Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 61


__ADS_3

" Bagaimana keadaan istrimu?" tanya tuan Ivander sambil menyesap rokoknya dengan elegan. Putranya itu mendekat dengan perasaan berkecamuk. Sebenarnya papanya sedang berulah ataukah memang sudah berubah. Aksa mendudukkan dirinya di samping sang papa.


" Sudah lebih baik pa. Tidak ikut masuk? Matikan rokoknya pa ini area no smoking," jawab sang putra sehingga membuatnya tersenyum dan mematikan Rokoknya itu.


" Mama dan saudaramu saja sudah cukup. Aku tak punya cukup keberanian melihat menantuku itu. Bukankah kau pun enggan aku datang?" tanya tuan ivander pada putranya sendiri.


" Tapi bukankah papa sudah di sini jika tahu aku melarangnya," jawabnya tersenyum getir.


" Mamamu sangat mengkhawatirkannya membuatku jadi supir kemana-mana. Merusak citra seorang CEO saja," jawabnya enteng membuat aksa jadi terkekeh. Namun kedua orang ini memang sama-sama dingin.


" Sudah baikan sama mama?" tanya aksa mempertanyakan hal yang sangat mustahil setelah kepergian yushna.


" Gadis itu membuatku merasa menjadi suami durhaka pada istri-istrinya. Hanya kepada mamamu saja aku bisa berbuat baik tapi tidak pada gadis itu. Dia benar-benar membuatku tak bisa membalas kebaikan secara langsung," seringai tuan Ivander dengan penuh sesal. Aksa paham kemana alurnya. Dia mengangguk paham dan mendengarkan dengan seksama.


" Apakah cara tak langsung yang papa maksud?" tanya aksa.


" Dengan menyayangi putriku yang masih hidup," jawabnya dengan hambar karena tak mendapat ijin untuk membawanya tampa seizin yushka.


" Pa ... Sebenarnya dia putri siapa???" kali ini aksa memberanikan bertanya hal sesakral ini pada papanya. Skandal itulah yang membuat keduanya berjarak hingga saat ini.


Nampak Ivander menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan putranya. Dia meletakkan ponsel dan rokok premium yang selalu dia bawa kemana-mana.


" Nak .... !" seru Ivander putranya yang membuat hatinya mencelos dan merasa kehangatan menjalar dalam hatinya. Papa yang selama ini jauh saat ini terasa berbeda. Aksa diam hanya memperhatikan kalimat selanjutnya.


" Maafkan papa telah lancang datang ke kediaman istrimu. Di sana papa bertemu dengan ibu dari istriku juga. Aku malu menemuinya. Dia juga menceritakan keadaan sebenarnya yang terjadi pada yushna yang pernah menyukaimu meskipun sesaat. Setelahnya dia menyesali semua kesalahannya tapi aku yang di butakan oleh kemarahan tak melihat sesuatu dengan benar sehingga dia pun tak berani mengungkap jati diri putrinya," jawab Ivander penuh penyesalan yang mendalam.


" Tapi pa ... Malam itu kami.... " jawab aksa tak sanggup melanjutkan namun papanya hanya tersenyum sebelum menjawab semua pertanyaan.


" Bolehkah kita sambil ngopi??? Mata papa rasanya melek merem nak," jawabnya kemudian. Aksa mengangguk dan segera berlalu dengan sang papa. Namun tak lupa dia mengirim pesan via wa pada istrinya.

__ADS_1


Istri Tercinta


♡ Sayang ... Mas ikut papa ngopi dulu. Gapapa ya sama mama, salamin juga ke mama.


Bos Galak


♡ Oke mas.


Yushka menatap layar ponselnya jadi tertawa sumbang. Pasalnya nomor suaminya itu masih dengan yang sama. Tawa yushka mengundang perhatian kakak iparnya.


" why Yush? Bahagia banget kayaknya," tanya kakak iparnya itu. Yushka menyodorkan ponselnya. Dia malah menggeleng. " Gantilah sbeelum dia makin galak hahahah. Hmm ... Suamimu itu memang memiliki peraturan teraneh di lingkup kerja. Aneh sekali menurutku. Jam istirahat harus keluar dan makan bebas dimana pun dan harus kembali 2 jam kemudian. Dimana-mana bos itu gak mau rugi ini malah karyawannya rugi kalau gak istirahat lah ancamananya di lempar dati gedung. Gemes gak sih adik aku itu yush," gelak tawa kakak ipar malah membuat yushka menggelengkan kepala saja.


