Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 17


__ADS_3

Pagi ini Yushka lagi-lagi dengan pakaian casual-nya yang sederhana dengan rambut di gulung ke atas membuatnya terlihat seksi. Ya nampak seperti ibu rumah tangga yang seksi. Sayangnya, bukan aksa yang tertarik padanya. Yushka nampak memasak masakan rumahan pagi ini. Hobby memasaknya itu ternyata berguna untuk mencari uang.


Nampak si cool aksa turun melewati anak tangga. Wajah bantalnya itu kelihatan cool sekali. Dia mengenak celana pendek dan kaos oblong putih membuat kulit putihnya terekspos sempurna. Dia melirik yushka yang sedang asyik memasak karena hari ini hari libur. Aksa menghidupkan televisi dan mendapati berita tentang Celine yang kembali ke indonesia dengan debut film terbaru-nya.


" Sialan ... Untuk apa dia kembali di saat ini," gerutu aksa dengan sangat kesal. Dia segera menelpon Roy. Benar saja yang dia khawatirkan gadis itu menghubungi adiknya untuk bertemu siang ini.


...----------------...


" Kak biarkan aku bertemu dengannya untuk memastikan hubungan kami," rengek Roy ketika bersama aksa yang sangat menyayanginya. Dengan terpaksa dia mengizinkan Roy bertemu dengan gadis itu. Aksa yang nampak kesal menghampiri Yushka yang telah menyelesaikan masakannya.


" Ambilkan sarapanku!" seru aksa. Yushka pun melayani-nya bak seorang majikan. Selama ini memang dia tak pernah merasa jadi pembantu karena atasannya ini sangat baik.


" Baik pak ... " jawaban yushka dengan tersenyum.


Hanya ada suara sendok yang bertabrakan dengan piring yang terdengar. Yushka juga tak banyak bicara. Dia kembali membereskan bahan masakan bekasnya tadi.


" Temui Roy di Hotel Grand Kartika !" seru aksa pada akhirnya.


" Tapi pak ... Itu di hotel," jawabnya gugup yushka memang meremang jika mendengar kata hotel.


" Dia menemui seorang perempuan d sana! Aku tak ingin Roy macam-macam. Hanya kamu yang saya percaya saat ini untuk mengawasinya," jawab aksa pada akhirnya.


" Baiklah pak ... Saya ke sana," jawab yushka akhirnya. AKsa pun bergegas ke atas meninggalkan yushka sendiri.


Yushka membereskan semuanya dan kemudian bebenah serta bersiap untuk pergi. Hari ini harusnya libur namun pak Roy kembali membuat ulah nampaknya.


Beberapa jam kemudian yushka telah sampai pada hotel yang di maksud. Dia masuk ke arah sana dengan alamat yang di kasih oleh atasannya.


Di kamar Celine ...

__ADS_1


" Cel .. Aku ingin kita ... " ujar Roy terpotong.


" Ssttttt ... Minumlah ini. Aku sangat membutuhkanmu saat ini Roy," jawabnya dengan menggelikan. Nada durjana itu membuat Roy tak nyaman tapi dia minum karena tenggorokannya kering.


Beberapa saat setelahnya celine mendapatkan telpon. Dia tersenyum dan menatap ke arah Roy.


" Maaf ya Roy aku tinggal beberapa jam. Maafkan aku jika membuatmu kepanasan. Tapi aku harus pergi," Jawab Celine kemudian meninggalkan Roy.


Pemuda itu nampak tak nyaman dengan dirinya. Dia merasa hawa panas meliputi dirinya. Dia ingin memuaskan birahinya tiba-tiba saja. Namun dia nampak kebingungan sekali.


Nampak pintu hotel terbuka. Yushka datang tapi Roy malah melihatnya seperti Celine. Yushka tak paham itu masuk dan pintu terkunci. Roy yang kelimpungan karena di bawah pengaruh obat perangsang itu segera menarik tangan yushka dan melemparnya ke ranjang. Yushka tersentak kaget bukan kepalang.


" pak ! Berhenti jangan gila. Apa yang kamu lakukan," teriak yushka dengan kencang. Dia segera merogoh ponselnya dan menghubungi pak aksa.


