
Yushka berangkat seperti biasa dia menggunakan taxi yang dipesan oleh suaminya untuk menuju kantor. Aksa tak luput memperhatikan yushka. Aksa mengernyitkan alis.
" Kenapa beberapa detik yang lalu aku merasa Yuna hadir di kamarku melalui wajah gadis itu? Aku pasti sedang halusinasi tentangnya," gumam aksa. " Mungkin aku terlalu merindukan kasih sayang mama mudaku itu," sambungnya kemudian bersiap.
Yushka yang sudah sampai di kantor sontak saja mendapatkan perhatian dari kawan-kawannya. Y Mereka memandang tanpa henti. Yushka yang pada awalnya memang periang terlihat seperti itu.
" Apa? Kenapa memandangku?" tanya yushka sambil menatap mereka satu-satu.
" Jadi nyonya Ivander beneran yush? Gimana rasanya?" tanya mereka. Bahkan sang manager pun tak bisa menutup mulutnya yang menganga. Yushka duduk dan menggeleng.
" Rasa apa? Rasain maksudnya jadi istri dia? Udahlah kalian ini ngapain sih sibuk mikirin pernikahan gue. Biasa aja kali, bos makannya juga sama nasi," jawab yushka mulai absurd dan seperti tak terjadi apapun. Mereka semakin mendekat.
" Bukan Yush ... Malam pertamanya gimana? Secara si bos kan galak banget," tanya mereka tak sabar. Yushka melotot pada mereka semua.
" Kalian beneran penasaran? Ngeselin padahal udah beberapa ronde. Masak kalian gak tahu gimana rasanya? Malam pertama di gempur rasanya pasti lebih pahamlah kalian, " jawab yushka enteng. Mereka melongo tak percaya. Yushka secara gamblang bahkan tak malu. Namun dalam hati yushka sudah mengomel demi apapun dia ogah bersentuhan dengan suaminya.
Sumpah di rumah udah penuh kepura-puraan. Di kantor ketemu mereka jadi pura-pura lagi. Udah kayak aktris senior aja gue. Mahir bersilat lidah. Di kantor bagus-bagusin suami. Sedang di rumah suami sendiri di jauhin. Kayak yang kaya aja sombongnya minta ampun. Yushka yushka. Batinnya sambil mengelus dada.
Mereka semua berlarian setelah melihat wajah dingin pak Aksa dingin itu masuk ke kantor. Mereka menunduk aksa membalas sapaan mereka dengan mengangguk. Sedang istrinya itu duduk di balik mejanya dengan menunduk. Tak begitu memperhatikan. Ya gadis itu memang maish sama cuek. Aksa hanya melirik tapi tak bergeming.
Saat yushka sibuk mengerjakan proyek kedua. Dia minta tolong untuk mengantarkan proyek lainnya ke ruangan aksa. Dia mengiyakan saja toh hanya mengantar.
Ketika berada di depan ruangan aksa...
__ADS_1
" Mau kemana?" tanya Roy menghentikan langkah yushka. Gadis itu menoleh dan menunduk memberi salam.
" Ke pak Aksa," jawabnya singkat. Yushka memang pandai memyimpan apapun. Dia menjunjung tinggi profesionalitas saat bekerja. Dia tak pernah memasukkan urusan pribadi ke ranah kerja.
" Kemarikan padaku! Akan aku sampaikan, jangan menemui kakakku. Aku harap kamu cukuo sadar diri," ujar Roy sinis.
Jika pada umunya jika sekeretaris lebih membela para istri bos. Berbanding terbalik dengan Roy. Dia malah membenci yushka saat dia mengetahui tentang keanehan pada gadis itu. Yushka pun tak begitu mempedulikannya. Karena selain tujuan balas dendamnya. Dia juga butuh pekerjaannya untuk mendapatkan uang. Ada adik yang harus dia besarkan.
" Baik pak," yushka menyodorkan map yang dia bawa dan CD. " Pak ... Saya permisi! Itu milil bu manager jika pak aksa setuju atau ingin merevisi silahkan menelpon bu manager. Terima kasih atas bantuannya," yushka pergi dengan membuat Roy menemukan banyak pertanyaan. Dia memutuskan masuk ke dalam setelah semuanya.
" Istrimu kak .. Lagaknya seperti tak terjadi apapun. Apakah kamu mulai kena tipu dayanya kak? Menggelikan," ucap Roy yang mengatakan dengan kesal sambil memberikam map-nya.
" Apa baru saja dia di depan?" tanya aksa sebelum menanggapi omongan adiknya.
" Roy ... Jangan terbawa emosi. Ikuti saja alur yang di buat olehnya pasti menyenangkan. Bahkan dia seperti bunglon. Seperti tak terjadi apapun," jawab aksa sambil terkekeh. Roy hanya menggeleng.
" itu dari manager istrimu kak!" serunya kemudian berdiri.
" Roy ... Jangan lupa selidiki maksud Celine yang berupaya untuk tidur denganmu. Jangan biarkan kita salah sangka hanya pada satu orang saja," jawab aksa masih bijak. Roy mengangguk pasti sebelum kemudian pergi begitu saja.
Aksa mempelajari berkas itu dan melihat file-nya. Dia tersenyum kecut.
" Bahkan pekerjaan orang lain yang sudah lama ikut dengannya saja tak mampu membuatku like pada pekerjaannya. Tangan yushka memang istimewa. Dia mampu membuatku terpana akan pekerjaannya meskipum butuh sedikit polesan. Aksa membatalkan proyek itu pada manager. Dia meminta pekerjaan baru.
__ADS_1
Di Devisi yushka ...
" kenapa bu?" tanya yushka saat melihat wajah bu manager-nya sedih.
" Gagal lagi yush," keluhnya. Yushka meminta file pada managernya. Biar dia lihat-lihat. Sang manager menurut bisa jadi dengan campur tangan yushka proyek ini akan menghasilkan hal besar.
Yushka menepuk kursi di sampingnya.
" Duduklah bu lihat bagaimana aku bekerja. Semua hanya butuh ketelatenan dan ke-estetikan. Jangan takut mencoba dan berkarya," ujar yushka menyemangati manager-nya.
Sedangkan di ruangan aksa melihat yushka yang mengajari manager-nya dengan sangat antusias dan sangat telaten.
" Aku bahkan tak memahamimu gadis absurd. Kamu aneh tapi setelah kunikahi semakin aneh. Semoga kamu bukan orang yang sakit jiwa. Kalau iya rugi aku mempersuntingmu. Batinnya mewek. Khawatir istrinya itu jebolan rumah sakit jiwa. Hahahahah.
Yushka nampak telaten di sana. Aksa juga mengamatinya dengan baik. Dia hanya mengawasi apa yang di lakukan yushka dengan teman-teman. Benar saja gadis itu profesional dalam hal pekerjaan. Dia pandai menyembunyikan semuanya.
" Sudah!" teriak yushka dengan lega. Sang menager pun berbinar. Akhirnya setelah 2 jam. Aksa pun ikut tersenyum menatap hal itu.
.
.
.
__ADS_1
Aku ksih uppp lagi kak. Semoga suka jangan lupa likeeeee.