
Aksa segera ke kamar mandi. Dia ingin merendam tubuhnya yang lelah dengan sabun arima therapi-nya dengan berlama-lama. Dia ke kamar mandi dan menyiapkan semuanya. Aksa mulai merileks-kan tubuhnya di dalam sana.
30 menit
1 jam berlalu
Suara pintu terbuka namun aksa tak menghiraukan mungkin saja istrinya itu sedang keluar kamar mandi. Namun beberapa saat dia mendengar suara gemericik di kamar mandi yang sama.
" Astaga Yushka!" teriak aksa saat melihat istrinya buang air kecil. Dia segera memalingkan wajahnya. Malu pasti.
" Ahhhhh .... !" teriak yushka segera membersihkan dan berlari keluar. Yushka tak menyadari ada orang di dalam kamar mandi. Yang dia tahu ingin segera buang air kecil karena sudah tidak tahun.
" Piye toh yush ... bodoh kamu ini. Iso-isoe masuk kamar mandi pipis ada pak Aksa. Isin dong," ucapnya sambil belepotan logat bahasanya karena panik dan malu. Dia mondar mandir di kamarnya. " Ini muka mau taruh mana coba! Malu -maluin amat sih ah," geram yushka sambil menjitak kepalanya sendiri.
" Udah halal kali yush ... Ngapain menyesal. Makanya masuk kamar mandi mata itu di buka jaangan merem aja. Mending kalau bagus yang di lihat kalau gak hadeh," ucap aksa sambil berjalan ke ruang ganti. Yushka langsung melotot sempurna.
" Pak aksa!" teriaknya kesal.
" Mas aksa .... Aku suamimu kalau di rumah!" serunya tak mau kalah dari yushka. Namun yushka lagi-lagi tak menggubris. Dia langsung masuk kamar mandi untuk bersih-bersih.
" Bodoh amat," lirihnya sebelum masuk.
Yushka mulai aktivitasnya membersihkan diri. Sedangkan aksa kembali ke meja kerjanya. Dia ada meeting penting sehabis sholat maghrib. Dia segera bergegas tapi sebelumnya dia memberi tahu istrinya.
" Malam ini sholatlah sendiri dulu! Saya ada meeting jam 18.00 di ruang kerja," pamit aksa padanya. Saat aksa memegang handle pintu yushka membuat lelaki itu menoleh.
" Apa perlu aku siapkan sajiannya mas untuk meeting pentingmu?" tanya yushka yang membuat laki-laki itu sedkit terpana dengan kata 'Mas'. Aksa mendekati istrinya.
" Jangan pegang-pegang udah punya wudlu," ucapnya lagi saat aksa mendekatinya dengan mimik wajah yang sulit di artikan.
" Jika kamu sempat silahkan membuat. Jika tidak pesanlah di dekat sini. No ponselnya sudah ku kirim padamu," jawab aksa yang kemudian pergi dari sana. " Bagus," ucapnya lagi sebelum keluar.
" Apanya yang bagus? Aneh ... " lirih yushka sebelum mengganti baju.
__ADS_1
Seusai menyelesaikan aktivitasnya yushka pergi ke dapur. Apa ada olehan makanan yang bisa di masak. Saat dia sudah menemukan bahan makan cukup dia segera mengolahnya.
" Tamunya ada berapa bi?" tanya yushka pada pembantu aksa yang tidak pulang untuk malam ini.
" Ada 10 orang non," jawabnya. Yushka kembali mengecek. Untung saja dia kemarin dia sempat belanja. Tapi bahan ini akan habis sekarang karena ini jatah untuk 3 hari. Ya sudahlah daripada masih pesan hemat kali lah. Uang jangan di hambur-hambur terus.
Yushka yang memakai kaos lengan panjang berwarna Nude dengan menggunakan rok jeans ala-ala anak muda. Serta menggelung rambutnya ke atas. Wajahnya yang tanpa polesan apapun nampak sangat natural dan cantik alami.
" Dasar kampungan!" tiba-tiba saja suara itu menghampirinya.
" Siapa? Aku atau kamu?" tanya yushka pada Gladis yang kini ada di hadapannya.
" Kamulah ... Lihatlah! Katanya istri Aksa tapi apa ini ? Cara berpakaianmu norak," sinisnya dengan menatap yushka dari bawah sampai atas.
