
Aksa diam seribu bahasa. Yushka juga ikut terdiam setelah menuduh suaminya menanam benih pada yushna. Keterdiaman mereka kembali memberikan jeda pada hubungan mereka kali ini. Yushka segera beranjak ke kamar mandi di saat suaminya masih teduduk di pinggiran ranjang. Entah, yushka tak tahu kenapa banyak sekali rahasia pada Yushna dan keluarga aksa. Menyesal mungkin itu yang ingin dia katakan saat ini. Rasanya kepala yushka ingin pecah saat suaminya benar-benar melakukan hal itu.
" Yuna .... Apakah dia putriku? Kenapa kau tak pernah meminta pertanggung jawaban dariku jika benar itu adanya. Kau menjadikanku pria brengsek saat ini," keluh aksa pada dirinya sendiri yang sangat kesal itu.
Yushka yang berada di kamar mandi menatap dirinya pada cermin kini yang menampakkan wajah buruknya yang habis menangis. Dia memegang cermin di hadapannya.
" Jelek sekali! Lihatlah dirimu itu yush benar-benar menyedihkan. Ayolah aksa melakukannya karena tidak sengaja. Dia berpikir Yushna adalah gadis yang dia cari selama ini. Suamimu itu saat ini pasti butuh dukunganmu sayang. Gadis bodoh bisa-bisanya terlalu banyak tuntutan. Hahahah," yushka tertawa sendiri di hadapan cermin cantik itu.
Dia segera melakukan ritual mandinya dengan segera. Yushka tidak ingin berlarut-larut atas kejadian yang menimpa dirinya semalam dan pagi ini. Yushka mencoba mengelus dadanya dan menatap cermin.
" Cantikkk .... Semangat yokkk! Kan udah di perawanin sama si tuan aksa ya udah ya daripada anda di buang ke jalanan gak ada yang mungut. Cobalah pahamilah suamimu yang ganteng itu. Hah," omel yushka di depan cermin dengan antusis. Dia mencoba tersenyum biar waktu ketemu aksa nanti tidak jadi melankolis.
Tak selang berapa lama yushka keluar dengan senyuman di wajahnya. Namum karena dia lupa membawa kimono-nya dia terpaksa keluar dengan membawa handuk. Saat dia membuka pintunya yushka sudah mendapat tatapan tajam dari suaminya.
" Apakah kau tidur di dalam? Lama sekali. Itu juga kenapa kamu menggunakan handuk saja? Sengaja menggoda pagi buta begini," tak henti-hentinya suaminya itu memprotes dirinya saat baru keluar kamar mandi. Yushka jadi tercengang.
Hah. Ini bapak udah marah-marah aja. Yang benar saja ojo aneh-aneh toh mas e. Ngeseli amat amat sih punya laki satu nyebelin. Kalau udah gak ingat suami itu bikin aku masuk surga udah gue catok itu mulut ngeselin amat sih. Yushka memgomel dalam hatinya. Dia kesal pada aksa yang tiba-tiba membrondongnya dengan pertanyaan seperti itu.
__ADS_1
" Kenapa diam?" tanya aksa kemudian. Yushka kemudian mendekat padanya dengan mencebik.
" Aku masih butuh waktu berendam mas. Ojo aneh-aneh lah, ngomong kenapa pake handuk lah aku-nya emang gak bawa kimono. Lupa! Ingat yo mas lupa, udah ah aku mau ganti baju dulu. Tungguin kalau di tinggal bolos ntar aku kerjanya," jawab yushka dengan ekspresi yang lucu. Aksa jadi menatap heran. Kenapa bahasa istrinya ini malah balik ke bahasa campuran kayak ini. Wah, habis kepentok dinding kamar mandi tuh kayaknya guys.
15 menit yushka berada di walk in closet untuk merapikan dirinya untuk bersiap kerja. Dia pun keluar dari sana namun tak menemukan suaminya. Kembali yushka menghela nafas. Aksa memang tetap nyebelin. Saat dia mau keluar kamar.
