
Mentari pagi menyambut kehangatan mereka berdua. Kamar yang awalnya indah dengan keharuman setaman kini menjadi kamar yang sangat berantakan karena ulah penghuni di dalamnya.
Roy masih setia menatap ke arah istrinya. Dia senang ternyata bagi Dhara dirinya adalah yang pertama dalam berbagai sudut pandang. Saat Roy asik memandangi wajah ayu Dhara ponselnya tiba-tiba berbunyi. Dia mengecek ponselnya dan itu adalah si biang kerok sang kakak ipar.
" Pagi Roy! Sudah bangun aja nih," goda yushka di seberang sana. Roy nampak pucat pasi seperti habis ketahuan maling anak orang.
" Puas? Kamu rupa-rupanya lebih bahagia dariku ya kak? Bagus sekali ya!" ledek Roy padanya. Gadis eh perempuan itu terkekeh saat Roy protes.
" Sudah belah Duren memangnya Roy? Gimana? Seru gak sih?" tanya Istri kakaknya itu. Suara terdengar sangat mengesalkan bagi Roy.
" Bagus ya tugasmu rupanya beralih meledekku di pagi hari," ujar Roy kali ini. Namun samar-samar Roy dapat mendengar suara kakaknya.
" Bersiaplah sayanh! Kita ke rumah sakit sebentar lagi," ajak Aksa dengan berjalan menuju walk in closet.
" Iya mas ... Roy ku tutup ya selamat bersenang-senang," belum di matikan ponselnya Roy kembali bersuara.
" Siapa yang sakit yush?" tanyanya sedikit panik.
" Aku Roy dari kemarin d hotel tiba-tiba kurang enak badan," jawabnya dengan serius. Roy kembali menyahuti.
" Pergilah! Jangan berlama-laama telpon bisa di habisi aku oleh kakak karena menghambat kalian pergi ke rumah sakit.
" Tentu saja ... By ! Berbahagialah pengantin baru," sempat-sempatnya yushka mengatakan hal yang demikian menyebalkan itu. Sakit tapi masih punya nyali.
Mereka pun segera berangkat ke rumah sakit. Aksa emnatap istrinya itu dengan seksama.
" Benar gapapa? Khawatir nih sayang," tanya Aksa dengan curiga. Yushka menggeleng cepat.
" Aku baik-baik saja mas. Tapi kadang agak mual dab pengen tiduran aja," jawabnya spontan dan tanpa basa basi dulu.
" Baiklah jika begitu," jawab aksa kemudian pada akhirnya. Dia pun mencium punggung tangan istrinya yang sedari tadi nganggur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kenapa diem?" tanya yushka dengan menelisik wajah suami tampannya itu.
" Gak nyangka loh yang ... Secepat itu!" seru aksa dengan terus menatap ke arah perut istrinya. Yushka tersenyum malu-malu karena suaminya itu sedari tadi snagat antusias sekali dengan hasil pemeriksaan di rumah sakit.
Flash back On.
__ADS_1
" Tuan cobalah ke Obgyn untuk memastikan. Jika saya memprediksi istri anda sedang hamil. Cobalah bawa ke sana untuk lebih detailnya," ujar sang dokter. Aksa bingung dengan yang di utarakan sang dokter.
" Dokter tolong sekali lagi! Apakah istri saya hamil?" tanyanya dengan penasaran. Sang dokter tersenyum saat aksa menanyakan kembali hal yang sudah jelas.
" Silahkan ke dokter obgyn untuk memeriksakan kandungan istri anda tuan," jawabnya lagi. Aksa tersenyum bahagia dan matanya berkaca-kaca mendengar kabar sebahagia itu. Yushka yang melihay suaminya benar-benar pengen ngakak sekali.
" Ayo mas kita pindah!" ajak yushka pada suaminya. Namun dia nampak asik dengan kebahagiaannya sendiri.
" Oke kita ke sana sekarang. Permisi dokter! Terima kasih," seru aksa. Sang dokter mengangguk dan tersenyum.
Ruangan obgyn ...
Yushka melewati tahapan beberapa pemeriksaan kehamilan dini. Dia tak melewati sedikit pun proses pemeriksaan. Dia juga penasaran dengan yang di ucapkan dokter.
" Selamat ibu bapak atas kehamilannya yang sudah memasuki usia kehamilan 4 minggu," jawab sang dokter. Aksa dan yushka saling memandang bergantian. Tak percaya jika itu benar adanya.
" Benarkah dok?" tanyanya sekali lagi.
" Tentu pak," jawabnya sambil tersenyum bahagia. Yushka jadi ikut tersenyum dan matanya ikut berkaca-kaca.
Allahu akbar. Nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan??? Ya Allah ini luar biasa. Yushka membatin.
Mereka kemudian berjalan keluar dari ruangan itu dengan kebahagiaan tiada terganti. Mereka menyusuri koridor rumah sakit dengan senyam senyum bak orang gila baru. Hahaha.
" Pengen sesuatu?" tanya aksa dengan menatap istrinya. Yushka menggeleng cepat.
" gak pengen mas ... Pengen pulang tiduran aja di rumah," jawabnya sekena hati.
" Tidak mengabari orang tuamu?" tanya aksa dengan menyetir mobil.
" Apakah boleh mas???" tanya yushka tak percaya begitu saja. Aksa menoleh dan mengangguk. senyumannya nampak tulus.
" Tentu. Telponlah bagi kabar bahagia itu dengan mereka!" seru aksa sambil fokus ke jalanan.
Aksa tak mengganggu acara obrolan mereka. Sesekali juga aksa menyahuti perbincangan itu. Yushka di bebaskan namun terbatas. Setidaknya dengan begitu yushka tahu bahwa dia sangat mengkhawatirkan dirinya saat ini.
" Bu ... " lirih yushka di sambungan selulernya.
" Kenapa nak?" tanya ibu dengan hati yang kacau karena kesibukan pagi harinya.
__ADS_1
" Bu ... Yushka hamil," jawabnya dengan merendahkan suara.
" Benarkah nak! Allahu akbar .... syukron ya Allah," ibu yang mendengar nampak bahagia sekali. " Jagalah kandunganmu baik-baik nak. Apa anak mantu tahu kamu hamil??" tanya ibu dengan khawatir. Yushka langsung menjawab tanpa alinga-aling.
" Tahu bu ... Saya akan menjaga mereka berdua dengan baik bu," jawab aksa. Nampak ibu tersenyum bahagia di seberang sana.
Di hotel ...
" Kenapa tuan kok kelihatan gelisah?" tanya Dhara sambil menatap suaminya.
" Dhara apakah yushka kemarin sakit?" tanyanya penuh selidik.
" Kemarin sepertinya mas," jawabnya dengan tertata. Roy nampaj menghela nafasnya dengan berat.
Roy yang tak sabar menelpon kakanya. Untuk memastikan kakak iparnya itu sehat. Saat yushka melihat siapa yang menelpon dia tersenyum pias.
" Kak bagaimana??" tanyanya agak panik sekali.
" Udah jangan baper gitu Roy, janganlah panik kakamu baik-baik saja," jawabnya dengan yakin sekali.
" Kak serius nih!" serunya di landa khawatir. Akses jalan sudah di buka.
" Kakakmu hamil!" serunya membuat Roy ternganga tak percaya begitu saja.
" Yakin kak???" pertanyaan itu keluar dari mulut sialan Roy.
" Kamu ini ngawur saja! Tentu saja yakinlah," jawabnya dengan skakmat begitu. Karena khawatir yushka lelah roy memutuskan untuk tidak menambah durasi percakapan.
" Baiklah kak ... Terima kasih sudah sehat demi kakakku yang satu itu," ujar Roy dengan jahilnya. Yushka hanya tersenyum.
" Tentu Roy! Selamat berbahagia. Ku harap kau sudah unboxing," jawab yushka membuat roy bersusah payah menelan salivanya sendiri. Sambungan telpon juga sudah di akhiri oleh keduanya. Dhara juga di buat bingung karena ekspresi tak menenti suaminya itu.
" Mas kau baik- baik saja?" tanya Dhara khawatir. Panggilannya itu pun ikut berubah-ubah.
" Baik bahkan baik sekali. Ada kabar bahagia Dhara. Yushka sedang hamil," jawab Roy dengan mata berbinar.
" Wah ... Selamat tuan akan jadi paman!" serunya dengan panggilan berbeda. Roy jadi mengernyitkan alis.
" Kenapa denganmu selalu memanggil dengan sebutan berbeda???" tanya Roy.
__ADS_1
" Spontan tuan sorry ... " wajahnya nampak lucu saat ini.
Ya tuhan dia cantik. Bolehkah ku makan sekali lagi???????? Huft.