
Aksa menikmati semua sentuhan Aprill. Gadis itu selalu memberikan perawatan terbaik untuk dirinya. Aprill tersenyum dan bahagia saat Aksa mau menemuinya. Pemuda itu sulit sekali untuk di ajak kompromi jika tentang sebuah komitmen. Dia selalu beralasan tak sepadan dengan Aprill. Sedangkan menurut aprill perusahaan kekasihnya itu sudah berkembang pesat akhir-akhir ini.
" Sayang ... Tidakkah kamu ingin mengakhiri masa lajangmu? Aku sudah merasa terlalu tua," keluh aprill saat memijat wajah kekasihnya. Aksa kemudian membuka kedua netranya.
" Tua? Siapa yang mengatakanmu tua?" tanya aksa menatap aprill. Gadis itu manyun saat aksa menanyakan hal itu.
" Akulah ... Barusan kan aku yang ngomong Ak
gak peka amat sih sayangku ini. Hmmm ... Rasanya aku sudah ingin menikah denganmu," jawab Aprill dengan lesu.
" Prill ... Bukan aku tak mau menikahimu. Perusahaanku baru saja terkenal di seantero ibu kota. Pahamilah usahaku ... Saat ini usiamu berapa sih sayang? Baru 28 kan?" tanya aksa dengan tersenyum.
" Iya ... Tapi anda masih 25 sangat muda tuan ivander. Aku jadi minder berdampingan denganmu," jawab aprill dengan menunduk lesu. Aksa jadi tertawa.
" Apapun kamu dan berapapun usiamu aku tetap mencintaimu dan kamu adalah seorang dokter kecantikan. Kamu bisa melakukan apapun untuk dirimu agar awet muda jangan terlalu risau prill," bujuk Aksa.
Aksa memang tipe pemuda pekerja keras. Pantang baginya melamar kekasih saat dia beluk di puncak karir. Sedangkan Aprill sudah di desak untuk menikah oleh tuan William karena tak kunjung membawa kekasihnya. Akhirnya aprill berada di dalam dilema.
" Sudah tuan ivander ... Bangunlah!" seru Aprill. Ivander muda menangkap sesuatu yang janggal pada garis wajah gadis itu.
" Apakah ada masalah? Sehingga kamu menanyakan perihal pernikahan kita?" tanya ivander dengan menatap Aprill.
" jika dalam waktu 1 bulan aku tak membawa mempelai pria-nya maka papa akan menikahkanku dengan Jassen tuan Ivander. Aku tak ingin memaksamu tapi aku juga tak ingin menikah dengan orang lain.
Ivander muda nampak menghela nafas panjang. Dia mencoba untuk menetralisir perasaannya yang agak bingung dengan ucapan aprill.
" Sayang ... Akan aku usahakan menjawab kegelisahanmu. Tapi aku tidak janji bahwa tuan william akan menerimaku sebagai menantunya," ucap Tuan ivander sambil mengelus puncak kepala Aprill.
" Terima kasih Ak ... Setidaknya kamu mau berusaha aku akan senang. Entah bagaimana hasilnya," jawab Aprill menimpali ucapan kekasihnya itu.
" Tentu saja ... Sudahlah jangan bersedih. So, berapa hari di indonesia?" tanya Aksa. Aprill tersenyum karena Aksa masih mau menanyakan hal sekecil ini .
__ADS_1
" Satu minggu Ak ... " jawabnya terpotong karena Aksa berpamitan untuk pulang lebih awal pada kekasihnya itu.
" Sayang ... Untuk malam ini ijinkan aku lembur beaok kita bertemu lagi. Proyek ini sangat penting bagiku!" pamit Aksa dan Aprill hanya mengangguk dia yakin semua demi masa depan mereka. Setelah berpelukan ala kadarnya Aksa segera membayar di kasir.
" Terima kasih tuan ivander," ucap mereka sopan. Ivander muda hanya melayangkan sebuah senyuman istimewa untuk mereka. Nampak gadis-gadis itu kegirangan saat mendapatkan senyuman. Ivander tetaplah ivander hal itu adalah kebiasaan yang dia lakukan. tersenyum adalah ibadah.
Aksa segera menyusuri jalanan ibukota dengan terburu-buru kebersamaannya selama 3 jam bersama Aprill baginya sudah lama namun sebenarnya gadis itu tidak puas tapi dia selalu mengalah untuk ivander.
Ivander yang nampak risau menelpon Roy ketika senja.
" Ya ... Kak ada apa?" tanya Roy pada kakaknya.
