Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 53


__ADS_3

Mereka semua masuk tanpa terkecuali. Namun saat menginjak teras depan rumah Roy menghentikan langkah kaki gadis itu. Tentu saja si empunya menoleh dengan sigap secara dia adalah majikannya.


" Tunggu Dhara!" serunya dengan suara baritonnya itu.


" Iya tuan," jawabnya sambil menunduk.


" Bisa tidak jika menjawabnya tidak sesuai atau jangan terlalu detail seperti tadi?" tanyanya dengan ambigu dan sedikit nerveous.


Hah. Sebisanya ? Tidak sedetail itu???


" Mak ... Sudnya bagaimana tuan? Bukankah tadi nyonya hanya bertanya dan saya menjawab," jawabnya kemudian. Kali ini Roy di bikin pusing. Akhirmya dia malas berbicara dan memilih masuk.


" Ya ... Sudahlah aku lelah. Aku mau istirahat! Nanti bangunkan jam 3," ujarnya kemudian melesat pergi entah kemanakah dirinya. Maira atau dhara itu akhirnya ikut masuk.


" Baiklah tuan," lirihnya sambil berjalan masuk mengikutinya. Roy yang mendengar suara tapak kaki maira jadi menoleh.


" Kau mau kemana?" tanya Roy menelisik.


" Masuk tuan," jawabnya singkat. Roy mengernyitkan alisnya.


" Kau mau tidur denganku????" tanya Roy menatap Dhara dengan tajam. Gadis itu jadi mendongak ke arah Roy.


" Di kamar saya tuan. Bukankah kamar saya di samping kamar tuan karena .... " belum selesai menjawab Roy memotongnya.


Bodohnya Kau roy!!! Mana mungkin kau amnesia secepat itu bahwa kamarnya di sebelahmu. Bahkan ini sangat aneh sekali kau gagap saat berada di dekatnya.


" Pergilah!!!" seru Roy yang kemudian masuk ke dalam kamarnya dan memegang dadanya itu. Karena merasa bergemuruh dan sangat malu.


Hah!?


Maira pun akhirnya memutuskan masuk kamar setelah melihat keanehan di diri majikannya itu. Daripda pusing memikirkannya lebih baik dia istirahat.


Sedangkan di dalam kamar Aksa pun mulai rebahan. Dia menatap sang istri yang menatap layar laptop di hadapannya.

__ADS_1


" Kau sengaja ya yang ...?" tanya aksa pada istrinya. Yushka jadi menoleh ke arahnya saat ini.


" Sengaja apa sih mas???" tanya yushka masih terap fokus.


" Mengerjai adikku yang malang itu," jawab aksa menyelidiki istrinya sendiri bak intel. Yushka yang pandai sekali memutar permainan memiliki banyak ide.


" Kan yang ku tanyakan real mas. Mana ada pelayan muda mengurusi keperluan pribadi sampai ke kamar-kamar. Itu mah tugas istri mas," jawabnya dengan senyum menyeringai. Aksa menggelengkan kepalanya dengan sedikit senyuman yang hampir tak terlihat.


" Kamu ini pandai sekali sayang jawabnya. Apa sebenarnya yang kamu inginkah? Katakan saja!" seru aksa pada istrinya itu.


" Nikahkan mereka mas! Maira nampak seperti gadis baik. Tapi adikmu itu sengaja mengerjai maira bekerja melayani dirinya. Roy memang kurang ajar sengaja menodai mata gadis cantik itu. Hahahah," tawa yushka pecah saat mengatakan itu. Aksa kini menggeleng dengan perasaan campur aduk. Istrinya ini sangat berbeda dengan perempuan-perempuan pada umumnya.


" Tentu saja ... Akan aku pikirkan caranya," jawab aksa sambio membuka bukunya.


Akhirnya tanpa memaksa pun suamiku bisa menerima Maira. Nampaknya Roy sangat cocok dengannya. Hal yang berbeda dapat aku rasakan di antara mereka berdua. Batinnya dengan bahagia.


...****************...


" Tuan ... Bangunlah!" serunya dari luar. Namun tak kunjung dapat jawaban akhirnya maira masuk dengan sedikit keberanian. Dia menghampiri ranjang king size milik Roy.


" Tuan bangunlah!" serunya sambil memegang tangan Roy. Pemuda itu masih anteng pada posisinya. Namun maira kembali memegang tangan tuannya.