" Berhentilah mengomentari pakaianku! Aku sedang memegang pisau, sekali aja kamu ngomong lagi aku lempar ini pisau!" serunya sambil mengiris-iris bahan masakan.
" Ihhh ... Dasar arogan!" seru Gladis dengan kesal.
" Kembali ke tempat rapat!" seru aksa dengan suara tak bersahabat. Gladis pun pergi dari sana. Sedang yushka sudah tak menggubrisnya. Aksa mendekati istrinya.
" Jika ada camilan bawalah ke sana! Tapi jangan kamu mintalah bibi," ucapnya saat di samping yushka. Dia memgangguk paham.
" Biar saya yang antar mas. Bibi kasihan," jawab yushka namun aksa menatap tajam ke arah istrinya.
" Jangan ke ruangan saya dengan pakaian seperti ini. Lebih baik bibi yang antar," jawabnya dengan tenang. Tapi tidak dengan yushka dia nampak sangat kecewa.
" Oh ... Jadi seleramu seperti Gladis baju yang terbuka-buka. Okeee saya gak akan antar camilannya suruh saja gadis itu menyiapkan. Aku mau istirahay saja. Permisi!" pamit yushka sudah dengan perasaab sangat kesal sekali. Tanpa banyak komentar aksa menarik istrinya dan menciumnya di dapur saat itu juga. Yushka memukul aksa yang menciumnya dengan paksa.
" Le... Pas.. Mas," pinta yushka dengan samar. Aksa mengeratkan pelukannya di pinggang yushka. Yushka mendorong suaminya itu. Aksa akhirnya menyudahinya.
" Aku bukan menyukai selera buka-bukaan. Tapi aku tidak ingin mempertontonkan istriku. Paham! Jadi berhenti mengatakan hal-hal yang tidak bisa kamu cerna dengan baik," jelas aksa. " Lanjutkan ... Ku mohon jangan ke ruanganku karena semua rekanku laki-laki hanya gladis di sana yang perempuan," bisik aksa kemudian mencium puncak kepala yushka. Tubuh yushka merasa meremang dengan perlakuan aksa padanya. Pemuda lama-lama bisa membuat merinding disko pada yushka. Bahaya terlalundekat dengannya. Tiba-tiba nyosor sepeti tadi yushka tak bisa apa-apa.
__ADS_1
Yushka menyiapkan beberapa irisan buah asam untuk mereka karena saat bekerja keras seperti ini butuh vitamin C lebih untuk menjaga stamina. Bagi yushka kesehatan adalah yang utama. Tidak boleh ada yang terlewatkan. Karena sehat itu mahal baginya.
" Bi ... Silahkan di antar !" seru yushka. Bibi mengangguk dengan tersenyuk dan segera membawanya ke ruang kerja yang ada di rumah.
Beberapa saat kemudian bibi kembali dengan tersenyum lagi.
" Loh ... Kok senyum-senyum bi?" tanya yushka pada bibi.
" Tuan lucu non ... Beliau bilang makasih karena bukan nona yang ke sana. Beliau takut nona yang antar karena dia tak ingin memamerkan istrinya. Beliau begitu menjaga nona berbahagialah nona," ucap sang bibi ambio berdoa untuknya dan aksa.
" Aamiin ... Makasih bi," jawabnya dengan senyum bingung.
Aksa melanjutkan kembali rapatnya. Yushka juga kembali memasak dengan di bantu bibi. Mereka juga sambil berbincang layaknya anak dan ibu.
" Non ... Belum isi?" tanya bibi. Yushka menatap bibi dengan ragu.
" Isi? Isi apa bi?" tanya yushka denfan bingung. Si bibi tersenyum.
" Isi tuan aksa junior non siapa lagi," jawaban bibi membuat yushka tersedak bumbu yang dia tumis. Selain baunya yang menyengat tapi kata-kata itu membuatnya kaget.
Uhuuuk. Uhuuk. Uhuukk.
" Belum bi ... Jangan dulu! Masi belum berpikir ke sana," jawab yushka dengan ambyar.
.
.
.
Buat sangu bubuk sayang. Selamat menikmati. Happ reading sayang, thank you
__ADS_1