Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 60


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit ...


Aksa melihat ada papa dan mamanya sekaligus kakak. Sebenarnya aksa adalah anak tunggal. Kakak dan adiknya adalah putra putri pamannya. Jadi dia seakan memiliki saudara kandung. Aksa mendekat.


" Bagaimana ma?" tanyanya dengan menenangkan hatinya. Sejenak dia ingin melupakan masalah bersama ayahnya.


" Dia sedang di tangani dokter nak. Semuanya akan baik-baik saja," jawab sang mama. Nampak tuan Ivander tak mengatakan apapun. Dia diam seribu bahasa. Tatapannya pun sedikit berbeda tak seperti biasanya.


" Terima kasih ma," ucap aksa pada mamanya. Namun sang mama malah membuatnya tergelak.


" Berterima kasihlah pada papamu. Dia membawa mobil layaknya pembalap takut mantunya brojol di jalan," jawabnya membuat Aksa menatap papanya yang rupanya tak menanggapi ucapan mamanya. Entah dia sibuk apa. Akhirnya sang mama menyenggol lengan suaminya itu.


" Ada apa lagi sayang?" tanya papanya membuat aksa tak percaya setelah sekian lama dia mendengar kata-kata yang lembut itu lagi. Ivander benar-benar tidak ngeh. Sedari tadi dia menatap ponselnya karena sang sekretaris memberikan info terupdate.


" Tidak jadi," nampak mama Aksa itu merajuk. Ivander menghela nafas panjang.


" Maaf ... Ini si sekretaris memberikan info terupdate. Jadi, papa harus mengeceknya. Bukankah tadi papa sudah cancel semua meeting untuk ke rumah aksa. Sudah dong marahannya," jawab sang papa yang sedari tadi di perhatikan aksa.


Oeeekkkk. Oeekkk. Ooeeeekkk.


Terdengar tangisan bayi dari dalam saat mereka ada sedikit percakapan. Aksa segera berdiri dan mengikuti langkah suster yang belum mengatakan apa-apa. Suster hanya menggelengkan kepala saat menjadi seorang ayah membuat pria satu ini sangatlah antusias.


" Pak ... Di tunggu sebentar ya bayinya masih di bersihkan setelah ini silahkan di adzani," ucap suster pada Aksa yang memakai baju steril.


" Baik sus," jawabnya sambil mengangguk mengiyakan.


Gini amat ya gue. Dulu aja gue gak purun sama dia. Ih gak tahunya sampai punya anak. Malu gak tuh lohhhh ngeresahin orang aja sikap loh dulu. Malah mau lempar dia dari gedung pula saaaa. Sekarang dia malah kasih loe anak. Batinnya bahagia sekali saat ini.


Tatapan matanya tertuju pada istrinya yang masih di rehab. Gila, dia kira gedung di rehab hahah. Eh, di obras bos loh loh emang mesin jahit. Itu mah namanya di jahit. Pasti sakit dong itu.


Saaa. Loe bener-bener berhutang padanya udah kasih segalanya itu masih pakai acara di jahit segala. Pasti nyeri banget itu. Love you sayang. Ngomong sendiri kayak orang bego'.


" Silahkan pak!" seru suster yang diikuti anggukan oleh si empunya. Aksa menggendong putranya dan mengadzaninya dengan khikmad.


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)


Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)


Hayya 'alashshalaah (2x)


Hayya 'alalfalaah. (2x)


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)

__ADS_1


Laa ilaaha illallaah (1x)


Artinya :


Allah Maha Besar, Allah Maha Besar


Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah


Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah


Marilah Sholat


Marilah menuju kepada kejayaan


Allah Maha Besar, Allah Maha Besar


Tiada Tuhan selain Allah


Seusai mengadzani putranya aksa menciumnya dan memberikannya pada suster.


" Sudah sus ... Bolehkah saya melihat ibunya?" tanya aksa menatap suster.


" Silahkan pak! Dokter sudah selesai dengan jahitannya," terang suster membuat aksa melongo. Rasanya hatinya nyeri dengar jahitan.


Aksa pun berjalan menuju ranjang di mana istrinya rebahan. Enak aja bukan rebahan woyyyy lagi istirahat setelah berjuang. Aksa mendekat dan mencium keningnya. Ibu dari putranya itu tersenyum bahagia.


