
Suasana kantor kembali ke mode pabrik. Semua oegawai nampak fokus pada laptopnya masing-masing tak terkecuali Yushka.
Di ruangan yang berbeda Roy dan Aksa menggalang rapat dengan serius untuk menjadikan proyek kali ini sukses. Roy mencermati setiap inci yang d jelaskan oleh aksa. Aksa butuh persetujuan bagian keuangan, desain animasi , serta alokasi waktu yang di perlukan. Roy nampak garuk - garuk kepala pasalnya aksa selalu menginginkan proyek yang perfect dalam waktu sesingkat mungkin.
" Kak ... Kasihlah tenggang waktu pada mereka untuk memikirkan semuanya jangan di buat seperfect itu bisa-bisa mereka tak sanggup," ucap Roy adik sekaligus sekretarisnya itu. Aksa menatap tajam pada adiknya layaknya atasan pada bawahan.
" Jika tak sanggup out dari sini, semuanya malah lebih mudah bagiku untuk mencari orang profesional dalam bidangnya!" seru Aksa dengan wajah tegas.
" Ya ... Baiklah pak Aksa. Saya permisi!" akhirnya Roy pun mengalah untuk keluar dari ruangannya. Namun saat di luar dia mendapati Yushka di depan pintu.
Roy menatap yushka dari bawah sampai atas wajahnya nampak panik dan bingung. Roy mendekatinya dengan suara volume rendah.
" Mau ke pak Aksa?" tanya Roy karena dia membawa sebuah proyek yang kemarin dia kerjakan.
" Iya pak Roy ... Tadi bu manager meminta aku sendiri yang mempresentasikan di depan pak Aksa," jawabnya membuat Roy tersenyum.
" Bagus dong ... Itu kesempatan emas untuk menunjukkan karya animasimu. Jika animasimu lolos di review pak Aksa maka devisimu yang di untungkan serta bisa jadi gajimu naik," jawab Roy dengan menampilkan gigi rapinya. Wajahnya yang oriental dominan indonesia namun tetap tampan dengan dada bidangnya.
" Bukan uangnya pak ... " ucap Yushka nampak gugup.
" Lalu?" tanya roy singkat.
" Aku tak berpengalaman dalam mempresentasikan di depan atasan karena aku baru saja bergabung di dunia kerja. Kalau uang tak begitu masalah bagiku pak tapi presentasinya itu bisa apa tidak," jawab yushka menanggapi pertanyaan Roy yang kini menatapnya. Namun sedetik kemudian roy menggapai tangan yushka sambil mengatakan sesuatu yang membuat gadis itu agak percaya diri.
" Semua akan lancar ... Jika hatimu tenang. Semangatlah menjadi yang terbaik di antara yang terbaik karena untuk menggapai itu butuh pengorbanan baik itu waktu maupun tenaga," ucap roy dengan tersenyum dan mengacak pucuk kepala yushka. Dia seperti menemukan semangatnya kembali.
" Makasih pak Roy," jawabnya kemudian masuk ke ruangan pak Aksa dengan agak percaya diri meskipun belum full.
Ketika membuka pintu ...
__ADS_1
" Permisi pak !" seru yushka sambil mendorong pintunya.
" Apakah ruanganmu ada di kota sebelah! Sehingga untuk sampai pada ruangan ini butuh waktu berjam-jam! Ataukah perlu ku pindahkan ruanganmu di sampingku!" teriak aksa yang membuat Yushka menelan salivanya cukup sulit.
" Pak ... Maafkan saya tadi saya bertemu sekretaris di depan. Saya sempat mengobrol sebentar mengenai animasi ini," jawab Yushka agak mengecilkan volume suaranya.
" Jika pacaran jangan pada jam kerja! Gunakanlah waktu lain jangan di kantorku!" serunya dèngan tatapan menghunus setajam pedang. Yushka kemudian hanya menunduk dan mengangguk pasrah. Rasanya kali ini nyalinya menciut karena sikap kasar atasannya itu.
Pacaran! Kenapa pacaran kami hanya mengobrol sebentar. Batin yushka bingung.
" Sampai kapan kamu akan berdiri di sana! Jika tidak berniat menunjukkan hasil kerjamu keluarlah dari sini! Aku sedang sibuk," ucapnya dengan galak sekali. Yushka tanpa menatapnya hanya mendengar saja sudah sakit hatinya. Ya Tuhan mata ini sudah menggenang sempurna .
Jangan ... Jangan dulu. Jangan menangis yush ini baru awal dari semuanya. Batin yushka sambil menenagkan hatinya dan mengusap kelopak matanya dan kemudian maju menghadap ke pak Aksa.
