Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 52


__ADS_3

" Hmmmm .... Bisa gak sih hatiku ini spare part. Kesel tahu gak sih mas ternyata hidup kendaraanku penuh dengan drama kolosal," keluhnya. Namun aksa yang mendengar ucapan istrinya itu membeo. Sebenarnya ini aksa yang gila apa istrinya yang sudah tak waras.


" Hallo ... Nyonya aksa apakah kau baik-baik saja? Kenapa ya? Aku merasa takut padamu jika mengatakan sesuatu tak sesuai jalurnya," aksa ikut-ikutan gial dengan mengatakan jalur.


Mereka berdua saling berpandangan satu dengan yang lain. Yushka kembali menatap suaminya. Dia kembali mengatakan hal yang sangat absurd hingga sampai pada telinga.


" Kau pikir aku gila tuan aksa! Wah benar-benar ya kamu ini membuatku gila beneran," jawabnya kian ambigu.


" What?!! Yushka jangan membuatku geli dengan ucapanmu. Kau ini membahas sparepart, kendaraan, drama kolosal. Sebenarnya itu alurnya kemana??? Aku jadi ikut di buat gila oleh idemu itu," jawabnya mencebik dan yushka yang mendengar jadi terkekeh geli.


" Kau ini mas .... " jawab yushka dengan masih terkekeh.


" Berhentilah! Jika ingin mencemoohku," ucapnya geram. Yushka tertawa geli melihat sikap suaminya. Yushka segera meraih tangan suamijya itu dan itu membuat aksa sangat terharu dan aneh. Karena gadis itu berucap semaunya saja.


" Mas ... Aku sendiri bukan orang baik tapi setidaknya dengan berbuat baik ada harapan bagi kita untuk mendapatkan pahala versi kita. Maafkan aku ... Jika sempat membuatmu berpikir yang macam-macam sebelumnya," Aksa mengangguk cepat karena kali ini dia melihat raut serius sang istri. Satu hal lagi khawatir jiwa absurdnya kembali pada abnormal.


" Kenapa mengangguk saja? Tidak ingin merespon?" tanya yushka menatap aksa yang mengangguk tanpa menjawab sepatah kata.


" No ... " jawabnya singkat. Yushka nampak kembali acuh.


Ya tuhan! Dia normal kan? Bukan gila kan. Aku jadi negatif thinking. Mana mungkin tak berpikiran macam-macam. Baru saja nampak bersedih secepat kilat kembali normal seperti tak terjadi apapun. Hatiku jadi mak syuutt ... Semoga saja dia tak depresi karenaku. Bisa mamposs dong aku jika punya istri cantik tapi gila. Batinnya tak tentu arah.


" Kamu mengumpatku dalam hati mas!" seru yushka dengan ambigu yang membuat mulut suaminya itu menganga.


" Idih ... Air liurmu tuh mas kondisikan!" seru yushka. Aksa langsung saja mengusap padahal tak ada air liur.


" kau ini ..... !" teriak aksa. Yushka terkekeh jadinya. Lagi-lagi aksa terpesona akan kecantikannya.


" Lagi-lagi dia membuatku jatuh cinta," lirihnya. Yushka menoleh dengan cepat.


" Aku denger loh mas," ucapnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Perbincangan absud malam itu sengaja yushka ciptakan supaya rumah tangganya berbahagia. Jika dia tak memaafkan suaminya apa gunanya semua sudah terjadi dan berlalu. Menjadi lebih baik setiap harilah keinginan yushka saat ini.


Pada Akhirnya setiap kesalahan,


Akan menemukan Tuannya


Jika dia berlindung pada Euforia,


Takkan ada senyuman terbit kala senja terbenam


Indah mungkin datang pada waktunya,


Namun kebahagiaan tak datang secara gratis


Semua akan beriringan,


Satu minggu berlalu begitu cepat. Baik yushka maupun aksa memutuskan kembali ke tanah air untuk memulai kehidupan barunya. Kehidupan setelah semuanya terklarifikasi tanpa terkecuali.


Jika yushka adalah gadis dalam kisah masa kecil aksa yang selama ini dia cari. Yushka si gadis kecil datang hanya bertujuan mencari sebuah pekerjaan dan balas dendam. Namun semua itu sirna layaknya debu karena ada rasa enggan di hatinya. Entah kebaikan mana yang menghampiri aksa ternyata yushka yang tak lain adalah kembaran dari yushna itu adalah gadis dari masa lalu yang aksa cari dan cintai.


