
Ivander muda yang tak lain adalah Aksa kini telah menginjakkan kakinya di pintu depan perusahaan. Tatapan dinginnya kini dia bawa ke kantor. Dia ingin mengabulkan permintaan istrinya yang tadi di sampaikan oleh bibi. Galak. Satu kata yang membuat aksa menyeringai dan ingin mengabulkannya.
" Pak!" sapa para pegawainya baik laki-laki maupun perempuan. Aksa hanya mengangguk sekilas tanpa senyuman.
Seperti biasa istri kecilnya itu asik dengan komputernya. Dia bahkan tidak tertarik menghampiri meskipun suaminya datang. Aksa benar-benar kagum dengan sikapnya yang acuh tak acuh tapi masih menyempatkan masak. Entah karena tugasnya yang menjadi juru masak atau karena dia seorang istri.
Ketika aksa sampai di ruang kerjanya ...
" Roy .. Kita adakan rapat dengan para atasan tiap Devisi jam 08.00 tepat!" perintah aksa. Roy pun segera mengumumkan bahwa setiap devisi mengirimkan managernya ke ruang rapat.
Sedangkan devisi yushka kali ini sangatlah ribut. Yushka tak menggubrisnya dia masih asik. Bukannya gak peduli tapi ini bukan urusannya untuk rapat. Tugasnya mengerjkan target proyek mereka yang harus memiliki banyak penghasilan.
" Yush ... Kamu yang mewakili rapat ya?" pinta teman-teman.
" Loh ... Si mbak manager kemana? Aku lagi asik ngerjakan nih. Yang di minta kan para manager masak aku yang harus masuk. Gak deh jangan membuat malu," jawab yushka ogah-ogahan.
" Tapi Yush .... Kamu kan istri bos? Gapapa kali gantikan. Please yush!" pinta mereka semua. Yushka bernafas panjang dan kemudian akhirnya memutuskan untuk pergi ke ruang rapat. Tapi sayangnya, ketika berada di dalam ruang rapat.
" Apakah kamu seorang manager? Kenapa masuk ruangan ini!" seru aksa di antara para pegawai lainnya.
Deg.
Yushka menghentikan langkahnya dan menatap ke arah bos sekaligus suaminya itu. Dia mencoba menjawab pertanyaan yang di ajukannya.
" Saya mewakili si mbak .... " jawabnya terpotong oleh ucapan suaminya yang tak bersahabat.
" Saya minta manager bukan mewakili manager! Keluar! Jika managermu tidak datang maka itu urusan devisi kalian," jawaban itu benar-benar membuat yushka malu. Tapi ya sudahlah terlanjur basah sekalian saja di basahin.
__ADS_1
" Baik ... Jika ada info yang terlewatkan maka juga jangan salahkan kami! Kami pun juga sudah berupaya menghadiri. Permisi!" jawabnya tak kalah dingin dan kemudian melangkahkan kaki keluar dengan perasaan malu dan tangan terkepal.
Aksa puas mengerjai istrinya untuk pertama kali. Sedangkan semua orang di ruangan mematung. Apa yang terjadi dengan suami istri ini kenapa sangat berat rasanya perseteruan di antara mereka.
" Kita mulai rapat!" seru aksa tanpa kembali berdebat. Namuj semuanya jadi ambyar tak fokus.
" Pak ... Tapi Devisi nona Yushka penting kehadirannya," salah seorang nyeletuk di tengah-tengah rapat yang akan Aksa pimpin. Pemuda itu menoleh akhirnya ada yang berani memberikan sanggahan atas ucapannya.
" Jelaskan kerugiannya jika Devisi itu tak ikut?" tanya aksa sambil mengoreksi lembaran di hadapannya. Kemudian manager bagian keuangan menjelaskan mengapa Devisi tempat production harus hadir di dalamnya. Aksa mendengarkan meskioun fokus pandangannya terletak pada tumpukan map di mejanya itu.
" Hanya itu pak yang bisa saya sampaikan," ucap sang manager kemudian duduk. Aksa nampak menimbang-nimbang pernyataan dari Devisi keuangan.
