
Harusnya rumah semewah ini pemiliknya pantas bersikap sombong dan arogan tapi aksa dia lain. Pemuda tampan itu masih mengikuti tradisi kuno dan agamis. Meskipun kadang hal itu tidak tampak. Dia berusaha mengimbangi kehidupan realita yang mulai tidak berbanding lurus dengan tradisi keluarganya.
Aksa kemudian menepi untuk naik. Dia mendapatkan uluran tangan. Sejenak dia menatap istrinya dan menggapai tangan mungil itu. Ketika sudah duduk yushka memberikan sarapannya.
" Makanlah!" seru yushka yang kemudian berdiri ingin pergi. Aksa kemudian menghentikannya.
" Duduklah aku ingin bicara sebentar!" serunya. Yushka mengangguk dan kemudian duduk di sebelahnya.
" Yush ... Besok aku harus ke jepang selama kurang lebih 1 bulan bersama Roy untuk memberikan mengajukan animasi kita secara life di depan mereka. Kau mau ikut atau di sini?" tanya aksa. Karena 1 bulan bukanlah waktu yang singkat. Yushka tercengang. Dia takut pasti tapi ikut pun tidak mungkin dia harus bekerja supaya perusahaan suaminya berjalan normal.
" di sini saja mas," jawab yushka setenang mungkin. Aksa menelisik suaminya dengan seksama. Tiba-tiba saja tangan itu menyentuhnya.
" Jika takut di rumah ikutlah! Kamu bisa bekerja dari jauh," ujar aksa menebak. Yushka menggeleng.
" Mana mungkin aku khawatir pada diriku sendiri. Kamu juga memiliki banyak kesibukan mana boleh aku merepotkanmu setiap hari. Berangkatlah aku akan di rumah dan setiap pagi akan bekerja sesekali belanja jika di perlukan," jawab yushka kemudian berdiri. Dia harus berani di rumah ini saat ada maupun tidak ada suaminya. Tidak mungkin dia selalu jadi bayang-bayang aksa.
Pemuda itu tampak hanya melihat tanpa menanggapi lagi. Melihat yushka seperti tidak ada alasan baginya untuk membawa gadis itu bersamanya. Saat aksa asik menatap yushka tiba-tiba saja ponselnya berbunyi.
" Hallo ... Prill," ucap aksa.
" Temui aku saat ada pekerjaan di jepang minggu ini. Aku sangat merindukanmu," rengek aprill pada aksa.
" Menggelikan ... Kenapa kamu merindukan suami orang?" tanya aksa tersenyum miring.
" Karena suami orang itu kekasihku," jawabnya manja. Aksa menggelengkan kepalanya.
" Ralat ... Mantan kekasihmu. Kita sudah putus semenjak hari itu. Jangan pura-pura lupa," jawab aksa dengan segala ketenangan yang dia miliki.
__ADS_1
" Jahat," jawabnya singkat yang membuat aksa terkekeh.
" Memang. Tapi itu yang harus ku lakukan agar kamu pun segera menikah," ucap aksa kembali.
" Bulsyit ... Nyatanya aku masih betah sendirian," jawab aprill lagi.
" Jangan terlalu lama. Menikah itu enak aku saja tidak bisa jauh dari istriku sedetik pun," bohong aksa pada mantannya. Kali ini aprill berdecih.
" Jangan bohongi aku. Istrimu saja nampak sangat dingin sekali. Bahkan dia terkesan tak peduli," jawab aprill mengejek dan aksa tertawa saat mendengarnya.
" Tapi ... Dia pandai membahagiakanku," ucap aksa kemudian.
" Urusan ranjang juga?" tanya aprill kesal. Aksa kini mewanti-wanti jawabannya.
" Jangan terlalu dalam mengorek rumah tanggaku prill. Nanti kamu bisa sakit hati. Fokuslah pada pernikahanmu aku sudah dengar kabarnya," jawab aksa pada akhirnya.
Perbincangan itu pun berakhir karena aksa sudah tak menanggapinya lagi. Dia sudah enggan jika membahas perjodohan. Dia bahkan tahu jika kelak april akan menikah dengan pemuda itu. Maka sebelum itu terjadi aksa harus menikah terlebih dahulu. Tapi bukan terlalu cepat seperti saat ini. Takdir memang misteri jodoh pun demikian.