" Lah ... Dia tanya sudah datang. Di pikir aku hantunya kah sayang?" pertanyaan aksa sontak membuat yushka terkekeh.


" Memastikan bukan suami orang yang datang," jawabnya dengan candaan.


" Enak aja. Mana boleh seperti itu?" tanya aksa mulai terlihat kesal. Yushka memegang tangan suaminya.


" Canda mas .... Oh, iya tadi papa dan mama datang ke rumah jadi mereka yang membawaku kemari," ucap yushka pada suaminya itu. Aksa mengangguk paham.


" Iya aku bertemu mereka di luar," jawab aksa dengan serius sekali. Yushka kembali mengeratkan tangannya di punggung tangan aksa.


" Mas ... Sepertinya ada yang berbeda dengan papa," lirihnya tak ingin membuat suaminya naik pitam.


" Ya ... Aku melihatnya," jawabnya hambar. Tapi setidaknya yushka sejalan kali ini. " Tapi tetap saja aku tidak percaya begitu saja padanya. Secara dia pernah akan melecehkanmu di depanku," seloroh aksa kemudian dan yushka hanya menghela nafas panjangnya.


" Mas ... Bisakah bantu aku! Aku ingin ke kamar mandi," ujar yushka yang sudah ingin ke kamar mandi. Aksa nampak kacau dia was was.


" Apa bisa ke kamar mandi? Baru aja di jahit loh sayang serem," jawabnya di landa panik.


" Ya ... Allah mas. Ya di gendong dong biar romantis. Kalau di buat jalan masih nyeri. Jelaslah!" seru yushka sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


Dengan sigap dan perlaham aksa menggendong istrinya. Dia dengan telaten membantunya. Dan membuatnya nyaman. Nampak badannya masih lemes dan tak sekuat kemarin.


" Sini mas bantu!" seru aksa akhirnya.


" Maaf ya mas," jawabnya dengan malu-malu. Aksa tersenyum dan mengangguk.


" Gak apa-apa kan emang habis lahiran sayang. Terima kasih sudah memberikan anak untuk si badboy ini," jawabnya dengan nyengir kuda. Yushka menggelengkan kepala ternyata suaminya ini bisa juga kayak gini. Dia pikir dia tak bisa perhatian.


" Sama-sama mas," jawabnya sambil di rebahkan kembali.


Tak berselang lama keluarganya masuk untuk menengok keadaan yushka. Roy dan istrinya dhara, mama dan kakaknya tapi papanya tak terlihat.


" gimana keadaanya sayang?" tanya mama mengawali.


" Sudah lebih baik ma," jawabnya namun celetukan aksa membuat mereka semua terkekeh.


" Apa? Sudah lebih baik ... Yang benar saja istriku yang cantik. Amnesia baru saja kau lemas sekali. Bohong," sarkas aksa dengan mencibir. Yushka melotot dengan sempurna.


" Mas aksa!!!! Kamu ya bener-bener," mereka semua jadi tertawa melihat tingkah keduanya sampai akhirnya mereka semua terfiam saat aksa menanyakan keberadaan papanya saat ini.


" Ma ... Papa dimana?" tanya aksa pada mama.


" Di luar ak," jawab sang mama. Tanpa basa basi pun aksa keluar dari kamar. Mereka semua menatap punggung aksa sampai menghilang di balik pintu.


" Semoga aman," celetuk Roy.


" Tuan ... " lirih Dhara. Mereka semua kini menatap Dhara.


" Tuan????" mereka bertiga serentak mengatakan hal yang sama.


" Kamu di jadikan pembantu nak?" tanya sang mama. Dhara nyengir kuda. Kini tatapan suaminya sudah mau mencengkeram.


" Dek ... Dia tak menghargaimu?" tanya sang kakak.


" Masih memanggilnya dengan sebutan itu??" pertanyaan terakhir dari Yushka.


" Royyyy!!!" teriak mereka


" Hmmm ... Akan Roy jelaskan!" seru Roy dengan menghela nafas. Istrinya ini kembali berulah.


di luar kamar ...


" Pa .... !" seru aksa yang membuat tuan ivander menoleh ke arahnya.


.

__ADS_1


Jangan lupa likeeeee ya makasihhh jelang episode akhir ya. Maksihhhh.


__ADS_2