Bandara Soekarno- Hatta ...


Mereka berdua berjalan dengan mendorong barang bawaannya. Tanpa mereka sadari Roy melambaikan tangannya. Kedua pasangan suami istri itu bak artis korea mereka datang sudah banyak yang meminta foto. Sesaat aksa melihat Roy, dia tak lupa menggandeng istrinya. Ketika mereka sampai di dekat Roy ada yang belum mereka berdua sadari. Ya, kehadiran seorang perempuan. Aksa menatap Roy nyalang.


" Roy !" serunya membuat Roy paham maksudnya.


" Dia ... Gadis itu kak," jawab Roy dengan menatap kakaknya. Aksa memgangguk paham dan mengajak semuanya untuk pergi.


Dalam perjalanan mereka berempat diam tak bersuara. Apalagi yushka yang tak mengerti apapun itu tiba-tiba bersuara. Tanpa aba-aba dari siapapun, karena suasana canggung begini snagatlah tidak nyaman.

__ADS_1


" Hai ... Kekasih Roy?" tanya Yushka. Pertanyaan itu sukses membuat Roy tersedak ludahnya sendiri. Sontak saja aksa menoleh ke arah Roy dengan sinis.


" Ck. Belagak tersedak, adik sialan!" bisik aksa.


Gadis yang sedari tadi diam kini mulai memperdengarkan suaranya yang imut-imut itu. Suara itu yang sudah satu minggu ini menghiasi hari-hari Roy.


" Bukan Nyonya ... Tuan Roy majikan saya. Setiap hari saya yang menyiapkan keperluan beliau saat akan ke kantor," jawabnya dengan polos. Jiwa jahil yushka saat mendengar itu meronta-ronta. Saatnya beraksi bagi yushka.


" Keperluan? Masuk ke kamarnya juga? Semisal menyiapkan baju dan memasang dasi?" tanya yushka padanya secara detail. Roy nampak begidik ngeri dengan pertanyaan yushka kali ini. Pasalnya kakak ipar satu ini rada gila bagi Roy.


" Iya nyonya ... " jawabnya dengan polos. Yushka terlihat menyeringai menemukan mainan dan jawaban baru.


Astaga. Gadis ini kenapa iya terus sedari tadi. Bisa di habisi aku oleh si yushka itu. Kali ini mati kau Roy di tangan kakakmu. Ujarnya dalam hati sambil menyetir.


" Oh ... Kenapa sekalian gak minta di nikahin cantik. Itu majikanmu modus. Masak iya tugas istri di gantikan oleh pelayan. Iya gak sih yang .... Kamar itu bukankah wilayah istri?" tanya yushka pada suaminya. Aksa mengangguk membenarkan. Istrinya ini paling bisa membuat orang lain gila di saat seperti ini.


" Maaf ... Nyonya jika saya lancang. Saya tidak tahu jika tuan Roy sudah menikah," ujarnya sambil menunduk.


" Memangnya kamu mau modelan kayak Roy jika dia belum punya istri????" pertanyaan yushka kali ini membuat Roy mendelik terlihat oada spion saat menoleh ke jok belakang. Sedangkan sang suami rasanya ingin tertawa saat ini namun dia tahan sebisa mungkin.


" Saya tidak berani memimpikan nyonya. Tapi tuan Roy orangnya baik. Jika bukan karena tuan Roy entah saat ini bagaimana saya," jawabnya manis sekali. Yushka memegang pundaknya dan berbisik yang membuat dua laki-laki di depannya itu saling memandang.


Akan kubantu agar Roy tak menjadikanmu hanya pelayan. Semoga saja Roy menikahimu. Kau nampak baik baginya. Bisik yushka.


Namun para lelaki itu sudah tak memperdulikan perempuan di belakang mereka. Nampaknya mereka berdua sangat akrab sekali bertemu. Tak rugi Roy membawanya pulang ke rumah. Setidaknya yushka memiliki teman untuk bersenda gurau.


" Sayang ... Ayo masuk sudah sampai! Biarkan dia bersama Roy, " ajak aksa penuh dengan penekanan. Dan Roy hanya mengangguk dan menunduk patuh.


" Oke ...! Roy cepatlah buat keputusan sebelum aku menikahkannya dengan laki-laki lain," bisik yushka sambil melirik sinis pada Roy. Laki-laki itu hanya menggeleng melihat kelakuan yushka kali ini.


Kakak ipar ini benar-benar membuatku pusing.

__ADS_1


__ADS_2