Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 37


__ADS_3

Hari ini nampak yushka memasak makanan kesukaan Aksa. Dia sengaja membuatnya karena hari ini sangat spesial. Hari ini adalah peresmian kembali perusahaan cabangnya. Yushka bahagia saat perusahaan suaminya kian berada di puncak. Nampak aksa turun dari tangga sambil mengancing kemejanya dan melipat bagian siku. Tampilan maskulinnya kian mempesona di mata yushka. Tapi yushka tak pernah mengumbar kekagumannya itu pada aksa. Dia hanya mencoba merelaksasikan hatinya sendiri. Terkadang mencintai secara berlebihan tidak baik bagi hubungannya.


" Hai sayang .... !" sapa aksa pada istrinya yang sibuk menyiapkan sarapan pagi. Pemuda itu nampak tak senyum dia terlihat sangat serius. Tapi dia menyempatkan menyapa istrinya itu.


" Mas ... Jika terburu-buru yushka bawa mobil sendiri saja ya?" tanya yushka dengan menyantap makanannya. Aksa jadi berhenti mengunyah. Dia menatap istrinya.


" Apa aku bilang sesuatu yang membuatmu enggan ikut dengan mobilku pagi ini?" tanya aksa dingin. Yushka jadi menghembuskan nafasnya dengan panjang.


" Gak bilang apa- apa mas. Tapi nampaknya gak bisa di ganggu," yushka beranjak ke dapur dan menaruh piringnya di tempat biasanya dan segera beranjak untuk menaiki tangga. Tiba-tiba saja hatinya kesal pada suaminya itu. Dia memang tipe orang dingin. Hanya dalam kamar yushka mendapati suaminya bersikap hangat. Jika di luar kamar sikapnya ngeseli setengah mati.


" Mau siap-siap berangkat! Khawatirnya bosnya lagi badmood," jawab yushka ketus. Aksa menggapai lengannya dan menarik yushka yang kemudian duduk di pangkuan aksa.


" Apa seperti ini istri bersikap?" menatap yushka dengan lekat. Yushka hanya menunduk malas dan kesal.


" Aku akan bersiap jika diijinkan satu mobil. Ku mohon lepaskan sebelum sekretaris Roy datang," jawabnya masih tak kalah dinginnya. Tanpa aba-aba mencium istrinya yang terlihat ngambek itu.


Roy yang baru saja datang menelan salivanya saat melihat adegan live streaming di hadapannya yang begitu jelas. Sontak saja mulut roy tak bisa di kondisikan.


" Bos ... Ini meja makan!" serunya khawatir ada irang lain lagi yang melihat.


" Pergilah bersiap sayang!" lirih Roy. Yushka segera beranjak. Kini aksa menatap adik kesayangannya itu.


" Menikahlah ... Maka kamu akan tahu sulitnya menghadapi seorang perempuan," jawab aksa sambil melanjutkan sarapannya. Aksa memberi kode pada Roy agar bergabung dengannya untuk sarapan pagi.


Lama hening di meja makan hanya ada suara sahutan sendok dan garpu. Mereka berdua nampak menikmati masakan yushka yang di rasa sangatlah lezat bak koki restoran. Bukan berarti aksa tidak menginginkan pembantu atau juri masak tapi kali ini lidahnya manja tak ingin makan makanan lainnya selain makanan istrinya.

__ADS_1


" Pak ... Nona Aprill mengirimkan sebuah paket kepada anda," lirih Roy sambil melirik ke sana kemari. Khawatir ada sang istri bos. Berabe urusannya jika sampai nyonya yushka salah paham.


" Apa yang dia kirim?" tanya aksa.


" Saya belum sempat membukanya," jawab Roy jujur tanpa dia tutupi. Sebelum aksa kembali bertanya yushka sudah berjalan turun namun dia tak menghiraukan mereka yang ada di meja makan. Dia lewat begitu saja menuju keluar rumah tanpa menatap mereka berdua.


" Kenapa dia bos?" tanya Roy pada kakaknya.


" Panggil dia dengan benar! Ny. Yushka Ivander Muda," protes aksa sambil menghela nafas. Roy berdecak sebal. Ini namanya di tikung kakak sendiri.


" Ck. Lagak kakak seperti suami takut istri," jawab Roy dengan kesal sekali. Aksa tak menggubris roy dan segera beranjak pada mobilnya. Karena peresmian akan di mulai 2 jam lagi.


Ketika di dalam mobil hawa yang merasuk nampak sangat mencekam. Baik yushka maupun aksa tak saling tegur sapa lagi. Mereka berdua sibuk menatap jalanan luar.


