Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 46


__ADS_3

Adegan kissing yang mesra itu membuat Roy merasa menjadi nyamuk salah masuk kamar. Bagaimana tidak mereka berdua itu seperti bunglon. Bagaimana tidak? Baru semalam kejadian buruk menimpa Yushka tapi lihatlah hari ini seperti tak terjadi apapun.


Di ruangan Roy ...


♧ Hai ... Roy! Gimana kabar adik iparku apakah dia masih trauma setelah papa kita melakukan hal menjijikkan itu?


♧ Untuk apa kakak mengingatnya? Mereka berdua sudah bermesraan di ruangannya. Ya tuhan jiwa jombloku meronta. Mereka benar-benar tidak tahu tempat.


♧ Hahahah. Maka menikahlah Roy jangan membuat dirimu tersiksa seperti itu! Alhamdulillah jika dia sudah baik-baik saja.


♧ Kau ini sama saja kak. Sama-sama menyebalkan.


♧ Menikahlah sebelum semua itu tidak berfungsi.


♧ Ck. Kalian semua keterlaluan.


Sambungan seluler itu pun berakhir dengan perasaan jengkel di antara kakak beradik itu. Namun siska hanya menggelengkan kepalanya saat Roy selalu saja bersikap sebal saat melihat aksa bermesraan. Bukankah itu bagus? Berarti tak ada masalah.


Di ruangan Aksa ...


" Makanlah dulu ! Setelah ini ikutlah bersamaku ke ruang presentasi. Kita kedatangan tamu dari jepang. Kau bisa menjelaskan produk kita nanti di sana," ucap aksa dengan membetulkan posisi duduk istrinya dan membiarkan dia memakan makan siangnya.


" Oke mas," jawabnya singkat.


Yushka pun mengisi perutnya dengan makanan yang di belikan oleh Roy tadi. Saat yuska sudah memakan beberapa suap. Dia melihat Roy masuk ke ruangan menghampiri kakaknya.

__ADS_1


" Kita akan menyelesaikannya Roy. Tenanglah sedikit! Aku sendiri tidak meyakini apa yang mereka tawarkan beberapa hari lalu. Kita tetap waspada jangan sampai dana di alirkan secara percuma pada mereka," lirih aksa pada adiknya. Dia tak ingin yushka memahami situasi yang sedang tidak baik dalam perusahaannya.


" Tentu kak. Semuanya perlu di pertimbangkan dengan baik. Jangan khawatir," jawab Roy dengan serius.


Yushka yang sudah menyelesaikan semua makan siangnya. Menatap aksa yang masih serius dengan Roy dia memilih keluar supaya mereka berdua lebih leluasa berbicara. Yushka memilih ke ruangannya sebentar untuk mengecek pekerjaan rekan kerjanya.


" Sudah sesuai kah bu?" tanyanya dengan polos. Yushka tersenyum, gadis di sebelahnya ini mudah memahami apa yang dia katakan sebelumnya.


" Kurang polesan yang ini sedikit saja. Setelahnya pasti bagus dan cantik," jawab yushka sambil menatapanya. Wajah rekannya itu begitu berbinar saat mendapati sedikit kesalahan. Namun telinga yushka sedikit terganggu oleh makhluk di belakangnya yang muncul tiba-tiba dia bak amoeba yang selalu melekat di mana-mana.


" Eh ... Ada nyonya besar! Makanya teman-teman pada kerja. Kalian takut sama dia? Guys dengerin ya, sebelumnya gadis di depan kalian ini bukanlah apa-apa jangan takut. Dia sama dari kalangan bawah juga tapi nasib saja yang memberinya keberuntungan," ledek wanita berbody gitar spanyol katanya itu mengata-ngatai yushka untuk yang sekian kalinya. Yushka tak menghiraukannya karena malas. " Kenapa diam? Apakah kamu takut suamimu tahu jika istrinya itu tak semanis yang dia lihat," ledeknya lagi tak terima karena yushka tak menanggapinya. Tapi sesaat pandangannya menemukan bayangan suaminya yang berada di belakang mereka lebih tepatnyadi depan pintu masuk ruang karyawan 2.


Aksa yang menatap tajam ke seseorang yang memiliki ucapan yang mengejek itu mendapat respon gelengan dari yushka. Namun tak di pedulikan olehnya. Aksa yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara.


" Siapa yang kau katakan dari kalangan bawah? Apakah kau ingin mengatakan istriku arogan seperti dirimu? Berkatalah yang baik saja tentangnya jika tidak maka kamu akan tinggal nama di perusahaan ini! Ayo sayang kita ada rapat siang ini!" seru aksa menggelegar di ruang karyawan itu. Gadis yang sedari tadi mengomel itu kini terdiam namun tatapannya tetaplah sinis pada yushka.


