Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 50


__ADS_3

Tanpa persetujuam siapa-siapa Roy membawa gadis itu ke apartemennya. Dia terpaksa ke sana untuk mengobati lukanya. Gadis tersebut terus memandangi wajah memar Roy.


" Tuan ... Jika saya tidak lancang berhentikan mobil tuan di apotik depan," Roy mengangguk paham. Dia pun segera memarkirkan mobilnya di apotik. 10 menit kemudian dia datang dengan membawa sekantong kresek putih di tangannya. Ketika berada di dalam mobil.


" Maafkan aku tuan tapi aku harus mengobatinya," si gadis mengeluarkan handuk kecil dan es batu. Dia mengompres lebam Roy dengan telaten. Dia menelisik area luka itu.


" Aauuuhhh ..... Sssss," rintih Roy saat rasanya ngilu sekali. Gadis itu sontak meniup lukanya supaya reda. Roy jadi menatapnya dengan intens.


" Maafkan aku tuan ... Sudah membuatmu terluka. Tapi dia sering melakukan hal itu pada pegawai lainnya. Aku takut saat dia datang. Tadi aku benar-benar tak bisa menghindar," lirihnya sambil mengeluarkan salepnya. Roy tersenyum sambil meringis.


" tidak apa-apa. Rumahmu di mana aku antar!" seru Roy. Gadis itu menatap wajah Roy.


" Saya tinggal di kontrakan kecil tuan dekat sini," jawabnya sambil menunduk. Itulah mengapa dia menyuruh Roy berhenti di apotik. Roy mengangguk paham.


" Bawalah barang-barangmu. Kerjalah di tempatku! Jangan bekerja di tempat terkutuk itu karena belum tentu aku ke sana lagi setelah kejadian tadi," Roy menatap ke arah depan.


" Tapi .... " belum selesai dia mengatakan sesuatu.


" Jangan takut aku akan mempekerjakanmu di tempat kakakku. Dia memiliki istri yang baik. Dia pasti suka saat melihatmu datang," jawabnya kemudian. " Apa aku perlu membantumu?" tanya sang Pemuda di sampingnya. Gadis itu menggeleng cepat.


" Hanya sedikit," jawabnya singkat.


" Baik ... Cepatlah!" seru Roy yang sudah lapar itu. Dia tak begitu memperhatikan lagi. Gara-gara pemuda brengsek tadi selera makannya hilang. Roy yang menunggu selama 25 menit merasa lama. Dia menoleh ke sana kemari.


" Apa dia kabur?" tanya Roy lirih. Namun sejurus kemudian perempuan itu muncul dari gang. Roy menghela nafas lega. Ternyata dia tak kabur. Dugaannya saja yang salah.


" Maaf lama tuan ... Harus pamit sama ibu kos," ucapnya saat Roy terlihat bosan. Roy hanya menanggapinya dengan anggukan semata. Kemudian Roy mengemudikan mobilnya ke rumah besar milik aksa. Gadis itu melongo saat melihat rumah megah itu.


" Turunlah!" perintah Roy padanya. Gadis itu hanya mengekor tanpa ingin mensejajarinya. Roy tak peduli setidaknya dia aman di tempat ini. Saat gadis itu berjalan tanpa melihat depan dia menubruk badan tegap Roy yang keras. Alhasil dahinya sedikit sakit.


Bugh.


" Aahhh ... " keluhnya. Roy tersenyum kecil dan membalikkan badannya.

__ADS_1


" Jika berjalan lihatlah depan! Jangan menunduk seperti mencari apa yang yang sangat penting. Ck," ledek Roy. Namun beberapa saat Roy mengatakan sesuatu yang membuat gadis itu tak bisa menolak.


" Kau bisa memasak kan? Aku sangat lapar. Ketika di kafe seleraku menghilang tanpa jejak," keluh Roy sambil menghela nafas.


" Bisa tuan ... " jawabnya sambil mengangguk.


" Baguslah ... " kemudian Roy mengajaknya ke dapur mewah rumah itu. Roy sedari tadi sibuk menelpon kakaknya.


...----------------...


" Hai kak ... Apakah aku menganggu?" tanya Roy. Aksa mengernyitkan alisnya.


" Tentu saja kau menganggu. Ada apa menelpon?" tanya aksa dengan menatap serius.


" Kak ... Aku ijin membawa gadis itu kemari. Biar jadi asistenku jika di rumah kalian," Roy mengarahkan layarnya pada seorang perempuan cantik di sana. Aksa menganga.