Yushka merasa kesal pada atasannya ini. Dia bukan pelayan hawa nafsu untuk Roy. Kenapa dia mengirim yushka ke hotel ini. Pak aksa bilang bahwa pak roy bersama seorang perempuan tapi ini malah melihat pak Roy berkabut gairah.


" Ya ... ?" tanya aksa padanya. Nampak Aksa sedang bersama kekasihnya.


Tanpa basa basi lagi aksa berdiri dan berpamitan pada Aprill.


" Sayang ... Ini urgent! Aku harus pergi," pamitnya segera berlari. Aprill tak sempat bertanya karena aksa nampak panik.


Lelaki itu langsung menancap gas mobilnya. Dia tak tahu apa yang sedang terjadi. Kenapa suara yushka seperti orang yang akan di perkosa. Ada apa dengan Roy sebenarnya. Aksa benar-benar panik saat ini. Dia tak ingin adiknya itu salah kaprah.


Di kamar hotel tempat yushka berada...


" pak ... Ku mohon jangan. Sakit pak," rintih yushka saat mendapati dirinya tengah di cumbu oleh Roy dengan tanpa kesadaran. Yang Roy inginkan sebuah pelepasan. Yushka yang lemas meronta-ronta hanya berharap masih ada hal baik untuk dirinya. Baju yushka pun sudah koyak akan ulah Roy. Setengah badannya hampir bertelanjang dada tinggal br* yang dia kenakan. Yushka yang hanya bisa menangisi keadaannya.


Beberapa detik kemudian saat Roy sudah pada titik ingin membuka bawahan yang di kenakan oleh yushka. Roy di tarik seseorang hingga terpental ke bawah. Yushka meringsekkan tubuhnya ke bawah selimut.

__ADS_1


" Roy! Sadarlah!" teriak aksa pada adiknya. " Jangan menjadi orang brengsek seperti ini!" teriak aksa sekali lagi.


" Kak! Aku ingin sebuah pelepasan," gusar Roy. Tanpa banyak pertanyaan lagi aksa segera menyeret Roy ke kamar mandi. Aksa mengguyur adiknya dengan air dingin karena kesal. Dia menampar Roy dengan menyesal karena telah membiarkan adiknya menemui perempuan luknut itu.


Roy menunduk tak tahu apa yang sedang terjadi padanya. Badannya terasa nyeri. Aksa menyiram adiknya terus menerus. Roy ingin memberontak namun aksa memegangnnya.


" Pak din bawa Roy ke rumah mama. Mobil saya bawa kalian saya pesankan taxi!" perintah aksa di seberang telpon. Setelah menelpon aksa menatap adiknya.


" Pulanglah bersama pak din. Aku sedang mengkhawatirkan gadis itu. Gadis yang hampir kau nodai," ucap aksa segera keluar.


Aksa mengedarkan pandangannya dan menemukan gadis itu menangis di atas ranjang dengan badan meringkuk. Tubuhnya bagian atas benar-benar tersingkap dan robek. Penampilannya acak-acak. Aksa mendekati yushka dengan rasa iba. Dia merasa bersalah telah mengirim yushka ke hotel laucknut ini.


" Yush .... " pertama kalinya aksa menyebut nama gadis itu.


" Kamu membuatku pada posisi ini pak. Hiks hiks hiks. Aku bukan wanita malam pak. Kenapa kamu mengirimku untuk melayaninya pak. Jahat. Hiks," tangis yushka tak terbendung.


Aksa melihat bekas kissmark lucknut adiknya itu di leher jenjang yushka yang putih itu. Tanda kemerahan itu membuat aksa sangat marah pada adiknya itu. Aksa melepas jas-nya dan memakaikannya pada yushka.


" Maafkan aku ... " ucap aksa yang langsung menggendong yushka yang nampak lemas. Dia benar-benar berupaya melindungi kesuciannya dengan baik. Aksa berjalan menyusuri hotel sambil merutuki kebodohannya.


Bodoh. Bodoh kamu aksa hampir saja gadis ini menjadi korban pemerkosaan. Batinnya.


.


.


.


To be continue.

__ADS_1


Jangan lupa likeeee ya.


__ADS_2