" Baik ... " yushka menjawabnya singkat. Tidak mungkin dia bersikap mesra di depan mereka semua. " Permisi semuanya!" pamit yushka. Mereka semua menunduk menandakan iya atas kepergiannya.


Seusai yushka pergi dari sana. Gadis tersebut menatap teman-temannya dengan sangat sinis. Dia menemukan banyak kebohongan di wajah mereka.


" Kalian semua munafik! Ketika di hadapannya takut tapi lihatlah saat dia tak ada kalian berubah jadi seperti pendosa!" teriak gadis itu kesal.


" Lupakanlah! Awalnya kami memang membenci yushka itu pun karena dirimu. Tapi saat kami melihat kebaikan yushka wajar jika bos tertarik padanya. Lupakan dia! Mari kita bekerja semua bisa-bisa kita kena getahnya jika masih menanggapi gadis gila satu ini," jawab salah seorang dari mereka. Nampak geram dia pun keluar dari ruangan itu.


Di sisi lain yushka tengah berada di belakang berjalan mengikuti suaminya. Aksa mengatakan hal yang membuat mata yushka membola.

__ADS_1


" Jangan terlalu baik pada mereka! Bisa-bisa mereka bersikap tal baik padamu," ujarnya dengan nada dingin.


" Mas ... " jawab yushka dengan nada lirih.


" Aku tidak ingin di bantah. Kau istriku jadi jangan biarkan mereka membulimu. Ini perusahaanku berarti perusahaanmu juga!" serunya dengan tanpa senyuman. Yushka tak menjawab lagi dia hanya mendengarkan. Karena mereka telah sampai di ruangan rapat. Aksa segera menjabat tangan rekan bisnisnya. Yushka dan Roy segera melakukan hal yang sama yakni menjabat tangan rekan bisnis mereka dengan ramah.


" Apakah dia pegawai barumu tuan? Kami baru melihatnya," tanya mereka saat melihat yushka. Aksa memang sudah mengatakan pada yushka untuk sementara waktu identitasnya di depan kolega hanyalah sebagai sekretarisnya karena semua ini adalah urusan bisnis.


" Iya. Dia sekretaris pribadi," jawabnya singkat. Roy menatap kakaknya dengan tatapan tak setuju.


Kenapa sekretaris? Bukankah dia istrinya. Wah, kakak ini mulai tidak benar. Tapi kenapa yushka diam saja tidak mencubitnya atau melotot malah hanya diam dengan tenang. Mereka ini membuatku muak. Ejeknya dalam hati.


" Baiklah tuan kita mulai ... Jangan berfokus pada yang lain. Kita mulai presentasi dari nona Yushka! Silahkan di mulai!" seru aksa dengan wajah yang sudah serius. Yushka pun mulai menjelaskan animasi yang dia tampilkan di layar proyektor dengan baik tanpa gugup sekalipun di sana ada atasannya sekaligus suaminya.


Kolega suaminya nampak manggut-manggut mendengar penjelasan yushka yang rinci dengan kedetailan hasil karyanya. Hingga 1 jam berlalu presentase itu berakhir. Mereka semua bertepuk tangan untuk yushka. Gadis itu hanya membungkukkan badannya menunjukkan sikap hormatnya.


" I like it tuan aksa! Kita lanjutkan kontrak ini. Ku pastikan film ini akan tayang dalam minggu ini," ujar koleganya dengan sangat bahagia. Karena animasinya itu sangat bagus. Sesuai dengan ekspetasi yang diinginkan olehnya.


" Thank you Tuan Adam!" jawab aksa dengan sedikit senyum saja. Mereka pun kembali berjabat tangan sebelum menyelesaikan rapat paripurna hari ini.


" Anda sangat berbakat nona! Lanjutkan ... " pujinya kemudian berlalu. Aksa yang mendengar hanya tersenyum kecut. Hal ini akan sering dia lihat saat istrinya menjadi sekretaris.


Saat mereka semua berlalu ...


" Kerja bagus ... Kerja cerdas sayang!" puji suaminya. " Tapi rupanya membuatku jealous karena kamu mendapatkan pujian dari orang lain," keluhnya kemudian. Namun belum yushka membuka suara Roy lebih dulu mengejek kakanya itu dengan kata -kata menohok.

__ADS_1


" Makanya itu mengenalkan dengan benar Istri kok di bilang sekretaris! Jelaskan statusnya dengan benar. Di gondol orang baru tahu rasa ntar!" ledeknya kemudian berjalan cepat. Khawatir lehernya di gorok sang kakak.


" Royyyyy !" teriak aksa. Namun Roy sudah menghilang di balik pintu. Yushka yang melihat hanya terkekeh.


__ADS_2