" Ini berkas salinannya pak," Yushka menyodorkannya pada Aksa dengan menunduk tanpa menatap atasannya itu.
" Saya bawa pak," jawabnya dengan setenang mungkin.
" Pasanglah pada pada laptop di sana, segera presentasikan! Aku menunggunya di sini," jawab aksa masih dengan menatap laptopnya serius namun dia tetap bisa mengimbangi percakapan dengan Yushka.
" Saya yang pasang pak?" tanya yushka sambil menatap atasannya. Aksa langsung menatapnya tajam netra mereka berdua bertemu di titik tengah.
" Harusnya? Apakah aku yang harus memasangkannya? Aku tidak terbiasa memasangkan itu yang ku tahu hanya di atas ranjang, cepat kamu pasang atau aku akan memasang yang lain denganmu!" teriaknya sehingga membuat yushka tersentak. Gadis itu gugup sehingga menjawab atasannya dengan sedikit gemetar namun dapat di rasakan oleh aksa.
" Ba ... Ba... Ik pak," jawabnya kemudian berdiri. Namun bodohnya Yushka. Dia tak pernah memasangkannya sendiri. Dulu ketika di kampus karena Tim yushka tak perlu memasangnya karena sudah ada bagian- bagiannya sendiri. Yushka nampak bingung.
Ketika dia bingung memasang tiba-tiba tangan seseorang menggapainya. Saat yushka menoleh dia mendapati Aksa sedang berada dalam keadaan intim.
" Apakah aku yang harus memasangkannya?" tanya Aksa sudah sangat dekat sekali. Yushka menatapnya dengan takut dan dia menalan salivanya agak susah.
__ADS_1
" Pak ... Maafkan saya. Saya tak bisa memasangnya karena dulu saya bagian presentasi bukan bagian ini," jawab Yushka menunduk dia hampir saja terjatuh tiba-tiba nyalinya menciut dan kakinya lemas. Saat dia tak sengaja mau terjatuh Aksa menahannya dengan melingkarkan tangan di pinggang yushka yang ramping.
" Apakah kamu tak ingin mencoba yang lain?" yushka mendongak saat aksa mengatakan itu. Sedetik kemudian Aksa nampak akan menciumnya namun ternyata lelaki itu memasangkan alat untuk yushka presentasi. tetapi fokus yushka ambyar saat dadanya menempel pada dada pak Aksa. Jantungnya terasa tak sehat karena detaknya sangat cepat.
Beberapa saat kemudian aksa membenarkan posisi Yushka. Dan berjalan menuju kursi kebanggaannya.
" Cepat presentasikan! Jangan membuang waktuku lagi," seru aksa tanpa memandang Yushka kembali.
Yushka menghela nafas panjang dan mulai mempresentasikan karya animasinya. Aksa agak menaikkan alisnya karena ada yang aneh. Namun dia tak bergeming sedikitpun dan membiarkan pegawainya itu menjelaskan dengan tuntas terlebih dahulu. Ketika yushka selesai dia menghela nafas lega karena lancar memberikan keterangan di setiap animasinya.
" Kamu tidak salah membuatkan? Tadi di part anak itu membawa kucing dia menghafal apa tadi doa harian namun nampaknya kurang pas ada yang lucu dan sedikit aneh," ucap Aksa dengan menatap yushka.
" Itulah kita pak, jika pada umumnya karya animasi itu tersambung tertata dengan rapi. Namun milik kita. Kita buat aneh dan lucu versi anak-anak mungkin masih butuh revisi berulang karena saya baru mengerjakannya satu minggu. Mungkin bapak bisa bantu saya kasih ide nanti saya yang membuat animasinya," tawar yushka supaya dia tenang dengan jantungnya sedari tadi yang gak karuan menghadapi atasannya itu.
" Baiklah ... Aku memanggilmu jika memiliki ide. Satu lagi benahi kemejamu itu sedikit kelihatan," ucap Aksa membuat hati yushka ingin keluar dari tempatnya.
Deg.
Apa? Dia melihat sesuatu. Ya Tuhan kenapa tidak sedari tadi du bilangi. Malu pakai banget ini namanya. Mampus lo yush. Bathinnya mengesal.
" Makasih pak. Saya permisi pak!" pamitnya. Namun aksa hanya mengangguk.
.
.
Bodoh. Bodoh. Bodoh.
Nah, loh pak Aksa kok diem sih saat lihat sesuatu di dada yushka. Menikmati apa gak sih nih ceritanya. Wah, mesum tapi sikapnya kayak gak entahlah. Ikuti yukkkk kisah selanjutnya!!! Jangan lupa like vote komen subscribe gift.
__ADS_1