
Aksa yang tak kunjung keluar dari kamar padahal ini sudah jam 19.00 malam membuat yushka khawatir. Pemuda itu tadi sore sudah memperlihatkan muka masamnya pada yushka. Tidak mungkin yushka tak memikirkan. Yushka pun memberanikan diri mencari aksa ke setiap sudut kamar di atas.
Jujur, yushka tidak tahu dimana kamarnya itu. Ya karena yushka baru saja tinggal di sini. Tapi tadi bibi bilang kamarnya den Aksa yang paling ujung yang menghadap taman dan kolam. Harusnya posisi kamarnya di pojok. Yushka terus melangkahkan kakinya itu dengan pelan. Sesampainya di kamar paling ujung. Yushka mencoba mengetuk.
Tok ... Tok ... Tok.
" Pak ... Kau di dalam!" seru Yushka menunggu sebuah jawaban. Namun tak ada jawaban. Yushka memegang handle pintu dan memutarnya. Demi apapun pintu itu bisa di buka. Yushka memberanikan diri masuk.
" Pak .... Kau di dalam! Permisi ... " teriak yushka dan dia menutup pintunya. Entah kenapa perasaannya pintu itu terdengar terkunci. Namun yushka tak begitu memperdulikannya dia malah tercengang dengan suasana kamar ini.
Kamar mewah berdominan biru elektrik dan putih membuat yushka terpana beberapa detik. Karena lamunannya buyar saat melihat pak Aksa keluar dari kamar mandi dengan handuk sepinggang.
" Aahhhh .... " teriak yushka yang berlari keluar namun pintu itu tak dapat di buka. Ivander bukan main kagetnya ada seorang perempuan masuk ke kamarnya. Ucapannya kala itu melintas namun dia segera membuyarkannya.
" Kau membuatku jijik! Untuk apa kau memasuki kamarku? Apa yang hendak kamu cari dan lihat?" pertanyaan ivander terdengar membentak dan kasar. Yushka gugup menanggapinya.
" Pak ... Aku khawatir karena anda tak kunjung keluar. Makan malam sudah siap 1 jam lalu. Maafkan aku," yushka menjawab tanpa menoleh. Namun langkah kaki itu terus berjalan ke arahnya.
...----------------...
Tiba- tiba saja ivander memeluk yushka dan mencium ceruk lehernya dengan posesif. Yusha hanya memejamkan mata dengan bingung. Kakinya sudah gemetar tak jelas.
" Bukankah ini yang kau inginkan dari laki-laki???" tanya ivander kian merajalela sentuhannya. Bahkan ivander menyentuh pinggul ramping yushka dengan intim.
__ADS_1
Yushka seperti kehilangan nafasnya beberapa saat. Da merasa ivander menggrayangi bagian- bagian tubuhnya. Namun tak berapa lama kemudian yushka membuka mata.
...----------------...
" Hei ... Gadis absurd! Apa yang kamu pikirkan hah?? Cepatlah keluar dari kamarku," teriak aksa yang kemudian menghilang di balik pintu entah kemana.
Deg.
Ya ampun kemana pikiranku barusan. Bahkan pak aksa saja tak mendekat sama sekali. Dasar piktor ! Bisa-bisanya membayangkan pak aksa menyentuhku. Pikiran ini nakal sekali. Jangan gila kamu yush! Jelas-jelas pak Roy mengatakan bahwa pak aksa selalu menjaga dirinya dari hal-hal negatif. Batin yushka malu.
Gadis itu mencoba untuk membuka handle pintu namun tak kunjung kena.
10 menit
20 menit
Ivander menatap tajam ke arah gadis itu. Yushka menggaruk-garuk kepala yang tak gatal.
" Pak pintu ini tak bisa di buka sedari tadi," ucap yushka. Namun aksa menyentuh sebuah benda pipih di tembok. Bukan main pintu itu langsung terbuka dengan sendirinya tanpa di sentuh tangan manusia.
" Keluar sekarang!" teriak Aksa membuat yushka berlari.
Jika saja kamu tidak akan membuat Roy-ku bahagia. Sudah ku lempar kamu ke bawah sedari tadi! Dasar gadis absurd menyebalkan. Dia bahkan sudah memerawani kamarku saat istriku saja belum menginjakkan kaki di sini. Batin aksa tak terima.
Yushka berlari ke bawah tanpa melihat ke belakang lagi. Wajah tuannya itu sangat menyeramkan. Seharusnya penghuni kamar mewah itu sangatlah ramah tapi ini malah seperti penguasa alam gelap.
__ADS_1
Yushka menyiapkan makanannya kembali. Dia tak ingin makan bersama malam ini. Bahkan wajah itu seperti hantu gentayangan. Kemana pun yushka berjalan wajah marah aksa selalu mengikutinya. Saat yushka menjauhi ruang makan ivander dengan makan malam tersaji.
" Mau kemana kamu!" seru ivander dengan nada mengintimidasi yushka. Yushka menoleh ke arah datangnya suara.
" Mau ke dapur pak. Silahkan makan malam!" jawabnya tanpa mengurangi rasa hormatnya pada aksa.
" Temani saya makan!" serunya tanpa basa basi.
" Pak tapi saya juru masak bukan istri bapak yang harus menemani," jawab yushka sedikit lirih namun dapat di dengar oleh ivander. Namun pemuda itu enggan menjawab. Dia hanya menunjuk kursi di depannya tanpa mengucapkan sepatah kata lagi. Yushka pun mengikuti kemauannya tanpa berkata lagi. Hanya suara sendok dan piring yang saling menyahut di ruangan itu.
Tanpa banyak bicara pun ivander muda berdiri melewati yushka yang masih menikmati makan malamnya dan mencuci piringnya di dapur dan melewati yushka tanpa mengatakan apapun.
" Kenapa dia mencuci piringnya sendiri? Bukankah dia mempekerjakanku? Sebenarnya dia itu kelebihan uang atau bagaimana?" tanyanya pada diri sendiri. Entah siapa yang bisa menjawab pertanyaan itu.
.
.
.
Sedangkan Aksa sudah berlalu dari 1 jam lalu. Yushka masih sibuk di dapur sebelum memutuskan untuk istirahat. Rumah ini terlalu besar jika tak banyak penghuni berasa kayak hunian angker. Mewah sihhh tapi masak iya sepi amat.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa vote likeee dan dukungan lainnya ya!! Makasihhhhh banyak.