Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 55


__ADS_3

Pembaca episode kali ini kita akan menceritakan Roy dan Dhara ya!!! Untuk kisah aksa dan istri kita skip. Hehehhe


Selamat menikmati kisah lucu pengantin baru!!!! Jangan lupa di likeeee yaaaaa!!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Resleting adalah musuh dalam selimut untuk Roy. Dia mau bilang tak tergoda itu dusta. Tapi mau mulai menyentuhnya itu sama saja menurunkan harga dirinya. Alamak kian seperti pedofil gadis 19 tahun di nikahi. Dia merutuki jiwanya yang meronta-ronta ingin menjamah gadis cantik di sampingnya. Entah berapa lama Roy melamun hingga suara Dhara mampir di telinganya yang rada Soak itu.


" Tuan ... Anda memikirkan nona cantik tadi??" tanya Dhara karena Roy sedari tadi diam setelah membuka resleting Dhara. Roy nampak gelagapan tak siap menjawab.


" Hah? Nona yang mana?" tanya Roy bingung. Karena saat ini di otaknya hanya ada dHara seorang.


" Nona cantik tadi ... " Dhara nampak bingung karena semua tamu cantik. Roy jadi terkekeh.


" Kamu juga cantik .... Untuk apa memikirkan yang di luaran sana!" seru Roy jujur membuat Dhara tersipu. Dhara kembali bersuara namun lirih.


" Tuan .... " ucapnya. Roy melirik dengan heran karena gadis itu tak kunjung berganti baju.


" Kenapa masih pakai pakaian yang sama itu resleting juga masih mengekspos punggungmu?" tanya Roy dengan helaan nafas berat.


" Mending pakai ini tuan ... Lihatlah di dalam koper kita hanya ada pakaian apa ini????? Kok ya tipis sekali saya jadi tidak jadi pakai. Nanti tuan marah di kira saya menggoda," jawabnya jujur. Roy mengambil kopernya dan melihat semua pakaian Dhara berganti dengan sebuah lingeri dengana berbagai warna dan model.


Yushkaaaaaa!!!! Ya tuhan kakak ipar laknat. Benar-benar ya kamu ingin menjadi tim sukses malam pertama. Teriak dalam hatinya.


Saat ini Yushka pasti sesang mentertawakannya. Dia sukses membuat Roy menikah, sukses membuat suprise untuk Dhara, sukses membuat Dhara seksi di malam pertamanya. Dia benar-benar cocok menjadi tim sukses dalam pilkada. Hadeh keterlaluan sekali kejahilannya itu. Jika Roy jadi suaminya udah botak itu kepala menanggapi keanehannya.


" Pakailah! Kamu adalah istriku apapun yang melekat dalam tubuhmu adalah milikku," ujar Roy berusaha setenang mungkin.


" Boleh ya tuan?" tanyanya untuk memastikan kebenarannya. Roy mengangguk.

__ADS_1


" Telanjang sekalian juga boleh Dhara! Sudahlah pakailah yang ada. Jika kamu ingin melayaniku juga boleh," jawabnya kian absurd dan membuat Dhara tercengang dan termenung di tempatnya. Tak menyangka jika Roy mengatakan hal itu. " Sudah sana jangan mematung di sini!" serunya mengangetkan Dhara dari lamunannya itu.


" Ba ... Baik tuan," jawabnya kemudian pergi ke kamar mandi untuk mengganti baju dengan lingerie hitam dengan nuansa kupu-kupu.


Berlalunya dhara dari sanaa membuat Roy mengelus dada menetralisir kegalauan hatinya dengan helaan nafas.


" Gadis ini ikut-ikutan memacu adrenalinku," lirih Roy sambil merebahkan diri di ranjang yang bertaburan mawar merah, lilin-lilin dan minuman apalah itu di meja. Kakak ipar Roy benar-benar memberikan fasilitas keromantisan meskipun sederhana.



" Dia mendahului perkiraanku. Yushka selalu saja sejalan denganku tapi dia terlalu cepat menikahkanku," lirihnya kemudian memejamkan mata.


Beberapa saat kemudian Dhara nampak keluar dari kamar mandi Aroma wangi begitu menusuk hidung Roy hingga membuatnya gusar sekali. Tapi dia memejamkan mata sengaja ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh istrinya kecilnya itu.


" Tuan! Kok tidurnya begini," gumamnya yang masih di dengar oleh Roy dengan jelas. Dhara mencoba mengangkat tengkuk hingga kepala menyandarkan di dadanya dan menarik Roy agak ke atas agar kakinya tak bergelantung.


