
Sayang ... !" seru aksa. Yushka menoleh dalam posisi yang masih cengo.
Panggilan aksa itu terngiang-ngiang di telinganya. Suaminya itu bernafas ngos-ngosan saat berada di ruangan Roy. Yushka berdiri tanpa menjawab sepatah kata pun. Kata-kata kekasih aksa itu terus berputar di otaknya yang waras saat ini. Aksa mendekati istrinya.
" Sayang .... " sekali lagi aksa mendekat dan memanggilnya.
" Wait .... Aku ingin mencerna ucapan kekasihmu mas. Aku bahkan tidak paham dengan bahasa dewasa yang kalian gunakan. Ada apa dengan ranjang yang dia maksud," yushka duduk sambil berpikir. Aksa memeluk istrinya.
" Tidak perlu kau pikirkan apa yang di katakan olehnya dalam sepucuk surat laknat itu," jawab aksa sambil memeluk istrinya.
" Dia bilang aku tidak bisa memuaskanmu loh mas? Bahasanya itu membuat otakku berpikir keras saat ini," jawaban yushka malah membuat aksa menganga ingin tertawa tapi takut gadis itu hanya berpura-pura tak mengerti. Nyatanya malah marah dan enggan padanya.
" Sayang ... Kau yakin tak memahami maksudnya?" tanya aksa perlahan.
" Mana ku tahu bahasa ranjang dan memuaskan. bahasanya terlalu tidak hisa ku pahami. Dulu ketika sekolah kami tak pernah membahas bahasa ranjang. Malam pertama yang kau buat saja tidak seindah dalam kisah novel dan telenovela," keluh yushka yang membuat aksa tersuduk lemas. Istrinya benar-benar naif dalam pengetahuan ini. Mana ada gadis seperti ini pada zaman modern saat ini.
Ya Tuhan sebenarnya istriku ini bodoh apa pandai? Tapi perusahaan maju saat tangannya ikut andil dalam mengelola. Tapi untuk urusan pernikahan dan di dalamnya kenapa dia tak paham. Tapi setidaknya dengan begini aku lebih lega. Huft. Batin aksa merasa tenang saat ini.
" Kita makan siang ya! Jangan pikir pesan tak berguna itu. Itu bisa mencemari otakmu yang jernih. Kita pergi sekarang!" seru aksa sambil menggandeng istrinya menuju lift.
" Tapi mas ... Itu baju lubang-lubang di pakai apa?!" yushka kali nampak terlihat sangat bodoh tapi aksa menikmati sikapnya ini. Jika wanita lain mungkin saat ini sudah mengamuk dan menjambak dirinya di kantor. Tapi gadis lugu yang di nikahinya ini membuat hatinya amazing dan aman untuk sesaat setidaknya.
__ADS_1
" Akan aku jelaskan jika kamu memberikanku hadiah," jawab aksa asal sembarang dan sekena jiwanya. Saat ini dia di landa lapar karena tadi sudah panik dari kantor cabang menuju kantor pusat.
" Jangan membuatku semakin bingung. Pinta hadiahmu dengan jelas mas," ucap yushka tanpa basa basi. Aksa pun segera memegang tengkuk istrinya dan menciumnya dengan mesra di dalam lift beberapa saat. Yushka pum tak bisa menolak. Meskipun dia tak lihai dalam hal seperti ini. Tapi dia berusaha mengikuti alur suaminya saat berciuman. Saat lift berbunyi.
Ting.
Aksa mengakhiri aktivitasnya dan segera menghapus bekas air liurnya dengam jemarinya. Yushka pun kembali terlihat biasa saja. Saat mereka berdua melewati mereka semua mereka menunduk patuh.
" Jam makan siang sudah berbunyi. Segera beristirahatlah kalian semua!" seru aksa yang selalu konsisten untuk mengingatkan semua pegawainya. Yushka hanya tersenyum pada mereka.
Aksa menggandeng istrinya itu dengan mesra menuju mobil yang sudah terparkir di depan pintu perusahaan. Semua orang menatap bahagia saat melihat bos mereka tetap baik meskipun dia sudah berkeluarga. Istri si bos juga bersikap sama saat dia masih jadi pegawai.
