Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 48


__ADS_3

Seenaknya saja dia mengatakan bahwa aku sudah menjadi penghibur. Benar-benar ini ya nona kutu kupretnya si kakak ngeselin. Tapi dengan santainya Roy mengangguk tanpa memprotes. Hal itu hanya berhasil mencuat ke atas permukaan saja.


" Apa? Lihat-lihat ... " tanya yushka sambil melotot.


" Idih ... Ogah lihatin kamu. Udah bengek gue sama kamu yush. Haisssss ... Di ajak nikah kagak mau malah ini bantuin jaga," Roy gedumel.


" Sialan bengek katanya," yushka melempar Roy bantal karena kesal. Roy menangkapnya dengan sempurna.


" Makasih loh ... Tahu aja kalau gue pengen rebahan," jawab roy sambil tidur-tiduran. Yushka sesekali melirik ke arah pintu. Telinganya itu mencoba meraup pendengaran suara pintu. Dia benar-benar takut papa mertuanya bersikap kurang ajar lagi.


" Why yush? Tidak akan apa-apa," Roy tahu jika istri kakaknya itu diam-diam memperhatikan pintu kamarnya. Istri kakaknya itu diam saja tak menjawab. Roy terpaksa mendekat dan mencoba menaruh bantal di ranjang kakaknya. Tapi bodohnya kaki-nya yang laknat itu tersandung karpet membuatnya terjatuh terjerembab ke ranjang di mana kaki yushka berselonjor.


" Eiiitttttt ..... Eiiiiiitttt ... Eiiitttt ... Aaaaa! Bughhhh... " roy menatap yushka dengan wajah nyengir kuda karena malu pake banget.


Ya tuhan Roy. Lihat diri loh nampak sangat bodoh sekali. Ngapain loh kayak orang nyembah ke si yushka. Dasar oneng ... Rusak bener deh pasaran loh. Mampusssss. Batinnya sambil berceloteh anak.


Yushka seketika tertawa tanpa rasa bersalah.


" Hahahahahahah .... Kamu ngapain Roy?" tanya yushka terkekeh dengan kelakuan Roy. Roy berdiri dan membenarkan posisinya.


" Ehm... " berdehem untuk menghilangkan *********** eh bukan ding rasa malunya. Hahahah. Roy kembali menatap yushka dan tak ambil pusing.


" Apakah saat ini aku cukup menghiburmu?" tanya Roy mengernyitkan alisnya. Yushka mengangguk sambil tersenyum. Roy bernafas lega. Biarlah dirinya malu setidaknya perempuan di hadapannya ini terhibur dan melupakan sejenak sesuatu yang mampir di pikirannya tadi. " Istirahatlah! Aku akan menjagamu," ucap Roy meyakinkan. Yushka menatap Roy penuh arti. " Percayalah ... Aku tak kan tidur," ujar Roy melanjutkan. Yushka mengangguk dan membenamkan dirinya dalam selimut. Roy kemudian membaca majalah untuk menghilangkan kebosanan yang melandanya. Canggung sebenarnya iya tapi setidaknya yushka seperti teman baginya. Roy melirik yushka yang berangsur tertidur dan mendengkur halus.


" Tidurlah ... Setidaknya dengan begini lebih baik. Jangan terlalu terbawa suasana," lirih Roy dari kejauhan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Aksa yang sudah berada di ruang tamu. Menatap papanya dengan tatapan tak bersahabat. Mereka berdua saling bersitatap dengan rahang keras menunjukkan bahwa ada berdebatan sengit di dalamnya. Aksa duduk menghadap papanya dengan wajah menatap luruske depan.


" Kenapa kemari?" tanya aksa dengan nada tak suka. Papanya pun menjawabnya dengan sengit.


" Aku ingin menemui istri keduaku yang tak tahu diri itu!" sentaknya. Aksa langsung menghunuskan pandangannya pada pupil mata sang papa.


" Ck. Suami tak bertanggung jawab mantan istri meninggal saja tidak tahu. Dengarkan aku baik-baik Ivander yang terhormat bahkan yang gila karena cinta. Istri keduamu yushna itu telah kau talak cobalah kau ingat-ingat! Setelah itu dia tak berniat untuk kembali kepadamu maupun padaku. Dan ... Yang kau sebut istrimu itu dia adalah istriku namun karena mereka saudara kembar sehingga wajahnya pun agak mirip meskipun tidak identik. Apakah kamu tak malu mengakui istri putramu sebagai istrimu?" tanya aksa dengan lantang dan berdiri. Tuan ivander berdiri tak terima.


" Kau bahkan juga tak mengakui kesalahanmu padaku telah membuat rumah tangga kami berantakan!" teriaknya dengan kencang.


" Oke ... Saya salah waktu itu tuan ivander telah salah mengenali istrimu! Tapi ketika aku merasa bersalah maka aku lepaskan dia. Tapi sayangnya kau menalaknya dan itu bukan wilayahku," aksa kemudian beranjak dari tempat duduknya.


" Jika tak berkepentingan lagi pulanglah! Bahagiakanlah orang yang setia padamu itu tuan ivander jangan sampai kau kehilangan kedua kalinya," kemudian aksa berlari ke tangga dan naik ke lantai dua.


" Anak kurang ajar!" teriaknya. Namun aksa sudah tak menggubrisnya. Nyonya ivander kemudian memegang tangan suaminya.


" mas ... Sampai kapan kamu akan membuat hubungan ayah dan anak jauh seperti ini. Bahkan aksa mengatakan bahwa gadismu itu sudah meninggal. Jika kau tak percaya carilah info sendiri tentangnya. Jangan seperti ini sampai bertahun-tahun. Aku sudah lelah mengikutimu," ujar mama aksa dengan wajah sendunya. Namun ivander diam tak berkutik. Dia segera beranjak dari sana karena sudah di usir.


" Jika kau tak pulang maka statusmu sama dengan wanita itu!" serunya dengan nada emosi. Mama aksa hanya menghela nafas dan akhirnya mengalah kembali.


Sabar. Allah sayang orang sabar mama aksa. Ini adalah ujian sementara yang tiada bandingannya. Banyak waktu yang akan membuatmu bahagia kelak. Batinnya sudah agak kesal.


Saat pintu di buka ...


" Roy ... Bagaimana dia?" tanya aksa dengan lirih takut membangunkan gadisnya yang sudah ke alam mimpi.


" Tadi raut takut beberapa kali terlihat. Entah sikap konyolku yang tiba-tiba membuat istrimu itu tertawa. Hah. Aneh. Bukan lucu lebih tepatnya memalukan. Tapi dia mengatakan aku penghibur. Benar-benar sial," jawabnya menggerutu. Roy menyerahkan koran pada kakaknya.

__ADS_1


" Bawa dan jagalah sendiri!" (memberikan kuncinya dan beranjak pergi)


Aksa menangkap koran itu dengan tepat. Roy tersemyum dan melihat ke arah kakaknya demgan serius.


" Apakah papa mama pulang?" tanya roy dengan lirih.


" Sudah," jawab aksa.


Roy berjalan begitu sajq tanpa melihat ke belakang lagi. Aksa pun mendeati istrinya tanpa membangunkannya. Dia menatap istrinya sambil tersenyum.


Tidurlah sayang. Semuanya akan baik baik saja sebagaimana mestinya. Tak ada hal yang berat bagiku jika kau bersamaku. Dia hanya ingin memisahkan kita. Dia benar-benar menjijikkan. Keluh aksa sambil menghela nafasnya panjang.


...----------------...


Malam ini kembali membuat batin aksa terguncang bukan perkara anak. Namun papanya yang sangat agresif. Kenapa papanya se-ngotot itu. Bahkan dia sudah menjelaskan jia istrinya pulang ke hadapan sang pencipta. Namun nihil semua itu rugi.


" Kenapa belum tidur kak?" tanya Roy sambil membawa Coffe.


" Semuanya kian pelik roy. Aku bahkan tak menyangka jika papa seperti ini," keluhnya dengan perasaan sedih.


" Kak ... Papa hanya butuh waktu sedikit lagi dan ruang bagi pemahamannya. Percayalah semua akan selesai pada waktunya," jawab Roy.


" Ck. Karena kau tak merasakan maka mengatakan hal itu. Bedebah kau Roy!" teriak aksa sambil tersenyum.


" Bodoh. apa peduliku," jawab roy. " Istrimu benar-benar membuat harga diriku jatuh kak nyebelin pake banget!" rengek Roy ingin mengadu.


" Why?" tanyanya.

__ADS_1


" Aku yang ingin membantunya ini. Tiba-tiba saja kakiku tersandung dengan bodohnya di karpet dan menimpahi kaki mulus istrimu. Heheheheh." jawab Roy malu-malu kucing.


" Brengsek kau ini. Hahhaahha," jawabnya singkat.


__ADS_2