadi melamun di kagetkan oleh Roy.
" Sudah tadi Yush?" tanya roy dengan memegang pundaknya.
" Eh, pak Roy. Baru saja ini saya di suruh minta tolong pak Roy," jawab yushka diikuti anggukan Roy. Kemudian dia membawakan koper yushka ke kamar dimana aksa tadi menyuruhnya. Dalam perjalanan ke kamar yushka mencoba bertanya perihal bosnya itu.
" Pak ... Sebenarnya pak aksa kenapa? Wajahnya serem banget seperti menahan amarah," tanya yushka membuat Roy tersenyum dengan tenang.
__ADS_1
" Mungkin ada masalah yush. Lupakan saja biarkan pak aksa menyelesaikan permasalahannya sendiri," jawab Roy tanpa menatap yushka. Dia enggan bercerita tentang celine pada yushka. Baginya yushka tetaplah orang luar yang tak perlu tahu masalahnya.
" Emmmm ... " yushka hanya menanggapi dengan deheman yang itu artinya dia tak puas dengan jawaban Roy.
" Yush ... aku harus pulang. Aku titip kakakku tolong perhatikan makannya. Jika sedang marah begini dia tak akan makan," bisik Roy padanya. Yushka hanya mengangguk sedangkan roy tersenyum dan memegang pucuk kepala yushka dengan manja.
" Thank you Yush ... Aku pergi dulu!" pamit Roy. yushka hanya memandang kepergian lelaki itu. Yushka yang entah melamun dan akan mengikuti langkah kaki roy malah kakinya terpeleset. Namun roy yang mengetahui hal itu menangkapnya tetapi sayang sekali Roy ikut terjatuh dan menindih Yushka.
" Aahhhhhhh ... !" teriak yushka karena terjatuh. Kini netra mereka berdua saling bertemu. Jantung yushka nampak tak aman. Ada rasa aneh mwnjalar di tubuh yushka pada Roy. Namum roy menepis bahwa gadis di hadapannya ini sangatlah cantik karena baginya celine adalah segalanya. Tak bisa di gantikan oleh siapapun.
" Pak Roy anda tak ingin berdiri? Tubuhnya berat sekali pak sumpah!" seru yushka yang membuat Roy terkekeh dan beranjak dari tubuh yushka. Namun lagi-lagi Roy tak sengaja menyentuh Squisi milik Yushka dan gadis itu berteriak.
" Ahhh ... Jangan di sentuh pak!" teriak yushka. Roy mengangkat tangannya dan menelan salivanya susah.
" Sorry ... Gak sengaja Yush. Aku pergi sekarang dan jangan mencoba berdiri lagi," ucap Roy membuat yushka mengangguk. Pemuda itu keluar dengan mengacak rambutnya karena malu.
...----------------...
Dari layar monitor Aksa memperhatikan adegan surr yang baru saja terjadi. Pemuda itu nampak tersenyum miring. Aksa nampak ingin meledek Roy.
" Roy ... Roy ... Mana mungkin kau tak tertarik padanya. Wajah mesummu itu sangat terlihat jelas sekali. Kalian sangat intens baru saja. Jika yushka tak mengingatkanmu pasti kau akan khilaf. Tanganmu saja tak bisa di kondisikan. Cepatlah Roy lupakan Celine segera," lirih Aksa dalam kamarnya. Aksa tersenyum sendiri seperti orang gila saat melihat adiknya sejenak melupakan si celine itu. Gadis itu benar-benar merusak jiwa Roy sampai sejauh ini.
Nampak Kamar mewah milik aksa tak pernah di masuki oleh siapapun termasuk Roy. Hanya paman yang biasa ikut keluarganya yang membersihkan kamar ini. Karena yang masuk kamar ini berarti dialah istri aksa. Karena fasilitas di dalamnya sengaja ia desaian mewah hanya untuk istrinya siapapun itu kelak. Aksa memang tak membatasi ruang geraknya bersama aprill. Tapi gadis itu pun tak pernah dia ajak ke kamar ini.
.
.
__ADS_1
pagi² udah aku kasih up ya jangan lupa vote like dan dukungan lainnya. Author percaya bahwa kalian adalah bagian dari kesuksesan novel ini. Thank you very much.