
Pagi ini Yushka kembali terlihat ceria. Meskipun banyak masalah yang menimpanya namun dia enjoy. Aksa kagum pada istrinya ini. Mana ada perempuan sepertinya pada zaman era modern saat ini.
" Kenapa melihat-lihat?" Tanya Yushka sambil melirik suaminya. Aksa terkekeh begitu saja saat melihat wajah istrinya.
" Kenapa kamu sangat menggemaskan? Tidak merasa tertekan atau pun menyesali nasibmu saat ini," cicit aksa yang biasanya enggan bicara banyak kini malah sebaliknya. Yushka kini terkekeh mendengar pertanyaan suaminya itu.
Yushka kini menghadap ke arah lelaki yang membuatnya bahagia itu. Meskipun ada rasa tak rela dalam relung jiwanya karena pemuda itu memiliki anak dengan saudarinya tapi yushka terlanjur mulai menyukainya. Jadi yushka abaikan rasa itu.
" Aku bahkan sebenarnya enggan menjadi bulan-bulananmu! Tapi ya sudahlah untung suamiki ini keren ganteng kaya lagi. Ya udahlah ya minusnya di anggap hilang aja sekalian. Toh, banyak untungnya kan daripada ruginya?" ledek yushka pada suaminya itu. Aksa hanya menggelengkan kepala tak percaya gadis itu kini mengatakan hal seabsurd itu. Logikanya kemana? Harusnya tersakiti ini malah sebaliknya. Aneh bukan?
" Maka geseklah Black Card yang ku berikan jika kamu merasa memiliki suami yang kaya jangan anggurkan kartu itu. kasihan dia melambai-lambai," jawab aksa yang kini menatap ke arah depan lagi. Yushka menghela nafas panjang.
" Hmmm ... Tapi aku belum membutuhkannya mas," jawab Yushka yang kini sudah menghadap ke depan lagi.
" Gunakanlah uang itu untuk kebutuhan putri kita dan keluargamu. Aku tak bisa membuatmu bangga padaku karena telah memiliki dia di waktu yang lampau. Maafkan aku sayang," ucap aksa menggenggam tangan yushka tanpa menatap orangnya. Yushka menghapus air mata yang jatuh dengan nakalnya melewati pipi mulusnya.
" Tidak apa-apa mas. Takdirlah yang membuatku menikah denganmu saat ini. Maafkan aku yang berniat buruk padamu sehingga membuatmu meninggalkan mbak aprill," jawab yushka pada akhirnya. Aksa menarik yushka dalam pelukannya. Serta mencium puncak kepalanya.
" Itu sudah berlalu. Yang mas tahu saat ini dan seterusnya akan selalu mencintaimu. Percayalah Allah maha segalanya, aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu. Berjanjilah tidak akan meninggalkanku," ucap aksa dengan serius.
" Tentu mas. Aku akan berusaha selalu di sampingmu. Tapi ... Jangan mengajakku kembali bertemu papa. Aku masih takut," yushka menyelipkan kata itu supaya aksa lebih menjaganya.
__ADS_1
" Pasti ... " jawabnya singkat.
Perjalanan pagi ini begitu bermakna bagi keduanya. Tak ada obrolan yang memicu pertengkaran. Sikap absurd yang di miliki yushka membuat rumah tangga mereka seperti memicu andrelin. Kadang berada di puncak kemarahan tiba-tiba sudah setenang sungai gangga.
" Masuklah! Mas hari ini ada meeting dengan perusahaan Corp Education. Sengaja mas tak membawamu karena pemilik perusahaan itu sangat tampan," goda aksa pada istrinya yang saat ini berdecak.
" Ck. Yang benar saja cemburu padaku. Wajah pas-pasan begini siapa yang mau. Baiklah hati-hati mas!" ucqp yushka sambari turun dari mobil dan melambaikan tangan pada suaminya. Aksa hanya tersenyum dan pergi mwninggalkan pelataran perusahaannya.
" Nona ada tamu ... !" seru resepsionis.
" Baiklah ... Terima kasih," yushka segera melangkah ke ruangannya.
Sesampainya di ruangan itu dia mendapati kekasih aksa sedang duduk manis di hadapannya. Yushka menghela nafas panjang.
" Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya yushka pura-pura tak mengenali perempuam di hadapannya. Aprill pun segera menoleh ke arah datangnya suara.