" Kakak ini lebih parah dari aku deh ngejek mas aksa," keluh yushka sambil tersenyum. Dhara yang sedari tadi duduk di sofa sambil memijit suaminya iti malah mendapat serangan juga dari kaka ipar.


" Kalian ini di sini ngapain??? Mau nemenin apa mau pijat-pijatan. Yang benar saja sih. Pulang sana! Bikin mata gatal saja ," sewot kaka ipar dengan kesal. Roy yang tadi udah merem membuka matanya.


" Makanya nikah lagi aja loe bambang ... Jangan ngintilin kita bae," ejek Roy dengan mata meremnya. Kaka melempar selimut tebal ke muka Roy.


Saat kami asik berbincang mama tiba-tiba menayakan keberadaan mas aksa.


" Sayang suami kamu kemana?" tanya mama.


" ngopi sama papa ma di kantin kayaknya. Tadi pamitnya cuma ngopi sih," jawab yushka sontak membuat mata Roy melek se melek-meleknya.


" Papa udah akur ya yush sama kaka?" tanya Roy.


" Mana aku tahu Roy? Tapi tiap hari aku selalu ingetin mas aksa untuk berbaikan. Semoga saja kali ini ada alasan yamg membuat mereka berdamai," jawab yushka dnegan dewasanya.


" Aamiin ... " mereka semua mengamini ucapan yushka.

__ADS_1


" Semoga nak. Maafkan papa ya jika membuatmu tak nyaman," ucap mama sambil memegang punggung tangan yushka yang mengangguk.


" Yushka kan agak kongslet kan ya ma. Mungkin lebih banyak melupakan dan acuh tak acuh jadi, mama jangan khawatir insyaallah yushka lupain semuanya dan memaafkan papa," jawab yushka sambil memeluk mama mertuanya itu.


" Makasih sayang," jawabnya dengan tersenyum lega.


Di cafe depan Rumah sakit kedua insan yang memiliki predikat papa dan anak duduk saling berhadapan. Ivander menatap putranya Rindu. Tapi aksa menatap ayahnya untuk menemukan jawaban atas dirinya.


" Santai dululah nak ... Jangan tegang lekas tua," ucap Ivander.


" Pa ... Aksa serius. Malam itu kami bersama," keluhnya pada sang papa.


" Apa kaki ingat kejadiannya?" tanya Ivander dengan menelisik kejujuran di manik mata putranya.


" Aku tidak ingat pa. Tapi kala itu kami tak menggunakan sehelai benang pun," jawab aksa merasa tak enak pada papanya. Ivander tersenyum dan menyodorkan kertas robekan yang sudah lusuh itu ke tangan putranya.


" Bacalah sobekan kertas dairy yushna!" seru sang papa. Aksa mengangguk paham.


○ Badmood


Aku menyesali semua yang ku lakukan. Bahkan aku membuat ayah dan anak itu bersitegang karena ulahku. Mungkin aku terjebak dalam perasaanku pada aksa. Tapi saat aku sadar dan di tolak oelh suamiku apa yang bisa ku lakukan jika tak mencarikan identitas untuk anakku kelak. Setidaknya dia adalah keturunan Ivander. Dia harus Mendapatkan pengakuan dari laki-laki di rumah itu. Malam ini mungkin adalah kesalahanku karena sudah memberikan obat tidur pada aksa demi melancarkan pengakuan si bayi yang belum genap 2 bulan. Tapi tuan Ivamder membuatku nekad melakukan ini. Setidaknya bayi ini memiliki nama aksa kelak. Maafkan aku aksa sudah menjebakmu dalam lingkaran kebodohanku. Aku memang suka padamu tapi cintaku tetaplah untuk ayahmu. Namun rasa bersalahku pada mamamu membuatku tak berdaya kali ini. Ternyata tak diinginkan itu sesakit ini. Pasti mamamu selama ini merasa terbuang karena kehadiranku. Sorry for All.


Selembar kertas itu meruntuhkan jiwa aksa saat ini. Dia bahagia tapi juga sedih. Dia tak menidurinya namun yushna dia bahkan kala itu tak memiliki perlindungan dari siapapun karena penolakannya.


" Pa ... Aku! Tak berniat menolaknya juga," aksa menunduk merasa bersalah.


" Aku yang salah ak. Bukan dirimu," jawab sang papa sambil menyeruput Hot Coffe itu dengan menikmati sensai kopi yang sangat nikmat.


Bersyukur ternyata aku tak menidurinya.

__ADS_1


Jangan lupa likeeeeee ya maksihhhh loh.


__ADS_2