
" Bangunlah! Apakah kamu sedang terpana?" tanya aksa tanpa senyum. Yushka kemudian duduk dan mengatakan hal yang membuat aksa menatap tajam.
" Aku sedang tak ingin makan," jawab yushka lesu.
" Lalu?" tanya aksa dengan geram. Yushka menatap suaminya itu terlihat sudah kesal.
" Kenapa mas harus membawakannya?" tanya yushka dengan lesu. Tapi sedetik kemudian dia nampak mual dan berlari ke kamar mandi dan muntah. Aksa melebarkan pandangan matanya.
Aksa berbalik dan mengatakan hal yang membuat yushka terkekeh sebentar.
" Apakah kamu hamil? Aku saja belum menyentuhmu," tanya aksa dengan menaikkan alisnya sambil menatap yushka.
" Jangan bercanda! Aku saja belum tidur dengan siapapun. Ojo ngawur sampean mas. Enak aja!" serunya dengan kesal dan mendudukkan bokongnya di tepi ranjang sambil memijat dahinya. Tanpa dia sangka aksa mengulurkan telapak tangannya dan memegang dahi istrinya itu.
" Panas," lirih aksa. Kemudian laki-laki itu berjalan ke arah kotak p3k di kamarnya. Dia mengambil obat penurun panas. " Kemarilah! Aku suapi beberapa sendok setelah ini minum obat. Jangan rewel kamu bukan bayi lagi!" serunya agak panjang. Yushka tergugu, termangu, terdiam melihat aksi suaminya yang langka. Perhatiannya sungguh aneh tapi berasa romantis dan nyaman.
" Buka mulutmu!" perintah aksa. Yushka pun menurut tanpa menolak sama sekali. Dia memakan suapan pertama dengan rasa hambar. Seusai makan beberapa sendok saja dia kemudian meminum obat yang di berikan aksa. Dia pun menidurkan yushka dan menyelimutinya. Saat aksa hendak pergi tiba-tiba saja yushka memegang tangan aksa.
" Jangan tinggalkan aku ketika sakit. Aku takut dalam keadaan seperti ini mas. Ku mohon ... Jika aku sembuh maka kamu bebas kembali memarahiku," jawabnya sambil terpejam. Aksa menggelengkan kepala tapi dia juga menjawab dengan singkat.
" Baik," jawabnya menanggapi ucapan nyeleneh istrinya. Apakah dia pikir suaminya ini tukang marah. Bisa-bisanya mengatai suami pemarah saat sedang sakit.
Keterlaluan sakit saja masih bisa mengejekku. Hmmm ... Jika bukan karena kasihan bener-bener ya kamu bakal aku lempar keluar kamar ini. Jangan karena memasak kamu jadi semena-mena padaku. Jangan harap. Batin aksa dengan memegang tangan sesuai permintaan istrinya. Tak jauh-jauh darinya.
Aksa meremang saat memegang tangan yushka. Baru tadi maghrib dia baik- baik saja. Sekarang sudah sakit. Tapi tadi memang wajahnya agak sedikit lesu. Aksa memandang setiap sudut wajahnya.
__ADS_1
" Untung saja tak hamil. Jika hamil aku benar-benar membunuhmu. Sudah membuatku terjebak dalam pernikahan ini malah menyusahkanku dengan kehamilan. Beruntung kamu gadis baik-baik," omel aksa pada gadis yang sudah tidur sedari tadi. Lama kelamaan aksa pun ikut terlelap karena dirinya sudah lelah bekerja seharian.
...----------------...
Sayup-sayup suara kumandang adzan shubuh terdengar sampai di daun telinga aksa yang merasa hawa dingin merasuk pori-porinya. Aksa membuka mata sudah pukul 4.30. Dia bangun tanpa membiat gadia itu ikut terbangun juga. Dia merasakan kening yushka apa masih panas tapi dia tak merasakannya lagi.
" Alhamdulillah," lirihnya sebelum masuk ke kamar mandi.
Aksa kemudian menjalankan sholat shubuh. Di tengah-tengah itu yushka bangun dan mengambil wudlu untuk sholat juga. Saat mereka selesai sholat. Yushka menyalami suaminya itu.
" Terima kasih. Mas bolehkah aku minta sesuatu?" tanya yushka menatap aksa serius. Pemuda itu mengangguk pelan.
" Mas ... Ceraikanlah aku! Aku tidak pantas untukmu banyak gadis lain yang lebih baik dariku. Aku benar-benar telah melakukan kesalahan telah memintamu menikahiku. Maafkan aku telah merusak hubunganmu dengan nona Aprill," aksa mendengarkan dengan seksama pernyataan istrinya. Kemudian saat yushka memutuskan untuk menunduk barulah aksa menjawabnya. Untung saja dia habis sholat shubuh jadi dia masih dalam keadaan waras.
