Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 35


__ADS_3

Aksa berdiri mematung saat yushka mengakui niatnya menikah dengan dirinya. Tapi baginya yushka tak merugikannya selama menikah. Bahkan perusahaan beruntung dengan adanya dia. Hanya saja karena yushka-lah dia berpisah dengan aprill. Itupun bukan polemik yang besar. Seharusnya dia memang tak menikahi aprill. Aksa kini berjongkok di hadapan yushka sambil mengangkat dagu gadis itu yang kini tengah tergugu dalam tangisan.


" Aku ingin kita memperbaiki semuanya. Jangan berniat untuk pergi dariku," ujar aksa. Namun yushka menggeleng dengan mata meleleh.


" Jangan mas. Menikahlah dengan orang lain," jawab yushka namun aksa kini menggendongnya kembali menuju ranjang mewahnya kembali.


" Aku hanya ingin bersamamu. Layani aku malam ini dengan baik dan jadilah istri yang baik untukku," ucap aksa yang kemudian menaruh istrinya di ranjang.


Aksa kini kembali membuat istrinya kembali merasakan hawa romantis pasangan pengantin baru. Dia membuat suasana kamar seperti hanya milik mereka berdua. Hawa panas pun masuk ke dalam kamar aksa. Di tengah- tengah cumbuan aksa.


" Jangan melakukannya ... Aku bukan yushna," cegah yushka menatap aksa dengan tatapan sayu.


" Karena kamu yushka maka aku berani menyentuhmu," lirih aksa.


Diapun memulai aksinya meskipun tushka sudah mencegahnya. Dia tak ingin aksa membayangkan yushna saat seperti ini. Aksa seperti memasukkan godam besar ke dalam lubang sempit. Yushka tercekat ingin berteriak tapi malu. Sedangkan aksa nampak tersenyum dia merasa bahagia bahwa yushka masih orang yang sama. Dia selalu menjaga dirinya sampai detik.


Tak berasa air mata yushka merembes bukan sedih tapi sakit pastinya. Tapi seperti peka aksa melakukannya perlahan. Tapi sakit tetqplah sakit bagi yushka hanya saja dia tak ingin mengeluarkan suara-suara aneh-nya. Namun saat aksa memacunya dengan cepat sehingga membuat yushka sakit gadis itu berteriak.


" Ampun pak! Berhentilah untuk besok lagi," teriakan itu mampu membuat aksa tercengang. Bayangkan saja di saat menggebu-gebu justru di suruh berhenti. Keterlaluan.


" What??? Jangan jadi gadis absurd di saat seperti ini. Tanggung yush ... Jangan membuatku geram. Jika tidak aku akan benar-benar membuatmu menyesal telah menikah denganku," jawab aksa geram karena penolakan yushka.


" Pak ini tidak enak ... Benaran sumpah!" yushka mendorong suaminya. Ingin berlari namun karena sakit aksa kembali menangkapnya.


" Jangan bercanda kamu yush," ucap aksa pada istrinya yang aneh bin ajaib itu.


Jika pengantin baru pada umumnya sangat menantikan malam pertamanya yushka malah mengatakan hal itu tidak enak.


" Pak ... Please besok lagi. Ini ngilu sekali loh!" iba yushka pada suaminya itu. Aksa lngsung menepuk jidadnya dan pergi ke kamar mandi.


Aksa berendam sambil tersenyum. Sebenarnya dia sendiri merasa aneh jika melakukan itu. Butuh power full untuk membobol gawang istrinya.


" Yush ... Belum saatnya kamu mengetahui semuanya. Jangan pernah pergi kemana pun," ucap aksa seorang diri.

__ADS_1


Di kamar ...


" Apa dia marah? Tapi ini memang sakit sekali. Kan gapapa di cicil buat besok lagi," lirih yushka sambil memelas. Dia kembali memakai baju kimono di almari kecil di samping ranjang. Dia takkan memakai lingerie atau baju haram lainnya. Dia takut di terkam oleh suaminya itu. Kemudian yushka terlelap begitu saja tanpa memperdulikan apapun lagi. Fokusnya hanya tidur tubuhnya sudah sakit semua.


Aksa yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat istrinya tertidur jadi menghela nafas. Aksa berjalan menuju samping yushka. Dia nampak mengelus kepala gadis itu.


" Kamu ini benar-benar membuatku malu. Mana ada berhubungan harus pending dulu yush. Aneh-aneh saja," lirih aksa kemudian mencium kening yushka yang sudah bermimpi entah kemana. Wajah baby face yushka membuat aksa kian mengaguminya.