" Saya ingin bertemu istri aksa," jawabnya dengan tenang. Yushka segera bertandang duduk di ruang tamu di tempat kerja suaminya.
" Silahkan nona! Saya yushka istri dari pak aksa," yushka mempersilahkan aprill duduk kembali. Gadis di hadapannya itu kini duduk dengan tatapan kesal.
" Maaf ... Jika perkataanku membuatmu tersinggung. Tapi tidakkah kamu memikirkan perasaanku? Saat menikahi kekasihku," tiba-tiba hal itu terlontar begitu saja tanpa jejak. Yushka berusaha setenang mungkin menjawab pertanyaannya. Nona di hadapannya ini begitu cantik sekali. Yushka serasa tiada berbanding.
__ADS_1
" Nona ... Maafkan aku. Tapi beberapa waktu lalu aku pernah mengatakan bahwa aku pernah mengajukan cerai padanyA. Tapi dia tidak mau jadi kesalahanku dimana? Bukankah kamu juga sudah menikah nona. Lingerie yang kamu kirimkan pun tidak membuatku cemburu sama sekali. Maafkan aku jika lancang," jawab yushka dengan tenang.
Obrolan mereka sudah berlangsung 1 jam. Namun tak ada penyelesaian di sana. Karena memang tak berniat memberikan titik akhir. Karena memang semuanya sudha jelas bahwa mereka sudah sama -sama menikah. Harusnya sudah aman dan tak ada masalah lagi. Namun yushka salah mengartikan ini semua.
" Ku mohon buatlah kekasihku itu kembali. BaHkan aku tersiksa dengan pernikahan ini," ucapnya kemudian pergi tanpa menunggu jawaban dari yushka.
...****************...
Ketika masuk jam siang yushka masih terlihat sibuk di mejanya sambil menatap layar monitor di hadapannya. Sehingga dia tak menyadari kedatangan aksa dan Roy di ruangan itu. Aksa mengangguk pada Roy untuk memesan makan siang dan Roy segera berlalu dari sana. Aksa mendekati istrinya dengan mengetuk mejanya itu.
" Apakah kau lupa jika melewatkan makan siang maka akan ku lempar dari gedung ini!" seru aksa dengan tatapan tak bisa di artikan. Yushka menatap suaminya dengan intens.
" Coba saja melemparku dari sini! Kupastika kamu akan menyesal seumur hidup telah melempar istrimu yang imut-imut ini. Hahahah," tawa yushka meledak saat mengatakannya. Aksa menggelengkan kepalanya dengan menatap tak percaya pada gadis ini.
" Kenapa melewatkan makan siang? Aku khawatir kamu sakit, kerja boleh tapi jangan di forsir. Jangan di ulangi lagi!" seru aksa yang mendapati anggukan dari yushka.
" Baiklah suami tercinta!" serunya sambil berdiri dari kursinya. Aksa juga mulai duduk di kursinya dan memanggil yushka untuk mendekat ke arahnya.
" Kemarilah!" seru aksa. Yushka mendekat dan aksa menarik gadis itu dan duduk di pangkuannya. " Kenapa tak menelpon jika Aprill mendatangimu?" tanya aksa menatap wajah istrinya secara intens. Yushka menggaruk kepala yang tidak gatal.
" Untuk apa mas menganggu pekerjaanmu? Toh, yang di bicarakan sama mbak aprill ingin kita berpisah. Dia masih mencintaimu dan dia mengatakan bahwa dia tersiksa dengan pernikahannya. Tapi aku tak peduli. Mana mungkin aku mau di tinggalkanmu sedangkan mahkotaku sudah kau ambil begitu saja rugiii dong mas," gelak tawa aksa memenuhi seisi ruangannya. Istrinya kembali berulah. Dia katakan apa? Rugi jika di tinggalkannya karena mahkotanya yang hilang. Mengesalkan. Bukan karena cinta malah karena hal itu. Aksa yang gemes jadi mencium istrinya dengan lembut. Namun beberapa saat dia melakukannya roy datang membawa pesanan.
__ADS_1
" Ehmm ... Yang benar saja dong! Jangan di sembarang tempat. Mataku jadi ternoda. Ck kalian ini keterlaluan," ucap Roy sambil menaruh pesanan makan siang.