" Tu ... An!!!" maira jadi berteriak saat Roy tak sengaja menarik maira hingga terpelanting ke ranjang di sampingnya. " Aaahhhh!" teriaknya ketika bokongnya mendarat di ranjang yang sangat empuk dan soft. Lembut bahkan sangat cool saat bersentuhan dengan pantat - nya.


Roy yang merasa menarik seseorang jadi menoleh ke arah sampingnya. Dia terkejut saat melihat maira di sampingnua karena satu tarikan tadi.


" Dhara ... Sorry!" serunya sambil gelagapan saat menatap maira yang acak-acak.


" Tidak apa-apa tuam," jawabnya membenahi posisi duduknya. Saat maira akan turun tiba-tiba suara bariton aksa menggema di ruangan roy yang nampak dekorasi nuansa maskulin dengan aroma yang menyegarkan.


" Roy!!!!" teriaknya dengan kesal. " Apa yang kau lakukan dengannya!?" teriaknya dengan kesal untk kedua kalinya. Roy menelan salivanya dengan susah payah. Tapi dia akan menjelaskan semuanya jika kakaknya itu percaya.


" Kak ... Slow! Dengarkan Roy baik-baik. Dia hanya membangunkan roy karena tadi sudah roy pesanin. Tapi saat dia bangunkan Roy tangannya ke tarik dan akhirnya jatuh ke ranjang. Hanya itu tidak lebih. Jadi, tolong jangan berpikir yang tidak-tidak. Please!" jelas Roy kronoligis kejadiannya dengan detail. Tapi aksa karena sednag menjalankan misinya mau tidak mau harus mengerjainya.

__ADS_1


" No ... Roy aku tidak mau tahu. Kau nikahi dia atau berhentikan dia dari pekerjaan ini!" serunya menggema. Roy memindai pandangannya pada maira yang terlihat sedih. Dia pun mengambil keputusan tanpa bertanya pada maira.


Bismillahirrohmanirrohim.


" Baiklah kak! Aku akan menikahinya, setelah ini berhentilah menggoda kami atau mengusik Dhara," jawabnya lantang yang membuat maira menatap tak percaya. Pemuda yang menolongnya kini harus menikahinya karena amcaman kakaknya yang di tujukan pada maira. Simple bukan????


" Baik ... Bersiaplah!" seru aksa.


Roy nampak menghela nafas penuh keyakinan. Dia berharap dhara tak membunuhnya karena menikah tanpa persetujuannya lebih dahulu.


" Tuan ... Seharusnya jangan begini. Saya tidak apa-apa di pecat," jawabnya lirih. " Jika begini saya akan semakin merepotkan tuan," jawabnya tak enak. Roy berbisik sebelum pergi ke kamar mandi.


" Maka setelah menikah tugasmu adalah berbakti padaku dan melayani kebutuhan lahir dan batinku," jawabnya sambil berlalu ke kamar mandi.


Nuansa pagi ini benar-benar di buat dramatisasi oleh yushka. Dia bahkan tahu jika mereka bersua tak melakukan apapun. Hanya saja mereka tetap harus menikah supaya segala sesuatunya halal bagi keduanya.


" kau ini ... Jahat sekali yang," protes aksa pada istrinya. Yushka terkekeh mendengarnya.


" Menikah adalah keputusan terbaik untuk mereka saat ini mas. Sekali-kali biar dia tak melakukan seenak jidatnya. Aku dulu juga di prank sama kalian berdua," jawabnya kesal jika teringat.


" Udah dong yang ... Jangan diingat-ingat terus. Kan udah berlalu," keluh aksa merasa tak enak.


" iya mas maaf .. " jawab yushka akhirnya.


Di kamar Roy.


" kamu ngapain masih di sini???" tanyahya dengan menilisik.


" Menyiapkan pakaian tuan," jawabnya singkat


" pergilah bersiap kita harus pergi untuk menikah! Jangan sampai kakak marah karena kita lagi," ucap roy padanya.


" Baik tuan permisi," pamitnya segera menghilang di balik pintu.

__ADS_1


Bikin repot saja. Kenapa pernikahanku jadi di pola gini sama kakak ipar. Awas saja kau ya kakak ipar membuatku terpojok. Selalu aja mengerti perasaanku tapi kau membuatku jatuh di hadapan kakakku. Dasar kakak ipar nakal.


__ADS_2