Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 63


__ADS_3

Hari ini jadwal mereka pulang Roy dan istrinya sudah bersiap menjemputnya. Sedangkan mama dan papa sudah menunggu di rumah dengan menyiapkan acara mereka.


" Mas ... Di rumah ada siapa?" tanyanya dengan antusias.


" Papa dan Mama sayang," jawabnya sambil tersenyum. Yushka mengangguk paham.


Di kediaman aksa. Nampak seorang gadis kecil berlarian mengitari ruang tamu yang luas milik aksa. Dia terlihat sangat bahagia sekali. Dia berusia sekitar 3 tahunan.


" Dia akan selalu tersenyum seperti itu dan harus seperti itu. Bukankah seperti itu bu?" tanya papa aksa pada ibu yushna.


" Iya pak ... Siapapun dia. Senyuman itu tak boleh pudar. Terima kasih sudah menjemput kami," jawab yushka dan yushna ini.


Gadis kecil itu menghampiri sang omah berharap dia tak menanyakan hal-hal yang tak bisa dia jawab.


" Omah! Mama uu...kha dimana? Kok lama cih," tanyanya dengan tak sabar. Sang omah tersenyum sambil mengelus rambutnya.


" Nak ... Mama masih di perjalanan dan membawa adik bayi bersamanya jadi tidak bisa cepat-cepat. Sabar ya sayang," rayu omah dengan telaten.


Tuan Ivander hanya menatap tak percaya bahwa di usianya yang sudah tak muda lagi memiliki putri yang cantik.


Terima kasih sayang. Maafkan suamimu yang bodoh ini. Kau bahkan berjuang sendiri untuk kehadirannya. Batinnya tak karuan saat ini.


Mobil aksa telah memasuki pelataran rumah.


Tin. Tin. Tin.


Suara klakson berbunyi itu artinya pelayan harus siap bahwa pintu harus segera di buka dan membawakan keperluan mereka ke dalam rumah.


" Bawakan masuk mbak!" perintah Roy pada pelayan bagian bersih-bersih.


" Iya den ..." jawabnya dan langsung mengambil tas itu dan di bawanya ke kamar aksa. Si baby di gendong istri Roy dan aksa harus menggendong istrinya karena kasihan habis melahirkan.


Saat mereka melewati ruang tamu. Suara teriakan gadis kecil membuat langkah mereka semua terhenti.


" Mama .... Ku!" teriaknya dengan jelas. Aksa menurunkan yushka yang nampak berkaca-kaca dan merentangkan tangannya untuk menyambut si kecil itu.

__ADS_1


" Hai ... Cantiknya mama! Kok bisa di sini sih sayang," tanya yushka sambil mencium putrinya itu.


" Ka... Ngen acu ma .. Oh, iya adekcu ma .. na ma?" tanyanya masih terbata-bata.


" Sini papa kasih lihat adik!" seru aksa spontanitas lalu menggendongnya serta menunjukkan sang adik.


" Wah ... Adiknya acu ... Ganteng ma. Ma... Om ini ayahnya acu ya?" tanya Si kecil dengan polosnya. Tak seorang pun menjawab. Sampai pada akhirnya.


" Iya dong ... Sayang. Itu kan papa-nya adik berarti papa kamu juga sayang," jawab Tuan Ivander sambil tersenyum dan mendekat. Lalu mengambil gadis itu untuk ke gendongannya.


" Ini berarti Opahnya acu ya? Tadi baik cekali ma ... Acu sama omah di jemput," manjanya sambil memeluk tuan Ivander.


" Iya sayang ini Opah Tamvan," kekeh tuan Ivamder membuat semua orang tertawa di dalam sana. Tapi tidak dengan aksa dia menatap papanya.


" Pa ...., " lirihnya dengan menatap papanya.


" Biarkan begini dulu. Tenanglah jika memang ini yang baik," bisik tuan Ivander. Aksa mengangguk paham dengan apa yang di sampaikan oleh papanya.


Mereka pun mengajak semuanya ke ruang makan bersama. Karena semua orang menunggu kehadiran aksa dan istrinya. Yushka memeluk ibunya.


" Semua baik- baik saja. Tidak perlu ada yang di khawatirkan, rawatlah putramu dengan baik. Apakah sakit sekali?" tanya sang ibu menatap putrinya.


" Lumayan bu. Makasih bu sudah melahirkan kami," jawabnya dengan manja dan memeluk sang ibu.