Tuh kan dia udah ngilang kayak jin Tomang. baru saja di bilangin jangan di tinggal udah main pergi aja. Ya Allah sebenarnya dia ini niat gak sih jadi suaminya yushka. Saking ini gawang belum di bobol udah kabur aja aku dari kemarin. Huft. Aksa! Batinnya mengesal dan meneriaki suaminya yang tak mungkin mendengar teriakannya itu.
Saat handle pintu sudah yushka buka.
Ceklek.
" Aku kira mas sudah berangkat," jawabnya sambil membenahi dasi suaminya.
Aksa menatap manik istrinya yang tampak tak sedih itu. Padahal sebelumnya dia nampak begitu kecewa padanya karena hal itu. Tiba-tiba saja aksa memegang kedua tulang pipi yushka dengan mesra.
" Kenapa tidak marah sayang?" tanya aksa dengan lembut tiba-tiba. Yushka juga mulai berperan. Mereka berdua menjalani pernikahan dengan sangat aneh. Kadang sedih kadang aneh kadang tidak jelas maksudnya gimana.
__ADS_1
" Bagaimana aku bisa marah? Gawang aja udah di bobol. Aku ini bukan perempuan di novel-novel yang tiba-tiba ngambek kabur karena suaminya menghamili perempuan lain ya enggaklah mas. Aku ini waras mana ada laki-laki yang mau sama perempuan yang udah gak virgin lagi. Hadeh ... Udah deh jangan tanya yang aneh-aneh lagi," jawaban yushka langsung saja membuat suaminya tertawa keras sekali. Tidak tahan dengan keluguan istrinya itu.
" Hahahahahahah .... Ya Allah sayang. Jika masalahnya itu semua orang pasti akan melakukannya. Kamu ini lucu banget sih. Jujur deh mas beneran tanya kamu gak pengen marahi mas?" tanya aksa sekali lagi seusai menertawakan yushka.
" Itu sudah sangat jelas mas. Bukan lelucon. Aku tidak bisa pergi darimu karena kamu sudah menjadi suami yang seutuhnya. Udah gitu aja apanya yang kurang jelas???" tanya yushka kali ini menatap suaminya yang tiba-tiba menatapnya juga.
" Mana mungkin orang sepolos kamu bisa melakukan balas dendam atas Yushna. Jika pemikiranmu saja masih sangat sedikit tentang pernikahan???" tanya aksa kali ini lebih serius.
" Karena aku tidak menyukai sebuah perceraian," jawab yushka sambil memasangkan kaos kaki suaminya. Aksa memegang lengan yushka aambil bertanya kembali.
" Sekalipun kau di sakiti?" tanya aksa dengan frontal. Yushka menatap suaminya dengan intens.
" Asal jangan membunuhku ... Jika aku di bunuh maka pasti ku tinggalkan. Heh .. Senyum itu mengembang di wajah yushka. Kemudian berdiri dari tempat duduknya. Namun aksa meraihnya dan memeluk dirinya dengan mesra.
" Maafkan aku ... Jika melukai hatimu di awal pernikahan kita ini. Aku juga minta maaf karena hampir saja kau di gagahi oleh ayahku sendiri. Aku benar-benar menyesal pada posisi ini Yushka," ucap aksa sambil memeluknya.
" Teruslah memperbaiki semuanya mas. maka semua akan baik-baik saja mas. Yushka juga belajar memahami kaliam semua. Jika pernikahan ini buruk apalah daya ini sudah pilihan yushka!" sesalnya dengan di buat-Buat. Aksa sesaat melotot dan meelpaskan pelukannya.
__ADS_1
" Takkan ku biarkan semakin buruk. Tapi maafkan aku jika dia adalah putriku," ucap aksa pada yushka. Gadis itu langsung saja menitikkan air mata dan segera menghapusnya.
" Tentu ... Dia juga putriku mas. Selama ini aku yang emrawat dan membesarkannya," jawab yushka pada akhirmya. Tidak mungkin dia akan melakukan hal terdengar sangat egois. Aksa memeluk istrinya itu dengan kuat. Tak ingin dia kehilangan perempuan itu.