Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 34


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 20.30. Aksa sudah berada di jakarta. Namun dia sengaja tak memberitahu istrinya yang bawel itu. Sedangkan Roy sudah bungkam semenjak tadi. Dia bahkan sudah tak di berikan kesempatan lagi oleh kakaknya untuk mengharapkan yushka.


" Pulanglah ... Jangan berpikir untuk menikahi yushka tapi bukan berarti kamu harus memikirkan pacarmu yang gila itu! Ku harap kamu merenungi semua kebodohanmu setelah ini Roy," ujar aksa panjang lebar. Roy hanya menatap kakaknya. Mana mungkin dia berani untuk menjawab kata-katanya. Tapi saat ini dia merasa wajah yushka selalu berputar-putar dalam benaknya. Dia bahkan tak tahu alasannya. Tanpa menunggu jawaban roy aksa melajukan mobilnya dengan secepat kilat.


" Hmmmm .... Kak kau membuatku di ambang kegamangan. Aku bahkan tak berani menolakmu. Tapi yushka gadis itu aku malah ingin memilikinya," lirih Roy dalam kesendirian.


Aksa membelah jalanan tanpa berpikir panjang. Dia sudah lelah dan lapar. Ingin sekali dia merebahkan tubuhnya itu dan berendam di bak mandi sambil menghirup aroma therapi seperti biasanya. 17 hari lamanya dia meninggalkan istrinya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tak butuh waktu lama bagi aksa untuk sampai di rumahnya. Dia memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam rumah.


Aksa melihat yushka tertidur di ruang keluarga. Namun aksa sedikit tercengang gadis itu menggunakan lingerie hitam yang sangat transparan. Tubuh mungilnya itu sangat indah sekali. Kulit putihnya yang terekspos membuat aksa menelan salivanya sendiri saat ini. Memang dia yang memyuruh yushka memakainya tapi bukan seperti ini juga penyambutannya. Aksa mendekatinya setelah menghela nafas panjang. Langkah kakinya berjalan menuju sofa panjang yang menghadap ke arah televisi yang menyala itu. Ya televisinya yang menonton yushka. Aksa kemudian berjongkok di samping kursi dan menatap manik wajah istrinya itu.


" Cantik," lirihnya.


Aksa masih betah menatap wajah itu. Tapi beberapa saat kemudian aksa mengangkat tubuh mungil itu untuk di bawanya ke kamar. Namun si empunya merasa bahwa tubuhnya itu melayang ke udara. Namun saat tubuhnya seperti merasakan sesuatu yang anyes di punggungnya mata itu tiba-tiba saja terbuka dan mendapati suaminya yang sedang dalam posisi intim.


" Ka... Mu sedang apa?" tanya yushka dengan terbata. Aksa kemudian melepaskan pelukannya dan menaruh gadis itu di ranjang mereka.


" Apakah sudah kamu pikirkan?" tanya aksa sambil melepas jasnya. Yushka menatap suaminya.


" Memikirkan apa?" tanya yushka sambil menatap tajam suaminya. Aksa kemudian masuk ke kamar mandi sambil mengatakan hal yang membuat yushka mengoh.


" Bahwa melayani suami itu sebuah kewajiban," jawabnya kemudian berlalu dari hadapan yushka menuju kamar mandi. Yushka masih terbengong mendengar perkataan suaminya itu. Bahkan yushka tak pernah berpikir ke arah sana. Yang ingin dia lakukan hanya seperti biasanya saat belum menjadi istrinya.


" Lingerie lucknut ini ... Pasti membuatnya ingin. Tapi bukankah dia yang ingin aku pakai. Huft," sesalnya sambil menatap dirinya di cermin.

__ADS_1


Tubuh yushka sangat terlihat dengan jelas. Baju haram itu membuat dirinya sangat malu sekali. Mungkin semuanya halal bagi aksa tapi apakah harus dia menjalankan kewajiban itu. Saat yushka sedang menatapi dirinya di cermin dengan pakain minim itu dia merasa seperti perempuan ******.


" Menggelikan ... Untuk apa kamu memakai ini yush? Mau menjeratnya dengan tubuhmu yang jelek ini. Kemana- mana kekasih pak aksa itu sangatlah cantik dan seksi. Tubuhmu ini apa yush? Sadar ....," gumamnya yang di dengar oleh aksa yang keluar dari kamar mandi yang menggunakan handuk saja. Tak biasanya pemuda itu menggunakan handuk sampe ke pinggang.


Yushka tak menyadari bahwa suaminya itu sedari tadi memandanginya. Aksa tersenyum saat yushka menghujat dirinya sendiri. Aksa segera mendekat dan mengecup pundak yushka yang terekspos sempurna di hadapannya. Yushka merasa jantungnya ingin lepas.