Hubungan apa yang mereka jalani ini. Sebentar mesra sebentar seperti orang tidak kenal. Tidak saling sapa. Ya tuhan bikin aku enggan menikah saja. Pernikahan ini mengerikan sekali. Batin Roy sambil memegang dada.


" Sayang ... Masuklah! Mas akan menuju lokasi. Roy tutup jendela tengah!" perintah aksa. Roy pun segera melaksanakannya. Aksa segera mendekati istrinya dan memeluknya mesra yang kemudian menciumnya dengan mesra pula.


" Maafkan aku sayang ... Jika pagi ini tak tersenyum. Aku benar-benar sedang kesal pada seseorang. I love you," lirih aksa sambil mengecup mesra istrinya. " Pergilah!" seru aksa yushka mengusap lelehan air matanya.


" Maafkan aku mas!" serunya dengan memeluk suaminya kembali dan mengecup singkat bibirnya.


" Tentu sayang," jawabnya kemudian beranjak pergi. " Love you Too," jawabnya sambil senyum dan menutup pintu. Aksa pun membalas dengan senyuman tampannya.


Sedangkan Roy yang berada di pengemudi termenung, tercengang, terpukau, tak bisa berkata.

__ADS_1


Mereka sebenarnya sedang melakoni drama apa? Ya Tuhan aku frustasi melihat hubungan mereka. Tadi sudah mau seperti perang dunia. Tiba-tiba sudah mesum di belakang. Apakah mereka waras? Apakah aku yang gila? Batin roy bertanya-tanya tanpa menemukan jawaban yang pasti.


" Roy ... Jalan!" perintah aksa. Namun tak kunjung di jawab oleh Roy. Aksa mengernyitkan alisnya. Tanpa aba-aba aksa menendang kursi pengemudi.


" Sejak kapan kamu menjadi tuli??? Kita berangkat sekarang!" teriak aksa. Roy jadi gelagapan saat aksa marah.


" Maaf pak! Baru saja saya tiba-tiba tuli," jawaban Roy membuat aksa cengo. Namun aksa segera menepisnya dengan malas. Dia hanya fokus pada berkasnya. Namun suara ponselnya sudah menganggu saja. Aksa melirik sinis ponselnya. Dia merasa risih. Karena baru beberapa minggu dia tenang tak di ganggu oleh Aprill. Kini gadis itu kembali berbuat ulah.


☆" ya, katakan?"


☆" Aku tak ingin menyerahkan tubuhku padanya aksa. Bukankah kau janji bahwa aku hanya untukmu?" rengek Aprill di seberang sana. Aksa menghembuskan nafasnya dengan kasar.


☆" Tapi saat ini dia suamimu nona aprill. Ketahuilah dia lebih berhak daripada aku. Aku hanyalah masa lalumu dia suamimu!" seru aksa yang ingin di pahami.


☆ " Jangan membuangku seperti ini aksa," ujar aprill membuat aksa bingung harus mengatakan dengan cara apa.


☆" Nona aprill ... Takdir tak menginginkan kita bersatu. Mengertilah .... Layanilah dia dengan baik. Jadilah istri yang baik untuknya dan berhentilah menelponku karena itu masalah bagiku," ucap aksa dengan hati-hati. Walau bagaimana pun aprill adalah gadis baik saat bersamanya dulu.


☆ " Kau jahat aksa! Bahkan sekedar bertelpon denganku saja kamu enggan," seru aprill tidak terima.


☆ " Bukan seperti itu. Aku tidak ingin menyakiti istriku," jawab aksa sekali lagi meminta pengertian gadis itu.


☆ " Kamu membahagiakannya dengan cara menyakitiku. Kamu luar biasa sekali tuan aksa yang terhormat. Bahkan kamu membuangku ke jalanan begitu saja sampai di pungut liar oleh suamiku saat ini!" bentak aprill.


Belum sempat aksa mengatakan sesuatu lagi. Aprill sudah memutuskan sambungannya. Kepalanya rasa ingin pecah saat ini juga. Seharusnya dia dulu tak menerima cinta aprill. Kini malah merepotkan dirinya. Aksa mencoba menetralkan kembali perasaanya yang berada dalam zona merah. Antara kesal dan bahagia. Bagaimana pun itu Yushka adalah prioritasnya.

__ADS_1


" Kita ... Sudah sampai pak!" seru Roy. Aksa mengangguk dan turun dari mobil.


.


__ADS_2