
Papa Aksa masih asik dengan kopinya. Dia belum memulai percakapan bersama putranya.
" Makan dan minumlah! Nikmatilah setelah ketegangan tadi yang kamu rasakan," ucap sang papa membuat aksa tak menyangka dengan yang di ucapkan.
Aksa pun menikmati hidangan di meja makan itu dengan penuh kepuasan.
" Papa tidak makan?" tanyanya dengan menatap sang papa.
" Nanti saja bersama mamamu. Dia juga belum makan," jawab sang papa santai. Aksa mengangguk paham dan melanjutkannya.
Roy sedari tadi mengamati mereka berdua jadi terhipnotis. Niat awal ingin membelikan para perempuan hebat di dalam ruang rawat itu malah menyaksikan keromantisan antara ayah dan anak. Eiitssss ... Salah-salah bukan keromatisan kedekatan deng. Hahahah. Setelah termenung selama 20 menit lamanya. Akhirnya Roy pun beranjak membawa pesanan mereka semua.
" Alhamdulillah," lirihnya sambil berjalan masuk ke rumah sakit tanpa mengkhawatirkan keduanya akan kembali beradu tangan seperti beberapa waktu lalu.
Beberapa menit berlalu ...
" Bolehkah papa merawat putri papa ak?" tanyanya dengan lirih. Aksa menatap sang papa yang nampak lesu.
" Berbicaralah pada yushka pa ... Hak waris gadis kecil itu ada pada istriku," jawab aksa tanpa membela siapapun. Karena dia tahu ayahnya juga berat tapi istrinya pun terlanjur menyayangi gadis kecil itu.
" Tentu nak .. Tapi tidak sekarang," jawabnya dengan tenang. " Ak ... Maafkan kekhilafan papa pada istrimu. Maafkan papa ... Karena hubungan kita renggang beberapa tahun lamanya," ujar papa kemudian sambil menatap putra semata wayangnya. Aksa menatap papa-nya sambil berkaca-kaca.
Anak mana yang tak merindukan kasih sayang seorang papanya. Dia sudah lama merindukan kasih sayang itu bahkan sebelum di minta rasanya aksa ingin memaafkan. Namun keegoisan hati menjadikannya enggan mendekat pada sang papa.
" Maafkan aksa pa ... ( menghela nafas pada akhirnya) aksa pun sudah beberapa kali di ingatkan oleh Yushka bahwa papa adalah orang tua aksa bagaimana pun papa adalah orang terpenting dalam hidup aksa. Namun karena egoisnya aksa malah menjadikan hubungan kita semakin jauh," jawab aksa menerawang perkataan istrinya.
" Apakah kamu memaafkanku?" tanya papa pada akhirnya. Aksa tersenyum ramah pada sang papa.
__ADS_1
" Tentu pa ... Hari ini adalah hari yang paling aksa tunggu saat kita berdamai dengan keadaan dan saling bersama seperti dulu," jawab aksa dengan serius.
" Maklum berarti ya ketika kemarin papa puber kedua. Hahahah," tawa sang papa dengan nada kelegaan dalam jiwanya.
" Ck. Kau ini pa ... Selalu saja meraaa lebh muda dari putranya. Jangan menurunkan pubermu padaku bisa-bisa aku di makan hidup-hidup oleh yushka hahahah," kini mereka malah semakin tertawa bersama-sama.
Sebelum akhirnya mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah sakit dimana istri dan menantu yang sudah menunggu. Mereka berdua berjalan beriringan menuju ruangan di mana yushka di pindahkan.
Saat masuk ke dalam mereka yang di dalam ruangan melihat hal indah di hadapannya kini. Di mana ayah dan anak itu saling merangkul dan bersenda gurau dengan tawa kecil yang tulus. Aksa dan sang papa terdiam kala kamar terasa sunyi padahal ada orang di dalamnya. Ternyata mereka sedang menatap ke arah mereka berdua. Segera aksa menurunkan tangannya dari sang papa.
" Ehm ... " aksa berdehem membenarkan kemejanya dan sang ayah hanya tersenyum pada mereka semua.
" Sudah selesai pacarannya???" goda Roy yang membuat aksa membola.
