
Hari-hari kehamilan yushka adalah hal paling di sukai oleh aksa dia sama sekali tak mengizinkan istrinya itu untuk melakukan aktivitas berat apapun. Dia menginstruksikan istrinya itu untuk resaign dari kantor dan hanya fokus dalam kehamilannya saat ini.
Semenjak kehamilan yang di sematkan pada yushka Tuan Ivander mencoba kembali membuka mata hatinya dan datang ke keluarga Yushka.
Kala itu ...
" Maafkan saya nyonya ... Mungkin saya sudah menyakiti putrimu," ucap tuan ivander.
" Tidak tuan .. Mungkin inilah takdir putri kembar saya. Saya hanya kasihan dengan putrinya itu," jawab ibu yushka sambil menunjuk gadis kecil itu.
" Apakah dia putriku?" tanya tuan ivander pada ibu yushka.
" Awalnya saya kira dia putri yushna dan Aksa tuan. Karena yushna berhubungan dengan putra anda. Namun akhir-akhir ini saya meyakini bahwa andalah ayah biologisnya karena saya menemukan sobekan kertas yushna yang dia simpan dengan rapi. Mungkin karena tak ingin orang lain tahu," jawab ibu yushka sambil menyodorkan lembar kertas yang lusuh.
Sayang, jika kelak ibu tak bisa merawatmu. Yang kamu kenali haruslah Yushka dan Aksa. Mereka adalah insan yang di ciptakan hadir bersama di dunia ini untuk menjadi pasangan. Maafkan ibu telah memberikan posisi sulit untukmu. Karena ibu adalah hanya istri kedua yang sudah tak diinginkan oleh ayahmu yang aangat kaya itu. Bukan salah ayahmu telah mengusir ibu. Tapi salah ibu yang berani mencintai putranya itu. Aku menyembunyikan semua ini dari siapapun nak. Ayahmu tak mengetahui ini aku sudah tak ingin merepotkan siapapun lagi. Percayalah bersama yushka kamu pasti bahagia. Ibu tak menyesal memiliki anak dari tuan Ivander tapi ibu menyesal menjadi pelakor dalam rumah tangganya. Karena ternyata tak di harapkan itu menyakitkan. Maafkan aku nyonya ivander kau luar biasa menghadapi suamimu yang berpaling. Aku bangga pernah mengenalmu.
Isi surat itu membuat ayah aksa luruh lanta. Dia benar-benar menyakiti dua perempuan sekaligus. Dia menyesal pernah bertindak semaunya sendiri.
" Maaf ... " lirihnya yang berbatas.
...****************...
Semenjak kejadian hari itu tuan Ivander tak mampu berkomentar apapun dan putrinya pun tak berhak dia miliki karena hak asuhnya sudah berpindah pada yushka. Sungguh dia menyesali semua kesalahan yang dia lakukan kala itu.
" Apakah kalian sudah berbaikan?" tanya yushka pada suaminya. Aksa menatap tak suka jika nama papanya di sebutkan.
" Jangan bicarakan hal itu lagi. Aku sedang tak ingin membicarakannya," ujar aksa dengan sangat tidak nyaman.
" Tapi walau bagaimana pun dia ayahmu mas. Tidakkah kamu ingin ke sana untuk menanyakan kabar mereka," nasihat yushka sungguh mengena di dasar hati aksa. Sesungguhnya ini adalah hal yang dia rindukan. Memeluk kembali ayahnya seperti beberapa tahun lalu dengan penuh kasih sayang. Tapi ada jarak yang membuat mereka selalu bertengkar begitu saja hingga saat ini.
__ADS_1
" Kita tidur ya sayang," jawabnya lagi tanpa ingin meneruskan pembicaraan.
Yushka bersabar saja mendengar jawaban suaminya. Mungkin aksa butuh hal yang lebih membuatnya bisa meminta maaf pada ayahnya terlebih dahulu.
Keesokan harinya Roy dan Dhara nampak bersiap. Semenjak kejadian Yushka hampir di lecehkan Roy memang tinggal di rumah ini sampai dia menikah. Supaya rumahnya ini tak sepi. Apalagi Dhara yang malu-malu itu membuat yushka yang jahil jadi semakin bersemangat.