" Hei ... Berani sekali kamu membawa perempuan ke rumah Roy. Anak kurang ajar ya!" teriak aksa dan ikuti helaan nafas Roy yang berat.


" apa hubungannya ?" tanya aksa dengan serius.


" Gadis itu bekerja di sana! Namun pemilik cafe itu memiliki putra yang berpikiran jorok. Semua pegawainya hampir di lecehkan termasuk gadis ini. Tadi ketika aku mampir aku melihat adegan yang tidak sedap. Dia tak terima dan memukulku ," ucap roy panjang lebar. Aksa mengepalkan tangannya. Berani sekali putra pemilik cafe itu.


" kau tak apa Roy?" tanya aksa khwatir. Roy menerbitkan senyum.


" Apa itu artijya aku boleh membawa gadis itu tinggal?" tanya Roy dengan bahagia.


" Asal jangan membawa satu kampung ke rumahku," ketus aksa. Roy kini tersenyum.


" Hanya dia kak," jawabnya singkat.


" Baiklah hati-hati di sana," jawab Roy sebelum memutuskan perbincangan itu.


Beberapa saat kemudian Roy mengekori arah pandang di mana gadis itu berada. Roy melihat bagaimana cara memasaknya. Gadis itu menikmati kegiatannya tanpa memperdulikan orang lain di sekitarnya.

__ADS_1


" Berapa usiamu?" tanya Roy dengan ambigu. Si gadis pun menjawab tanpa banyak berkomentar seperti kolom komentar yang biasanya selalu ada.


" 19 Tahun Tuan ... " jawabnya singkat.


" What???? 19 tahun. Untuk apa kamu berkeliaran untuk bekerja? Kenapa tidak kuliah?" tanya Roy dengan menatap tak percaya.


" Saya harus membantu perekonomian keluarga tuan. Tidak mungkin saya bisa kuliah jika keluarga saya masih kekurangan seperti saat ini," jawabnya agak panjang. Roy perlahan paham apa yang di maksud. Suara hening roy tak dapat meneruskan lagi pembicaraannya. Arahnya sudah tidak enak. Tak berselang lama...


" Silahkan tuan!" serunya sambil berlalu ke tempat cuci piring.


" Ikutlah makan bersamaku," ucao Roy sambil mengisi piringnya. Gadis itu menoleh tak percaya.


" Jangan tuan ... Anda mana bisa makan bersanding dengan saya?" tanyanya agak ragu. Roy menatap manik matanya yang tidak enak.


" Kemarilah ! Makan atau aku buang semuanya," ancam Roy karena dia mulai tak menurut. Terpaksa gadis itu mendekati Roy.


" Duduklah! Makan dengan tenang," ucap Roy selanjutnya tanpa ada sepatah kata lagi yang keluar lolos dari mulutnya itu. Si gadis pun makan dengan nikmat dan melegakan. karena sebenarnya dirinya juga lapar tapi tidak enak sebenarnya jika harus bersanding. Tapi untung saja Roy baik.


" Pak ... Saya tunggu di sana piring kotornya," ucap gadis itu. Roy hanay mengangguk tanpa menjawab.


Beberapa saat kemudian Roy menaruhnya di dekat si gadis. Roy mengatakan sesuatu yang akhirnya membuat gadis itu tersenyum.


" Cepatlah sedikit! Kan ku tunjukkan kamarmu," Ajak Roy dengan senang. Akhirnya sebentar lagi dia akan menemukan tempat istirahatnya setelah seharian kluyuran menggantikan sang kakak.


" Sudah tuan," ucapnya kemudian yang membuat Roy mulai berjalan dan menunjukkan tempat kerjanya.


Roy menyusuri kamar di rumah ini ada satu kamar yang dekat dengan kamarnya. Itu mungkin adalah kamar lain yang tak di gunakan oleh penghuni kamar ini. Sebab terlalu banyaknya kamar.


" Ini kamarmu! Jika butuh apa-apa aku di kamar sebelah," ucap Roy sambil memegang tengkuknya yang lelah. " Aku istirahat dulu! Permisi," pamit Roy. Si gadis tersenyum dan mengangguk.


" Terima kasih Tuan," ucapnya.


" Sama-sama," kemudian Roy menghilang di balik pintu. Gadis itu pun masuk ke dalam kamarnya yang ternyata sangatlah mewah.

__ADS_1


__ADS_2