Entah karena apa Roy benar-benar terusik kali ini. Dia harus membuka matanya nafasnya sudah berat yang bawah sudah mulai sesak. Saat Roy membuka matanya kedua bola matanya bersitatap dengan Dhara. Gadis itu sontak membeo karena wajahnya dan wajah Roy sangat dekat sekali seperti tak berjarak.


Deg.


Dhara merasa seperti maling yang ketahuan karena telah mencuri sentuhan suaminya.


Bolehkah aku kabur saat ini. Rasanya malu sekali saat tuan Roy menatap seperti itu. Batinnya jadi tidak karuan.


Saat Dhara ingin melepas tangannya dan berangsur menjauh Roy tiba-tiba memegang tengkuk Dhara dan menciumnya. Ya, itulah yang⁸ Roy lakukan saat ini. Tidak mungkin dia tak tergoda oelh istrinya yang belia itu. Menggoda ya sangat menggoda. Roy menikmati sentuhan demi sentuhan yang dia lakukan pada Dhara. Gadis itu tak tahu harus bagaiamana. Roy yang paham akan hal itu dia merubah posisi yang semula telentang menjadi duduk.


Dhara merasa ada desiran aneh dalam hatinya. Dia tak mungkin menolak ajakan berciuman tuannya itu. Karena memang mereka sudah suami istri jadi wajar jika tuan Roynya itu meminta haknya dan itu adalah kewajiban Dhara.


" Maafkan aku ... Aku terlalu buru-buru," ucap Roy saat Dhara tak membalas ciumannya. Dia khawatir Dhara tak menghendakinya. Saat Roy berdiri Dhara pun memegang tangan tuannya itu.

__ADS_1


" Tuan ... Saya yang minta maaf karena tidak bisa mengimbangi gaya berciuman anda. Ini baru pertama kali untuk saya," jawabnya sambil menunduk. Kali ini Roy terperangah dengan jawaban Dhara. Gadis seusia Dhara tak pernah berciuman.


Pahala mana yang kamu lakukan Roy sehingga mendapatkan gadis yang orisinil begini. Dia benar-benar akan membuatmu senang Roy. Batinnya dengan sangat bahagia.


Kini Roy berjongkok dan menatap wajah yang menunduk itu. Dia mengangkat dagu Dhara.


" Tak masalah jika tak mahir aku akan mengajarinya sayang. Satu lagi panggil aku dengan sebutan yang manis jangan Tuan lagi," ujar Roy membuat gadis itu tersipu malu dan menjadi merah merona pipinya yang langsat itu. Dhara hanya mampu mengangguk perlahan.


" Bolehkah aku melanjutkannya??" tanya Roy padanya dengan tersenyum. Dhara kembali mengangguk pasti.


Roy kembali memeluk mesra Dhara dan mengecup puncak kepalanya. Dia benar-benar menikmati semua aroma yang Dhara miliki. Harmonisasi serta nuansa kamar yang romantis semakin menambah deretan kesuksesan sang kakak ipar. Dia benar-benar ahli dalam bidang penyuksesan sebuah misi. Benar-benar trik yang indah.


Kakak ipar kau benar-benar sukses membuatku menerkam mangsaku malam ini juga. Kau bahkan tak memberikanku ruang untuk melakukannya keesokan harinya atau besoknya lagi atau kapan-kapan. Bahkan dengan hitungan menit saja aku sudah tak tahan melihatnya. Kau sangat licik. Ku harap kau bahagia sudah membuatku seperti ini. Batin Roy mengumpat bahagia.


" Tu.. An. Ehhh ... Sayangnya Dhara," baru saja Dhara mengatakan hal itu membuat hati Roy berbunga-bunga dan tersenyum menatap ke arah Dhara.


" Kenapa sayang?" tanyanya dengan suara erotis hahahaha.


" Katanya orang-orang sakit. Bisakah kita lakukannya perlahan Dhara agak meremang sayangnya Dhara," bisiknya dengan takut-takut. Roy menghela nafas dengan teratur.


" Kita praktekkan saja ... Supaya Sayangku ini melewati masa itu," jawabnya dengan nafas berat karena sudah tak sanggup dengan penegangan yang terjadi.


Namun baru beberapa saat saja Jagung manis itu menembus karet sintetis Dhara sudah berteriak. Tapi Roy membekapnya dengan perlahan. Nampak Dhara gusar karena memang ini yang pertama sakit wajar.


" Sayang ... Tenanglah! Mas akan perlahan," Dhara mengangguk namun apalah daya jagung manis itu tak semanis rasanya yang berasa menyakiti karet sintetis milik Dhara.


.


Skip ya udah malam hahahahah. Jangan lupa like komen subscribe dan Votenya. Thankyu very much heheheh.

__ADS_1


__ADS_2