" Pa...kkk... " yushka terjingkat kaget. Aksa menatapnya tajam setelah mengecup pundak yushka.


" Aku bukan bapakmu, aku ini suamimu," protes aksa pada yushka saat dia masih memanggilnya pak.


Kini aksa sudah menggendong istrinya ke ranjang. Yushka merasa saat ini jantungnya benar-benar tak aman. Mana mungkin pak aksa tertarik oada tubuhnya yang minimalis seperti ini. Sangatlah tidak sesuai dengan seleranya seperti dokter aprill yang sejatinya adalah seorang dokter kulit.


Yushka sesekali memejamkan mata. Tubuh atletis aksa membuat hatinya berpacu dengan cepat seperti lomba berkuda. Aksa hanya tersenyum saat yushka terdiam sambil memandangi tubuhnya yang telanjang dada.


Tanpa menghilangkan kesempatan aksa kini mencumbu leher yushka yang sedang memalingkan wajahnya. Betapa tidak perlakuan aksa itu membuat yushka mematung dan tegang seketika. Sentuhan ini yushka tak pernah mendapatkannya sama sekali.


" Rileks-lah ... Kita akan menikmati setiap permainan," bisik aksa yang membuat bulu kuduk yushka terdiam.


Dengan bodohnya yushka mengangguk. Sedangkan hatinya mengatakan jangan. Aksa yang melihat anggukan yushka jadi melanjutkan aksinya. Lenguhan bodoh itu keluar dari mulut yushka. Darimana dorongan untuk mengeluarkan suara mengerikan itu.


" Nikmatilah ... Aku sendiri tidak tahu bagaimana membuatmu nyaman saat melakukan hal ini. Tapi aku sudah mempelajarinya saat jauh darimu kemarin," ucap aksa yang membuat yushka mendelik saat mendengarnya. Akhirnya dia yang bungkam jadi angkat bicara.


" Mas ... Jangan! Aku takut ... " jawaban itu sontak membuat aksa berhenti beraktivitas. Dia menatap istrinya.

__ADS_1


" Takut apa?" tanya aksa serius.


" Mas ... Aku tidak mau melakukan ini. Nanti bagaimana jika kamu berubah setelah melakukannya dan menceraikanku setelah merenggut semuanya. Aku tidak mau memiliki nasib seperti saudara kembarku yushna! Berhentilah mencumbuku. Yushna meninggal karena memikirkan kalian berdua," yushka mendorong suaminya setelah berkata jujur. Dia berlari ke kamar mandi dan menguncinya dari dalam.


Aksa yang mendengar penuturan yushka tercengang. Gadis yang selama ini membuatnya tak bisa mencintai perempuan lain sampai sepenuh hatinya ternyata dia sudah tiada. Itupun karena memikirkan mereka. Bukankah itu siksaan batin bagi yushna? Aksa mencengkram rambutnya sendiri.


" Yuna ... Apa yang kamu lakukan ! Harusnya kamu tak meninggalkan kami. Jika kamu lebih nyaman dengan papa untuk apa kamu pergi," sesal aksa di atas ranjang dengan perasaan menyesal tidak karuan.


Sedangkan yushka di kamar mandi menangis dan menekuk lututnya. Rasanya dia tak sanggup menatap wajah aksa saat ingin mencumbunya. Dia kembali mengingat bagaimana saudaranya itu sangatlah merindukan mereka. Yushna menangis dengan merasakan sakit di dadanya.


Hiks. Hiks. Hiks.


Aku tidak bisa yuna melakukan ini. Bahkan aku yang awalnya ingin balas dendam tapi tidak bisa ku lakukan. Aku tahu kamu mencintai aksa tapi aku tidak suka kamu menyiksa batinmu seperti itu. Aku tidak sanggup lagi jika harus berdampingan dengan aksa lagi. Aku ingin bercerai darinya yun. Lirihnya di kamar mandi sambil menangis.


" Yush ... Keluarlah! Kita harus bicara, jika tidak aku akan mendobraknya," teriak aksa membuat yushka mendongakkan kepalanya. Dia membuka gagang pintu dan keluar dengan wajah sembabnya.


" Ceraikan aku mas! Aku tidak bisa lagi, maafkan aku jika pernah ingin balas dendam padamu. Tapi aku tidak bisa melakukannya Yushna sangat mencintaimu," yushka terduduk di hadapan aksa dengan lemas. Dengan rasa yang tak tahu seperti apa. Rasanya tubuhnya tak bertulang saat mengatakan bahwa dirinya ingin balas dendam.


.


.


.

__ADS_1


Likeeeeee dong yaaaa jangan lupa vote. Makasihhhhhh


__ADS_2