" Tentu saja nak. Ibu bahagia kalian hadir dalam kehidupan ibu. Tapi maafkan ibu harus memisahkan kalian karena sebuah tradisi," ucap sang ibu nampak menyesal.


" Bu ... ," lirih yushka pada sang ibu.


" Ibu tidak apa-apa. Semuanya sudah berlalu ayo harus makan yang banyak supayq asinya kian banyak," ucap sang ibu mengajak putrinya berjalan perlahan.


" Sayang ... Tidak apa-apa?" tanya aksa yang sedari tadi membersamainya di belakang.


" Bisa mas ... Kalau datar. Perlahan bolehlah sama latihan belajar mengencangkan otot -otot lagi," jawabnya sambip menahan sesuatu.


" Jika sakit bilang ya? Mas takut gak ngeh," ucap aksa dengan menatap istrinya dengan seksama.

__ADS_1


" Okee. Siap bos," jawabnya dengan hormat yang membuat aksa terkekeh di buatnya.


Makan pagi menjelang siang itu nampak sangat ramai karena keluarga yushka juga di hadirkan di sana. Tak ada saling singgungan dan perdebatan semua nampak bahagia tanpa terkecuali dengan kehadiran si kecil. Yushka sangat menikmati pemandangan itu saat semua orang saling melontarkan kata-kata bahagia itu.


Kau lihat yushna ? Mereka saat ini tengah bahagia dengan kehadiran si baby. Suamimu yang tak lain adalah papa mertuaku dia jadi sangat bersahabat kali ini. Kamu pasti bahagia saat bisa melihat mereka seperti ini. Tidakkah kamu ingin kembali di tengah-tengah kami? Putri kecilmu pun bahagia saat bertemu dengan papanya. Dia seperti menemukan nafasnya kembali. Aku sakit saat tahu suamiku memiliki anak lain tapi itu adalah bagian masa lalunya jadi apa salahnya dengan itu. Aku akan tetap bahagia Yuna. Berbahagialah kamu di sana. Batin yuska benar-benar puas dengan apa yang dia lihat.


" Sayang ... Istirahat yuk di kamar!" ajak Aksa pada istrinya.


" Apa tidak apa-apa mas?" tanyanya dengan perasaan tidak enak.


" Tidak apa-apa. Biarkan mereka berbahagia dulu. Kita semua akan menetap di sini untuk beberapa hari," jawab aksa membuat mata Yushka berbinar.


" Benarkah ?" bahagia yushka tak bisa menutupi apapun dari wajahnya itu.


" Benarlah. Yuk!" aksa pun menggendongnya untuk di bawa ke kamar. " Permisi! Yushka saya bawa ke kamar untuk istirahat ya," pamitnya pada semua orang di sana. Mereka semua mengangguk dan mengacungkan jempol tansa menyetujui permintaan aksa.


Mereka pun berjalan menaiki tangga satu persatu. Yushka tak payah menatap wajah suaminya itu. rasanya kebahagiaannya sudah lengkap. Suami yang baik dan tampan. Anak yang lucu serta keluarga yang harmonis.


" Makasih mas ... " lirihnya. Aksa jadi mengangguk saja tanpa ingin mengatakan apapun. Dia masih fokus berjalan. Karena jika satu saja dia luput maka mereka berdua akan jatuh bersamaa.


Sesampainya di kamar ...


" Sudah baikan? Apakah berselonjor begini lebih nyaman??" tanya aksa benar-benar memperhatikan setiap detailnya.


" Mas ... Yushka gapapa kok. Begini udah enak. Sini deh mas aksa bubuk di sampingnya yushka istirahat bentaran doang," jawab yushka sambil memegang tangan suaminya. Aksa pun mengangguk. Sejujurnya dia memang lelah tapi khawatir pada yushka.


Gadis itu nekat melahirkan normal. Aksa tak bisa tenang. Karena semalaman dia terus sakit beberapa kali. Tapi tetap membiarkannya berangkat kerja karena ada klien penting. Rasanya dia merasa bersalah tak bisa menjadi suami siaga kala kemarin yushka sakit hingga di larikan ke rumah sakit.


" sudah mas ... Tidurlah!" yushka mengelus dah suaminya agar segera terlelap.


.


.


.

__ADS_1


Likeeee yaaaa udah mau finish nih kisahnya. Makasihhhhhhh


__ADS_2