Aksa pun kembali menidurkan dirinya mengistirahatkan badannya setelah perjalanan jauh. Dia kembali merapatkan tubuh yushka pada dirinya. Rasanya pelukan yushka adalah sandaran ternyaman bagi dirinya.


...****************...


Pagi datang menyinari seluruh semesta memberikan sensasi silau namun menghangatkan bagian setiap insan. Yushka yang sudah bangun sedari tadi telah menyiapkan sarapan pagi.


" Semangat amat non?" tanya bibi. Yushka tersenyum cantik sekali.


" Mas Aksa datang bi," jawabnya dengan senyum. Bibi pun ikut tersenyum mendengarnya.


" Bibi saja .... Memangnya kelihatan ya bi? Tapi sayang sekali yushka tidak berani merindukan mas Aksa berlebihan bi khawatir dia menyukai orang lain," keluh yushka sambil memudarkan senyumannya.


" Non ... Tuan aksa jika berkomitmen itu serius jangan pernah meragukan dia," ucap bibi sambil menepuk pundak nona-nya itu. Yushka kembali tersenyum meskipun tak semerekah tadi.


Aksa yang sudah mendengarnya sedari tadi jadi sedikit tahu tentang yushka yang sebenarnya rindu padanya tapi tak berani mengungkapkan dalam bentuk apapun. Aksa menghela nafas panjang. Dia pun menuruni anak tangga menuju ke dapur.


" Apakah sudah siap?" tanya aksa pada istrinya.


" Sudah mas," jawab yushka sambil menata semua menu di meja makan. Aksa kemudian menghentika tangan yushka.


" Kenapa tak bersiap?" tanya aksa dengan menatap yushka. Gadis itu menunduk dan berbisik.


" Masih sakit mas kalau di buat jalan terus. Karena saling bergesekan jadi berasa tidak nyaman. Yushka ijin ya hari ini saja rasanya pegel semua adem panas," dia mengatakan dengan sangat lirih khawatir bibi mengetahuinya. Aksa mengangguk paham.


" Duduklah kita makan bersama sayang," aksa sengaja mengubah panggilannya itu. Supaya lebih dekat dengan yushka. Gadis itu terbengong.

__ADS_1


" Mas ...?" tanya yushka. Aksa menunjuk makanannya iti artinya harus segera di makan.


Aksa memang orang yang modelnya tanpa basa basi pada istri pun demikian. Dia perhatian hanya saja tidak mungkin dia terlalu memperlihatkan. Lebih baik bertindak secara langsung daripada basa basi.


" Sayang ... Mas berangkat dulu ada meeting pagi! ( mengecup kening) bi panggilkan tukang pijat ya Yushka sedang kurang enak badan!" teriak aksa pada sang bibi. Nampak bibi mengangguk paham.


" Mas ... Jangan!" tolak yushka menggeleng.


" Biar nanti malam siap di gempur lagi sayang," bisiknya kemudian pergi dari sana. Yushka kemudian jadi di buat merinding.


Bibi yang sedari tadi melihat interaksi keduanya jadi memberanikan diri bertanya pada gadis itu. Bibi memanglah seperti orang tua aksa sendiri. Yushka juga nyaman dengan adanya bibi.


" Sudah di layani non tuan aksanya? Biar gak kabur loh," goda bibi sambil mencuci piring.


" Takut bi ... Jadi di cicil," jawab yushka nyengir kuda. Bibi jadi tergelak dan tertawa terbahak-bahak.


" Memang ada yang di cicil gitu ya non. Non ini bisa saja," jawab bibi tak percaya. Yushka jadi malu.


" Nanti tukang pijatnya agak siang datangnya non," ucap bibi dengan santai.


" Jangan bi ... Banyak kissmark-nya malu," jawab yushka dengan polosnya. Bibi kembali terkekeh.


" Gapapa non ... Memang tukang pijet khusus," jawab bibi menanggapi. Yushka makin malu di datangkan tukang pijat khusus segala. Kan makin di kasih tahu nanti trik-triknya. Astaga wajahnya kian merona seperti kepiting rebus.


.


.


.


Bodohhh!!!! Batin yushka.


Waahhhhh malam pertamanya buat besok lagi guysssss. Ada yang samaan gakkkk????? Hahahaha happy reading guys jangan lupa dukungannya ya!

__ADS_1


__ADS_2