" Pacaran gundulmu itu!" seru aksa yang tertular logat yushka. Sontak saja mereka semua tertawa mendengar ucapan aksa yang nampak aneh.
" Ck. Kalian ini aneh sekali. Kami sedang makan tdai sudaj membuat andrelin kami gagal fokus. Mami membuat papa jadi pembalap, aku pun sudah di buat tak normal gerakan jantungnya karena di kabari dia masuk rumah sakit," tunjuk aksa membela diri dengan sok manja. Yushka melotot dan kini kembali bersuara.
" Hmmm .... Dia siapa??? Maksud anda tuan aksa? Yang bener kalau ngomong," yushka mulai beraksi mengikuti Roy.
" Dia ... Istriku lah. Siapa lagi ... " Aksa mendekat dan memeluk istrinya dengan mesra. Yushka di buat terkekeh jadinya.
Malam ini Tuan Ivander berpamitan pulang dahulu besok dia akan menyiapkan rumah aksa. sedang Roy berpamitan untuk istirhat besok kembali lagi untuk menjemput. Tinggallah mereka berdua di ruangan.
" Sudah baikan?" tanya yushka saat Aksa menatap putra mereka.
" Iya sayang ... " jawabnya kemudian mendekati istrinya.
__ADS_1
" Kan dari kemarin udah di ingetin mas ... Ayolah berbaikan. Mas aja yang keukeuh gak mau tuh baikan sama papa," jawab yushka mengingatian akan hal itu.
" Aku khawatir padamu saja sayang. Lagian mas belum yakin sama papa juga kan kemarin makanya belum siap aja bertemu," jawabnya sambil nyengir.
" Lah, sekarang kok bisa?" tanya yushka dengan penuh selidik. Aksa sebenarnya tak ingin bercerita lengkap karena dia masih dalam kondisi setelah melahirkan.
" Papa meminta maaf langsung," jawab aksa singkat.
" Hanya itu saja??? Kalian lama loh di luar mas," jawab yushka menelisik.
" Papa belum siap berbicara padamu hari ini sayang. Mungkin nunggu di rumah. Dia cukup tahu diri atas kejadian malam itu," jawab aksa dengan ceritanya. Namun tak membawa nama putri yushna dan isi surat itu.
" Ehmmm ... Baiklah asalkan kalian sudah berdamai itu baik bagi kita mas. Karena bagaimana pun papa adalah keluarga kita. Kalian kalau lagi akur mah serem," jawab yushka mengundang tatapan aksa padanya.
" Serem gimana? kalau ngomong yang jelas ..," tanya aksa di buat penasaran.
" Kemana Rangkul-rangkulan udah kayak remaja baru jadian ngeri lihatnya," ledek yushka kemudian terkekeh sendiri. Aksa jadi membola.
" Bagus ya ... Sudah bisa ngeledek suami lagi ya. Awas kalau ada orang minta tolong ntar," ancam aksa sambil melirik istrinya yang dia yakini belum pulih betul. Yushka sudah mencebik.
" Awas aja gak di bantuin jangan harap dekat-dekat sama aku dan si kecil," anvam yushka tak kalah ngerinya. Yushka pun jadi tertawa bersama aksa bersamaan.
Mereka berdua pun melepas penat dan kepanikan seharian ini. Dia cium istrinya dengan mesra. Ucapan terima kasih atas apa yang dia berikan padanya. Kebahagiaan, kepercayaan, kesabaran dan anak. Sukses membuat kedua orang itu berbaikan. Ayah dan anak itulah yang membuat aksa begitu bahagia mendapatkan yushka sebagai istrinya. Dia pun lega ternyata malam itu tak melakukan apapun pada saudari kembar yushka. Setidaknya dia tak beekhianat pada istrinya.
Sayang thank you. Kehadiranmu membuatku menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini. Kamu mengajariku banyak hal. I love you so much Yushka. Batinnya sambil merapikan anak rambut yang mampir di wajah istrinya. Sehingga menutupi wajah cantik itu.
.
__ADS_1
Hai - Hai jangan lupa likeeee vte-nya thank you ya. Selamat hari Raya idul Qurban, semoga di lancarkan bagi kalian yang sedang berQurban dan rezekinya kian berlimpah. Aamiin.