" Pertama ... Jika aku sudah menikah maka tujuan bukan untuk bercerai tapi menjadikan dia istriku yang sesungguhnya karena pernikahan bagiku bukanlah sebuah permainan. Kedua gadis lain? Tentu saja banyak gadis yang mengantri untuk menikah denganku tapi sayangnya kamu menjebakku dalam pernikahan ini jadi jangan berharap kabur dariku. Ketiga tentang aprill aku memang memiliki hubungan dengan aprill tapi semua itu tidak ada hubungannya denganmu jadi biarlah semuanya aku yang mengatasi. Apakah perkataanku cukup di mengerti? Ku harap kamu tidak berinisiatif untuk melangkah lebih jauh cukuplah menjadi istri yang taat," jawab aksa panjang lebar tidak seperti biasanya irit dan dingin. Perkataan itu berasa seperti sebuah kenyamanan yang dia janjikan dan seperti pernikahan yang akan di bawa pada jalan sesungguhnya sebuah pernikahan itu terjalin. Aksa berdiri dan meninggalkan yushka yang mematung. Sebelum aksa keluar untuk jogging.
" Apakah dia tak pernah berciuman dengan kekasihnya sama sekali. Wah, luar biasa oemuda zaman sekarang pacaran sehat? Seperti mustahil tapi pak aksa itu memang tipikal pemuda yang konsisten dengan ucapannya. Hanya perempuan seperti gladis yang menempel-nempel gak jelas kayak lalat. Baiklah ... Aku harus masak sebentar lagi suamiku itu harus sarapan. Meskipun hari ini libur bukan berarti masak ikutan libur. Hmmm ... ," lirih yushka kemudian beranjak menuju dapur. Nampak si bibi sedang meracik sesuatu. Yushka menghampirinya.
" Bibi ... Kok sudah di dapur?" tanya yushka.
" Iya non ... Tuan minta buatkan rebusan rempah-rempah. Badannya agak kurang enak setelah lelah kemarin lihat non sakit tuan kurang istirahat karena khawatir non kenapa-kenapa," jawab si bibi dengan santainya. Karena dia tidak tahu pernikahan apa yang mereka jalani.
" Iya kah bi? Semalam saya merepotkan ya?" tanya yushka pada bibi. Namun bibi menggeleng.
" Tidak non ... Tuan panik saja. Khawatir non kenapa-kenapa soalnya habis masak besar," jawab bibi sambil tersenyum.
__ADS_1
" Biasanya tuan kalau sakit gak ke dokterkah bi?" tanya yushka dengan membantu mengupas rempah di hadapannya ada kunyit, jahe, pala, sereh,madu dll. Bibi menggeleng sambil senyum.
" Tuan lebih suka yang alami non. Obat dokter di gunakan ketika darurat saja non jika sudah tak bisa di tangani oleh obat herbalnya," jawab bibi. Kali ini yushka benar-benar tercengang dengan jawaban bibi.
Dia itu orang kaya loh. Dia itu pemilik perusahaan animasi besar. Dia juga seorang laki-laki modern tapi realitanya dia bahkan tak seperti pemuda zaman now. Dia lebih agamis dia lebih apa adanya dia juga lebih humble tidak seperti yang di kantor. Tapi why? Kenapa semakin ke sini semakin aku melihat sisi dia yang berbeda. Batin yushka sambil membantu bibi menyiapkan.
Ketika bibi dan yushka saling bersibaku dengan dapur. Aksa datang olahraga langsung meminta pesanannya pada bibi.
" Bi ... Sudah siap?" tanya aksa sambil duduk. Bibi tersenyum dan mengangguk.
" Sudah di siapkan oleh istri tercinta tuan. Nona tadi datang dan bertanya akhirnya nona yang mengambil alih," senyum bibi terbit. Namun aksa jadi mengernyitkan alisnya. Selang beberapa menit dia datang sambil membawa satu gelas racikan minuman rempah pesanannya.
" Rasanya bahkan sangat aneh. Minumlah selagi hangat!" seru yushka kemudian pergi meninggalkan aksa. Namun pemuda itu memegang tangan yushka.
" Makasih," ucapnya kemudian melepaskan tangan yushka yang mengangguk.
Aksa menikmati minuman itu. Nampak aksa manggut-manggut dan menikmati setiap tegukan yang menyirami tenggorokannya. Yushka mengintip- intip pada suaminya. Minuman itu sangatlah tidak enak di lidahnya. Tapi aksa sangat menikmatinya dan menghabiskannya.
" Itu bahkan tidak enak. Tapi dia menghabiskannya dengan sempurna," lirihnya sambil memasak kembali. Aksa kemudian pindah ke taman belakang untuk berenang untuk melepas lelah. Dia ingin menikmati air aroma therapi-nya dengan menikmati tanaman-tanaman di halaman belakang.
.
.
Wah, modern tapi masih suka cara lama. Kaya tapi gak yang harus mewah-mewah. Ada gak sih yang kayak aksa gini di dunia nyata hahahajha. Kaya, tampan, ibadahnya rajin, berobatnya pakai herbal² zaman nenek moyang. Hidup juga sehat no alkohol. Bakalan klepek-klepek kalau ada anak muda yang kayak gitu ya gak sih hahahahaha.
__ADS_1
Oh, ya jangan lupa boom likeeeee ya biar up-nya lebih 1 episode. Thank'$