
Hari ini begitu banyak sekali yang menguras emosi, tenaga dan pikiran. Keduanya memang sepakat untuk melupakan kejadian yang kurang mengenakkan. Rasanya melepas lelah sangatlah penting untuk mereka saat ini. Terlihat Yushka keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimononya. Aksa memandangnya tanpa berkedip.
" Mas di kamar mandi sudah yushka siapin air hangat dan kelopak bunga mawarnya biar rasanya lebih segar," ujarnya tanpa melihat pada orangnya. Yushka sedang asik mengeringkan rambutnya.
" Sempurna," lirihnya.
" Mas mengatakan sesuatu?" tanya yushka pada suaminya. Aksa menyeringai dengan seram. Yushka mengernyitkan alisnya.
" Sengaja menggoda suamimu di saat seperti ini?" tanya aksa dengan menatap dengan jahilnya. Yushka jadi menghela nafas.
" Lelah. Lupakan! Segeralah mandi mas," jawab yushka kembali menghadap kaca. Tanpa aba-aba suaminya itu kini tengah mendekat dan membuka tali kimono dengan perlahan supaya si empunya tak merasakan.
Di saat aksa melakukan aksinya itu yushka jadi berteriak. Bukan karena apa dia baru saja selesai dalam melakukan ritual mandinya.
" Lepasin dong mas!" teriaknya.
" Kita mandi bareng. Menolak dosa tapi melayani pahala," jawab aksa sambil mengendong ala bridal style.
" Modus ... " jawab yushka yang diikuti tawa suaminya dengan terbahak-bahak.
Skippppp yaaaa. Jangan terlalu sering entar yang baca pengen nikah!!! Heheheh jangan lupa likeee
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Sayang ... Kita berangkat honeymoon yuk besok! Lelah memikirkan perusahaan terus menerus sekali-kali kita jalan," ucap aksa sambil bersandar di ranjang.
" Kok mendadak mas?" tanya yushka serius. Bukan maksud hati menolak tapi kabarnya terlalu mendadak.
" Baru terfikirkan saja. Kita pakai jet pribadi biar lebih enak," jawabnya dengan tenang.
" Terserah mas saja sudah. Mas pasti tahu apa yang baik dan tidak," jawab yushka pada akhirnya. Saat mereka asik bercengkerama tiba-tiba saja suara Roy berada di balik pintu.
Tok. Tok. Tok
__ADS_1
" Kak ... Bisakah aku menganggu sebentar!" serunya dengan nada pelan. Aksa jadi menatap istrinya.
" Ck. Anak ini selalu saja datang di waktu yang kurang tepat," aksa berdiri menghampiri pintu yang tertutup rapat itu.
" Hmmm .... " aksa berdehem.
" Ada papa dan mama di bawah kak. Mereka ingin bertemu kalian," ucap Roy dengan lancar. Tadi awalnya dia tak ingin mengatakan apapun tapi bagaimana? Akhirnya terpaksa dia mengatakannya.
" Untuk apa mereka kemari Roy? Aku sedang ingin istirahat," tanya aksa dengan nada kurang senang.
" Entahlah ... Tapi ayah belum puas jika tak menemui istrimu lagi," geraham aksa nampak tegang dan tangannya mengepal. Masih saja dia belum puas dengan tingkahnya yang bejat yang hampir saja menodai menantunya sendiri. Kini dia datang kembali untuk sebuah kepastian yang entah apa yang dia maksud.
" Kak ... " lirih Roy.
" Aku akan turun. Tapi tidak dengan yushka. Dia belum siap bertemu papa," Roy mengangguk paham sekali. Yushka tidak meninggalkan kakaknya saja itu sudah adalah hal baik.
Di kamar ...
" Sayang .... Mas turun dulu. Ada papa dan mama," ucap aksa dengan perlahan.
Yushka memegang tangan suaminya dengan erat. Terlihat tangan itu bergetar dan si empunya hanya diam tak bersuara. Aksa memegang dengan tangan satunya.
" Sayang ... Sebentar saja mas turun," pinta aksa dengan nada kembali lirih. Yushka kini menitikkan air matanya. Bayangan seklebat tentang dirinya yang akan di gagahi itu kembali melintas dengan jahat. Bajunya yang di robek ciuman yang sempat mendarat di ceruk lehernya dan roknya yang tersingkap membuat air mata yushka menetes dengan deras.
" Eh ... No honey Don't Crying ... " aksa menariknya dalam pelukan. Gadis itu sesenggukan di dalam pelukannya hingga piyama yang di kenakan aksa basah karena air matanya. Aksa terus mengelus rambut istrinya yang mulai memanjang itu.
" Masss ... Aku takut," jawabnya dengan nada agak bergetar.
" Tidak ... Ayah takkan masuk ke kamarku. Aku pastikan itu," aksa mencoba meyakinkan istrinya itu. Tapi gadis itu menoleh sambil menggeleng tak mau di tinggalkan. Aksa menelpon Roy.
" Roy aku tak bisa meninggalkan istriku dia terlihat sangat buruk," jawab aksa.
" Kak ... Jika di perbolehkan biar aku menjaga istrimu dan segera selesaikan masalah di antara kalian. Jika boleh ... " jawab Roy sambil menekankan kata jika boleh.
__ADS_1
" Baiklah ke ataslah ... " jawab aksa dengan cepat. Tidak ada pilihan lain selain mempercayai roy saat ini.
Ketika roy sudah sampai di kamar yushka dan aksa. Dia mendekati keduanya.
" Sayang ... Ada roy. Kamu bersamanya sebentar aku janji segera kembali," yushka mengangguk dan tidur di dalam selimutnya. Aksa mengangguk dan pergi dari sana. Roy sebenarnya tak nyaman dalam ruangan hanya berdua saja tapi bagaimana lagi. Dia mencoba mencairkan suasana.
" Yush ... Tidakkah kamu ingin menelpon keluargamu? Atau siapapun," ucap Roy dengan menatap gadis di balik selimut.
" Tidak Roy. Jika dalam keadaan ini aku tak bisa menelpon mereka. Itu akan membuat mereka berpikir," jawabnya dengan nada lirih. Roy yang mendengar jadi kasihan.
" Yush ... Katakanlah aku harus apa? Jangan seperti ini aku ikut ngeri di kamar kakakku sendiri," ucap Roy dengan memegang tengkuknya seperti berasa ada yang meniup.
" Tidurlah saja," jawab yushka enteng.
" What? Kok tidur... Jangan aneh-aneh deh yush," jawab Roy sambil menatap gadis di dalam selimut itu.
" Kamu yang aneh ... