
Roy mencoba untuk mengecek keadaan kakaknya yang tidak makan siang. Dia juga memastikan Aksa sudah makan. Roy tak ingin kakaknya hanya gila kerja saja. Roy melongokkan kepala.
" Kak sudah makan siang?" tanyanya dengan mendongakkan kepala di pintu. Aksa menatap adiknya dengan cengong.
" Apakah pintu itu tidak bisa di buka sampai kepalamu terjepit di sana!" seru aksa. Pemuda itu memang pada siapapun datar dan terlihat sangat dingin.
" Sedang tak ingin mengganggu kak," jawabnya kemudian masuk ke dalam ruangan. Mata Roy tertuju pada bekal makan. " Tumben?" tanya roy sambil menunjuk beksl makanan.
" Tadi belum sarapan," jawab aksa singkat. Saat roy asik melihat map di depannya tiba-tiba saja aksa menanyakan hal yang ingin di hindari.
" Bagaimana Celine apakah dia memberikan kabar?" tanya Aksa pada Roy. Pemuda itu nampak tak ingin menanggapinya. Karena berulang kali pula dia mendapatkan kata-kata aksa yang menyuruhnya untuk memutuskan celine. Sedangkan Roy masih menyimpan cinta itu untuk Celine.
" Belum kak ... Dia masih menikmati pekerjaannya daripada sekedar menelponku. Biarkan saja semua mengalir," jawabnya sambil tersenyum.
" Dengan Yushka?" tanya Aksa mengejutkan adiknya itu. Pasalnya Roy tak berpikir jauh ke sana. Yushka hanyalah hiburan baginya.
" Memangnya yushka kenapa kak?" tanya balik Roy. Namuj aksa tersenyum miring menanggapi sikap adiknya.
" Jangan membuat gadis itu mencintaimu Roy dengan sikap manismu. Jika kamu menyukainya atau tertarik maka jalanilah dengan baik. Hanya membuatnya sebagai boneka saat kamu tak bisa menemukan keberadaan Celine," peringatan aksa sangat menohok. Namun roy tak menyalakan hal itu. Nasihat aksa sangat benar tapi roy masih saja kalut.
" Aku tqk bisa memutuskan secepat itu kak. Biarkan saja semua mengalir. Aku juga hanya senang saja saat melihatnya tertawa bahkan logat bahasanya itu membuatku terhibur.
" Dan ... Dia bukan badut Roy. Dia gadis pekerja keras," bela Aksa pada si gadis absurd.
__ADS_1
" Kamu tertarik padanya kak?" tanya aksa terkekeh. Aksa hanya menggeleng dan mengatakan hal yang membuat Roy tak percaya bahwa kakaknya itu nampak pedulu.
" Untuk apa aku tertarik pada gadis yang tak sesuai kriteriaku. Aprill saja yang menarik sama sekali tak ku prioritaskan. Apalagi dia Roy ... Aku hanya melihatmu yangs sering memberikan perhatian padanya," ucap aksa mengelak. Roy jadi tertawa.
" Itu yang aku alami kak. Aku tak tertarik namun aku senang di dekatnya," jawab Roy membuat aksa menggeleng dan tak menanggapinya kembali karena malas berdebat dengannya.
...----------------...
Aksa yang sudah bersiap keluar dari perusahaan di cegah oleh yushka di depan.
" Pak ... Saya tak ingin jadi juru masak!" serunya. Aksa menatap tajam pada arahnya.
" Jadi juru masak atau berhenti sama sekali tidak bekerja padaku!" jawabnya dengan dingin tanpa senyum. Yushka menahan nafasnya.
" Pak ... Jangan mengerjaiku seperti ini dong. Yushka bukan melamar jadi pembantu pak. Aku ini orang baik-baik loh pak aksa," ucap yushka ngasal karena dia tak ingin tinggal bersama atasannya itu. Ini bisa membuatnya gila.
" Ya ... Allah pak pedes amat kata-katanya," cebik yushka lama-lama kesal.
" Karena makananmu tadi pagi bercabe! Datang jam 17.00 di rumah atau tidak kerja padaku sama sekali," jawabnya kemudian pergi tanpa menoleh kembali ke arah yushka yang ingin marah tapi tidak tahu harus seperti apa.
Saat roy melihat yushka nampak kesal dia menghampiri gadis itu. Yushka yang sudah jongkok karena kesal tak menyadari kedatangan roy di sampingnya.
" Why ... Yush?" tanyanya membuat yushka mendongak.
__ADS_1
" Kesal pak," jawabnya singkat. Roy mengernyitkan alisnya tak percaya. Gadis se-absurd dirinya mampu kesal pada orang lain.
" Pada?" tanyanya memperjelas ucapannya.
" Pak Aksa," jawaban itu malah membuat Roy membelalak tak percaya. Baru tadi siang kakaknya itu membela yushka di hadapannya ini malah sebaliknya.
" Ada apa memangnya yush?" tanya Roy ingin tahu semuanya. Ada yang aneh pada kakak dan yushka.
" Dia memberikanku pilihat sulit pak Roy," jawab yushka menghela nafas berat.
" Katakan!" jawab Roy agak tegas. Dia tak ingin kakaknya itu menyulitkan yushka.
" Dia memintaku tinggal bersamanya dan memberiku tugas tambahan sebagai juru masak! Nyebelin gak sih pak. Aku bukan pembantu loh bosmu itu bener-bener nyebelinnya tingkat dewa. Keselllllll pake banget pak Roy!" teriak yushka. Sedangkan Roy hanya mengedip-ngedipkan kedua matanya.
" What ?????? Untuk apa kakak menyuruhmu? Pembantunya ada beberapa Yush? Bahkan dia tak menyukai pembantunya bermalam," Terang roy sedikit kaget atas jawaban yushka tak dapat dia percaya.
" Entahlah ... Aku harus pergi pak. Jika tidak aku akan dalam masalah besar. Permisi pak Roy semoga kamu bahagia!" serunya kemusian berlalu dari hadapan Roy dengan langkah gontai. Namun Roy tak menanggapinya. Hatinya terlalu kaget dengan perubahan kakaknya.
Kak. Kenapa denganmu ? apakah semuanya akan baik-baik saja jika aprill tahu kamu membawa gadis lain ke rumah itu dan mengajaknya tinggal bersama. Why? Kamu tak bercerita sedikit pun padaku. Kau benar-benar membuat jantung orang lain tak sehat kak. Keterlakuan sekali Ivander Muda ini. Batin Roy dengan kebingungan.
.
.
__ADS_1
.
up sati lagi sayangku. Maksihhhh semoga sukaaaa. Like vote gift komen maaciw banyak. I love youuu ... Heheheh. Kalian adalah motivated terbesar author. Salam kenal semuanya.