" Bawa gadis itu kemari," jawab Aksa yang membuat roy mengernyitkan alis.
" Bawa kemana kak? Ke tempatmu dan Aprill berada?" tanya roy bingung.
" Royyyy!" teriak Aksa kesal masih saja tak paham arah pembicaraannya. " Antarkan dia ke rumahku Roy, Kami akan mengerjakan sisa-sisa animasinya!" seru Aksa dengan suara baritonnya.
" Hmm ... Oke baiklah kak. Sepulang dari kantor kami ke sana. Tapi aku nanti ada kegiatan kak tak bisa menemani kalian," ucap Roy sekaligus minta ijin.
" Kakak.... !" teriak Roy namun aksa mematikannya. Wajah roy nampak kesal dan menggeleng. " Dasar kakak durhaka,"gerutu Roy sambil berjalan ke ruangan Yushka.
" Gendang telinga hampir saja rusak gara-gara si Roy teriak," lirih Aksa yang sudah memasuki area rumahnya.
Aksa adalah tipikal sekarang ada ide tentang kerja gilanya. Maka saat ini juga harus di selesaikan. Dia tak ingin menundanya sampai besok karena idenya pasti akan beeubah-ubah kembali.
Di kantor Roy sedang merayu Yushka untuk kerja lembur. Nampaknya gadis itu enggan untuk berangkat karena bukan lelah tapi malu sedari tadi dia sudah menahan untuk tidak bertemu pak aksa ini malah ke rumahnya.
" Ayolah yush ... Ini pak Aksa yang meminta!" pinta Roy.
" Beneran gak bisa besok ya pak Roy? Yushka lagi malas nih," jawab yushka malas.
__ADS_1
" Yush ... Pikirkan saja karirmu. Jangan wajah serem pak Aksa yang di pikir," ucap Roy karena ingin yushka pergi dengannya. Namun pertanyaan yushka malah membuat Roy bingung.
" Dia ... Tidak mesum kan Pak Roy?" tanya Yushka serius kali ini. Sontak saja Roy tertawa keras.
" Dia bahkan tidak pernah menginginkan wanita lain Yush jangan khawatir. Kekasihnya saja yang cantik dan seorang dokter tak pernah dia sentuh melebihi batas hahahahaha," tawa Roy pecah.
" Dia yang aneh itu punya pacar pak Roy?" tanya Yushka serius lagi. Roy menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan perempuan cantik berbody bak gitar spanyol kulit putih rambut terurai panjang memakai jas putih kebanggaan.
" Aprillia ... Dia seorang dokter kecantikan. Tadi pak Aksa keluar dari kantor untuk menemuinya karena dia baru datang dari Sidney. Jadi aku jamin pak Aksa bukan tipikal haus akan wanita. Dia lelaki yang tak begitu merespon jika di tawari hal-hal demikian. Aman Yush, Yuk!" ajak Roy. Akhirnya yushka pun beranjak mengikutinya setelah roy mengatakan bos-nya itu bukan orang yang mesum dan main wanita.
Hati Yushka seakan longgar saat mendengar pak Roy mengatakan bahwa pak Aksa sudah memiliki kekasih.
" Yush ... Kamu tidak mengganti pakaianmu dulu," ucap Roy pada yushka yang menggeleng.
" Nanti sekalian saja pak pulangnya langsung istirahat. Kalau sudah sampai kost-an bisa-bisa yushka malas berangkat ini kan bukan jam kerja," jawab Yushka meyakinkan. Roy mengangguk paham. Bagi anak perantauan waktu istirahat sangatlah penting.
Sesampainya di rumah Aksa. Yushka sangat kagum karena rumahnya sangat indah sekali. Roy tersenyum saat melihatnya. Namun ia biarkan yushka menikmatinya. Saat yushka turun namun Roy tak turun.
" By ... Yush aku duluan!" seru Roy.
" Loh ... Pak ini saya sendiri yang lembur?" tanya yushka. Roy mengangguk tersenyum bingung tadi lupa menjelaskan.
" Ya ... Sorry ya yush aku ada kesibukan gak bisa nemenin. Masuklah pak Aksa menunggumu!" Seru Roy kemudian pergi.
Yushka mengangguk dan memencet tombol rumah aksa dengan lemas.
Ting Tong.
Ini harusnya di rumah udah selonjoran asik. Hmmm demi mewujudkan keinginan atasannya aku rela deh lembur-lembur. Bathin Yushka.
.
__ADS_1
.
Likeeeeee ya maaciw