" Cie ... Cie yang masih anget-angetnya," Goda yushka dengan senyum-senyum meledek.
" Di pikir gorengan kali sama kakak ipar anget. Jangan mulai deh kak," protes Roy. Namun Dhara hanya menanggapinya dengan tersenyum kecil.
" Kalian ini tiap hari gini saja. Udah kayak tom and jery, berangkat Roy!" perintah aksa membuat Roy mengangguk dan pergi. Namun yushka mencebik.
" Mas aksa!!! Merusak deh lagi seneng-senengnta nih godaim mereka. Kamunya serius mulu Yushka kesal nih," yushka mulai merajuk pada suaminya. Aksa akhirnya menghela nafas panjang.
" Sayangku yang cantikkk .... Mas ada meeting jam 8.00 kalau nungguin kamu godain mereka bisa bubar kliem mas dong sayang," bujuk aksa padanya yang diikuti anggukan yushka dengan terpaksa.
" Baiklah mas. Pergilah! Sebelum moodku rusak," jawabnya dengan kesal.
Parah sih ini. Lihatlah kakakku yang seperti es batu ini dia melandai dengan sangat menggelikan. Ekspresinya itu loh jijik i hahahaha.
Kepergian mereka membuat para istri itu ke taman untuk merawat kebun yang mereka buat beberapa hari terakhir.
" jangan lelah-lelah mbak!" Pinta istri Roy itu.
" Dikitan aja kok Dhar," jawabnya. Namun karena memaksa akhirnya Dhara hanya bisa melindungi saja. Namun malah hal kurang baik terjadi kakaknya terpeleset hingga terhuyung namun tak sampai jatuh karena Dhara sigap. Tapi entah kenapa yushka merasa sakit pada perutnya itu.
" Aaahhh ... Sakit Dhara!" keluhnya. Dhara di buat bingung oleh istri kakaknya itu. Namun bersamaan dengan itu muncullah papa mama aksa.
" Yushka!" teriak sang mama segera berlari mendekat.
__ADS_1
" Kenapa sayang?" tanya sang mama di landa panik. Tuan ivander masih ragu-ragu.
" Ma ... Bawa Yushka ke rumah sakit ini sakit sekali," jawabnya lirih sambil memegang tangan mama aksa itu.
" Ivander! Siapkan mobil kita berangkat sekarang," perintah mama aksa membuat papa gelagapan. Terlihat jelas di wajahnya. Yushka bisa melihatnya saat mama mengatakan hal itu. Papanya nampak berbeda..
" Baik. Wait!" jawabnya setengah berlari. Sedangkan istri dan mantunya itu membantu yushka ke mobil. Seusai yushka masuk.
" jalankan ivander!" serunya sekali lagi. " Nak .. Telponlah suamimu katakan bahwa yushka kami bawa ke rumah sakit," ujar mama mertuanya.
" Baik nyonya ... " jawab sambil memegang ponsel dan menghubungi Roy.
" Jangan nyonya tapi mama," jawab mama aksa dan Roy itu. Dhara nampak gugup namun tetap dia jawab.
" Iya ma ... "
Di kantor ...
" Kak ... Istrimu di bawa ke rumah sakit. Perutnya sakit katanya!" seru Roy ikutan bingung dengan keadaan ini. Aksa langsung berdiri dan bergegas. " Kita berangkat sekarang!" ajak aksa padaa adiknya.
" Oke," mereka pun tak membutuhkan waktu lama untuk pergi ke rumah sakit. Di perjalanan nampak aksa panik dan gugup mendengar kabar kurang enak ini.
" Tenanglah kak! Semua pasti baik-baik saja," kata-kata itu yang di sematkan oleh Seseorang pada umumnya. Aksa hanya mengangguk tanpa ingin menjawab sepatah kata saja.
Mereka menyusuri jalan dengan km yang agak cepat. Karena Roy sendiri di landa panik saat mendengar kabar dari Dhara. Apalagi ada ayah di sana. Roy semakin galau tapi dia tak mengatakan apapun pada kakaknya.
" Sorry kak," lirihnya hampir tak bisa di dengar.
.
__ADS_1
Jangan lupa like yang menjelang tamat. Thank you....