Yushka yang sedang menyiram tanaman di rumag aksa mendapatkan perhatian dari sang suami. Aksa mendekati istrinya itu.
" Tidak perlu melakukan ini mang ujang akan datang untuk merawat mereka," ucapnya dengan flat dan lurus-lurus aja lempeng pula. Yushka tersenyum kecut.
" Daripada aku mendengarkan seseorang mengobrol santai dengan kekasihnya ketika akan di panggil untuk bersiap lebih baik aku melakukan aktivitas supaya tak mendengar apapun," jawabnya dengan kesal. Namun lagi-lagi aksa tak menanggapi pernyataan itu. Dia kembali malas untuk membahas yang tidak perlu.
" Jika tidak tahu apapun jangan mendengarkan sepotong. Masuklah! Jangan sampai sakit lagi karena apapun yang terjadi besok aku harus berangkat!" serunya tegas. Yushka sudah mencebik kesal dan menghentakkan kakinya ke lantai di rumah aksa ini.
" Selalu saja terdengar benar. Anda benar-benar luar biasa tuan aksa!" seru yushka dengan berlari ke dalam. Aksa hanya memandang istrinya. Aksa tak ingin banyak berkomentar dulu tentang hubungan ini dan yushka.
Hari ini aksa di rumah lebih banyak diam tak banyak beradu mulut dengan yushka. Dia hanya ingin menjaga gadis itu di rumah karena sakit tadi malam. Aksa memang akan merubah sikap jika berada di rumah. Kantor tempat mereka bekerja dan rumah tempat mereka sebagai suami istri. Saat aksa menikmati koran di tangannya.
__ADS_1
" Mas bagi uangnya dong! Mau belanja nih?" seru yushka sambil mengulurkan tangannya. Aksa menatap istrinya. Sebenarnya dia ingin tertawa saat melihat gadis itu mencebik sedari tadi.
" Memangnya kamu butuh uang?" tanya aksa mengesalkan.
" Mas pikir yushka boneka gak butuh makan gak butuh jalan-jalan gak butuh make up. Semuanya butuh dong mas. Yushka gak mau ah pake uang pribadi. Rugi nikah sama kamu kalau uangku habis begitu aja," omelnya tanpa jeda. Aksa jadi terkekeh. Yushka jadi terpana pada pemuda itu. Tampan sekali wajahnya jika tertawa kecil. Yushka terhenyak beberapa detik.
God. Dia tampan sekali. Benarkah dia aksa yang selama ini dingin. Dia jika tersenyum sangat tampan rasanya jantungku tidak sehat saat melihatnya seperti ini. Mengesalkan. Batinnya dengan menghela nafas.
" Ambillah!" aksa menyodorkan sebuah kartu.
" itu uang belanja bulananmu jangan meminta tunai aku tidak ada," ucapnya kemudian pergi. Yushka menerima dengan meng-oh. Aksa melewatinya begitu saja.
" Mas ... Saya ndak matre loh. Kenapa di kasih black card? Tukar sama yang biasa saja atau tf ke rekeningku saja," ujar yushka menghentikan langkah kaki suaminya. Aksa kembali menghampiri gadis itu. Tiba-tiba saja aksa menyambar bibir kenyal yushka dengan lembut.
Cup.
Ya itu hanya sekedar kecupan dari aksa. Namun Yushka melotot saat mendapat perlakuan itu pasalnya aksa kembali melakukan hal di luar nalarnya.
" Ku kembalikan ciuman yang kamu ambil dariku! Satu lagi aku bukan suami yang kikir," aksa kembali melangkah memutar balik tubuhnya ke arah tadi. " Dan ingat! Jika kamu mendapatkan black card bersiaplah menjadi istri seutuhnya untukku," serunya kemudian benar-benar berlalu dari hadapan yushka.
Oh god. Apa yang dia lakukan? Kenapa mengecupku sesuka hatinya. Memberikan black card pun minta imbalan. Bukankah itu tidak adil? Istri seutuhnya bagaimana maksudnya??? Batin yushka sambil menutup bagian depan dengan kedua tangannya itu.
Menakutkan.
.
.
Nah, loh hilal mulai nampak sedikit². Si aksa mulai aksinya ini baahaayaaaaa. Iya gak sih hahahahahahah. Jangan lupa likeeee komen dan dukungan lainnya ya.
__ADS_1