
Malam ini yushka tak bersiap kemana pun. Dia khawatir Roy hanya bercanda semata. Yushka membaca buku di kamarnya. Namun sedari tadi ponselnya terus berbunyi. Yushka meliriknya sejenak. Ada nama pak Roy di sana. Gadis itu meraih ponselnya dengan malas.
" iya pak Roy kenapa?" tanya yushka dengan nada malas.
" Keterlaluan ! Calon suami sudah di depan kamu masih enak manja di atas ranjang," seru Roy dengan nada menggoda. Yushka melotot tak percaya. Gadis itu di buat bingung. Dia yang hanya menggunakan piyama keluar ke depan.
Roy menelisik gadis cantik itu dengan rasa tak percaya. Bahkan gadis ini tak bersiap sama sekali. Roy mendekatinya saat dia sampai di depan. yushka jadi mundur hingga menatap dinding di belakangnya. Yushka susah payah menelan ludahnya. Roy mendekatinya dan menatapnya dengan intens.
" Kamu benar-benar harus di berikan bukti ya! Jika aku serius," seru Roy dengan suara menyeramkan di telinga yushka. Yushka mendorong bidang dada Roy dengan perlahan.
" Pak ... Maafkan yushka. Yushka tak mungkin berani menolakmu tapi tadi yushka kira hanya bercanda. Siapalah yushka ini pak?" tanya yushka sambil menatap pemuda tampan di hadapannya.
" Rupanya kamu harus mendapatkan buktinya," jawab Roy yang ingin mencium Yushka namun suara deheman daru belakang merusak acaranya yang serius.
" Ehmm ... Ehmm ... Ehmmm .... " Suara Aksa menggema dalam teras rumah. Roy menoleh pada asal suara.
" Kak ... !" serunya keceplosan lagi tapi Roy sudah tak peduli biar saja yushka tahu.
" Pak ... Maaf," lirih Yushka kemudian berlari menuju kamarnya. Roy dan aksa menatap gadis itu pergi.
Aksa menatap tajam adiknya. Roy pun demikian menatap kakaknya dengan kesal karena mengganggu moment-nya dalam meyakinkan yushka.
__ADS_1
" Roy ... Jangan menyentuhnya sebelum kamu nikahi dia. Jangan lakukan apapun sebelum kamu memberikan janji suci itu," ucap sang kakak padanya. Roy menghela nafas. Sadar bahwa yang dia lakukan salah. Saat ini hatinya memang sedang terbagi menjadi 2. Celine dan berusaha dekat dengan Yushka karena permintaannya. Karena gadis itu dalam pengawasannya.
" Tapi ... Dia tak mempercayaiku kak," jawabnya dengan menatap Aksa.
" Semenjak Kapan kamu jadi bodoh seperti ini Roy? Aku bahkan tak pernah mengajarimu bahkan mencontohimu untuk melakukan itu," ucap aksa mengeras. Lagi-lagi Roy menghela nafas panjang.
" Hmmm ... Baiklah kak kamu memang yang terbaik. Aku tidak jadi keluar dengannya kak,kau bahkan sudah membuatnya pergi ke dalam lagi. Susah sekali membuatnya keluar malah sekarang kabur lagi," jawabnya kesal dan pergi. Aksa terkekeh melihatnya perg dari sana. Dia pun segera masuk ke dalam.
Tapi sebelum dia naik ke kamarnya. Dia menatap pintu kamar yushka. Aksa mengetuk pintu kamarnya.
Tok. Tok. Tok.
Yushka menunduk tak berani menatap ke arah atasannya. Rasanya malu dengan kejadian tadi. Aksa menangkap semua itu dengan baik. Dia menampilkan senyum yang hanya dia sendiri yang tahu.
" Maaf! Sudah ... " ujar mereka bersamaan. Lagi-lagi yushka diam seribu bahasa. Lidahnya sangat keluh.
" Maaf tadi aku mengganggu aktivitas kalian," ujar aksa menengahi supaya gadis itu tak malu.
" Maafkan saya pak. Sudah melakukan hal tidak baik di rumah ini," jawabnya menekan rasa malu itu sendiri.
" Sudah makan?" tanya Aksa tanpa menanggapi omongan yang sebelumnya.
__ADS_1
" Belum pak ... Tadi masih belum lapar," jawabnya dengan jujur. Aksa mengulurkan kantong plastik putih yang dia bawa.
" Makanlah! Jika sudah tidurlah. Malam ini libur dulu tidak masak aku sudah makan di luar," jawabnya kemudian pergi dari sana.
" Terima kasih pak," ucapnya. Aksa hanya mengangguk tanpa menoleh.
Aksa tersenyum mengingat kejadian nakal tadi yang di lakukan oleh adiknya. Hampir saja adiknya itu menodai bibir gadis tanpa alasan halal.
Dasar anak bodoh. Apakah di sekolah begitu cara menakhlukan seorang perempuan. Harusnya kamu tak terlalu agresif Roy. Bisa kabur anak orang jika kamu menggunakan cara itu. Anak nakal. Batin Aksa sambil berjalan ke atas.
Yushka yang belum makan akhirnya memakan bawaan dari pak aksa. Dia tak menghiraukan panggilan dari Roy. Dia benar-benar membuatnya malu sekali kali ini.
Ngeseli. Cinta sih cinta pak tapi jangan nyosor juga. Ini rumah orang juga lagian belum apa-apa udah sosor-sosor aja. Gerutu yushka dengan makan.
.
.
.
Haiiiiii author pasti akan sering minta maaf nih. Karena kemarin-kemarin jarang on karena benar-benar mei sibuk. Heheheh. Happy reading ya guys. Jangan lupa likeeee, komen voteeee.
__ADS_1