" Jika begitu nanti kamu yang bertugas untuk menjelaskan pada Devisi yushka. Karena manager mereka kurang kompeten," jawaban aksa sangat jelas. Mereka semua bernafas panjang seakan-akan itu adalah Pr- mereka semua setelah rapat usai.
Rapat pagi ini membuat semua karyawan Ivander muda dag dig dug. Pasalnya Ivander kembali menjadi dingin dan sikapnya semakin tak toleran terhadap pegawainya. Mereka berfikir setelah menikahi yushka tuan Ivander ini akan luluh hatinya ini malah sebaliknya.
" Kalian pikir aku harus seperti apa, Hmmm? Tadi gak lihat aku di bentak di ruang rapat karena menggantikan. Iya ... Kali aja bisa tapi meskipun bisa sekalipun aku ogah banget. Kalian pikir bisa enak-enak karena istri bos kerja. Hedeh ... Gue aja masih gini meskipun statusnya berpindah di buku nikah," cibir yushka membuat mereka menatap wow pada gadis di hadapannya ini.
Mereka heran kenapa sikap yushka jadi seperti ini. Apakah pak bos dan yushka lakukan pada pernikahan mereka. Apa iya mereka menikah beneran. Kok ya terasa aneh dan sanksi. Manten baru kok gitu amat.
" Yush ... Kamu yakin udah nikah sama bos?" tanya temannya sambil memegang kening yushka. Yushka mengangguk tanpa melihat.
" Sumpah ... Demi apapun yush. Kalian bukan seperti pasangan suami istri. Flat fix ... Pernikahan kalian benar-benar pernikahan aneh sedunia. Sumpah ... Ya gak sih teman-teman," ujar teman devisi yushka. Gadis itu hanya mendengarkan dengan jengah.
" Emang ... Ya udah ya biarin aja. Kalian pada nge-ghibah pak bos. Kena surat peringatan baru tahu rasa!" ancam yushka yang sudah malas mendengar mereka berdebat.
Saat mereka mewawancarai yushka tiba-tiba saja sekretaris Roy datang dan memanggil yushka.
__ADS_1
" Di panggil ke ruangan pak Aksa!" serunya tanpa senyum dan pergi begitu saja. Mereka semua saling menatap.
" Tumben sekretaris Roy cuek sama yushka? Apa dia gak suka dengan pernikahan pak bos ya???" semua pada bertanya tentang hubungan rumit atasannya.
" Kalian kerja sekarang! Berhenti ngomong yang bukan wilayah kerja," ujar yushka sebelum pergi dari sana.
...****************...
Ruangan megah itu, ini kali kedua yushka masuk ruangan suaminya. Dia baru menginjakkan kaki di sini setelah menjadi ny. Yushka. Tapi dia berjalan layaknya pegawai. Yang aneh dari sini adalah sikap cuek Roy. Yushka merasa kehilangan sikap itu. Sikapnya yang hangat kini berubah dingin seperti suaminya.
" Saya pak!" seru yushka di dekat pintu. Aksa memutar kursinya dan menatap yushka dengan sinis.
" Sudah tahu apa yang kami bahas di dalam?" tanya aksa mengintimidasi. Yushka kali ini menatap suaminya dengan benci.
" Apakah anda amnesia? Apakah anda tiba-tiba pikun dan tua sebelum waktunya? Tuan Ivander Muda saya ingatkan ya bahwa anda mengusir saya beberapa waktu lalu saat rapat. Jadi, berhentilah omong kosong yang tak ada landasan dasarnya. Jika sudah saya ingin keluar!" pamit yushka dengan nada dongkol.
" Apakah secepat itu memutuskan suatu pertanyaan? Yang benar saja nona pintar. Bukankah IPK-mu luar biasa bagus. Apakah sulit menemukan info sedikit saja," ejek aksa dengan berjalan ke arah istrinya yang nakal itu.
" Penjilat ... Maaf pak saya sedang tidak ingin berdebat. Pekerjaan saya banyak. Permisi! Satu lagi nanti jika manager datang akan saya suruh menghadap," ucapan yushka benar-benar menyebalkan sekali bagi aksa. Pemuda itu menciba marah pada istrinya itu karena terlalu bermain-main sedari malam kemarin.
" Berhenti atau kau takkan pernah keluar dari dekapanku!!!!" teriak aksa.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa likeeee.