" cocok ya mereka berdua cantik - tampan. Meskipun latar belakang berbeda si bos terlihat sangat mencintai yushka dengan baik. Jadi, pengen seperti mereka. Ya gak sih?" salah seorang pegawai nampak sangat kagum pada atasan mereka.
Ya, aksa memang akan melempar pegawainya dari gedung jika tidak sesuai dengan perintahnya. Tapi semua itu hanya ultimatum tak ada yang berani membantah kecuali yushka. Tapi pada akhirnya si bos malah takhluk pada gadis itu. Gadis jenius tapi rada kurang lengkap. Jika masalah pekerjaan mereka mengacungi yushka tapi tentang cinta gadis itu benar-benar 0.
Sesampainya di mall ...
" Jelaskan padaku baju tadi? Kau sudah mengambil hadiahmu di lift," tiba-tiba suara nyaring yushka menghampiri gendang telinga aksa. Pemuda itu terkekeh. Tak bisa di pungkiri ingatan yushka sangat bagus tapi aksa hanya menanggapinya dengan senyum dan membawanya ke salah satu toko perlengkapan perempuan.
" Masuklah!" aksa mempersilahkan istrinya masuk dan menatap tak percaya melihat banyak baju tak berbudaya terpampang di di hadapannya. Dia cengo di buatnya.
__ADS_1
Apakah selama ini kurang pergaulan? Betapa bodohnya aku tak mengetahui hal-hal ini. Ataukah aku yang terlalu miskin sehingga tak berniat untuk memasuki toko-toko seperti ini. Ya Tuhan memalukan sekali diriku ini di hadapan mas aksa. Ini baju namanya apa? Sangat minimalis bahkan tak berbudaya sama sekali. Batin akaa sambil mengerjapkan beberapa kali.
" Mereka itu namanya baju haram sayang. Hanya di gunakan saat suami istri bercinta di atas ranjang. Tidak di gunakan di luar kamar," bisik aksa membuat yushka memekik tak percaya.
" What????? No .... Kita keluar sekarang," pinta yushka sambil menarik tangan aksa. Tapi aksa mencegahnya.
" Kita akan beli beberapa untukmu! Pahamilah menyenangkan suami adalah tugasmu termasuk memakai baju seperti itu di hadapanku," jelas aksa tanpa nada gurau. Yushka melepas tangan suaminya pasrah dan mengangguk. Membayangkan untuk menggunakannya saja sudah tak mampu.
Aksa berjalan menuju baju-baju haram itu. Aksa memilih 10 macam dengan model berbeda dan warna berbeda. Dia menuju kasir tapi sebelum itu dia mendekati wanitanya dan sedikit berbisik.
" Kau ingin membeli sesuatu? Mungkin yang lainnya?" tanya aksa. Yushka hanya menggeleng mengatakan bahwa dia sudah ingin keluar dari tempat ini.
" Cepatlah mas! Aku ingin makan," jawabnya untuk mengalihkan tentang baju itu. Aksa mengangguk dan segera membayarnya. Mereka pun segera meninggalkan tempat itu dan menuju restoran
Yushka memesan makanan dan minuman ala dirinya yang sederhana. Aksa juga memesan makanan yang sama dengan yushka agar aksa tahu bagaimana selera istrinya itu.
" Mas ... Kenapa kau membeli sebanyak itu. Aku bahkan tak punya nyali untuk memakainya," ujar yushka lirih. Aksa yang memakan camilan yang lebih dulu datang jadi tersedak.
Uhuukkk. uhukkk. Uhuuk.
Yushka segera mengambilkan minum untuk suaminya itu.
__ADS_1
" Sayang berhentilah bersikap yang membuatku ingin tertawa. Cukup di praktekkan nanti malam. Jangan terlalu di pikirkan saat ini," aksa rasanya ingin tertawa berguling-guling saat ini. Namun karena ini tempat umum dia lebih menekan jiwa gilanya saat ini.
Istriku yang cantik dan aneh. Kau itu sangat menarik di mataku. Batin aksa sambio menatap istrinya yang sedang mencebik.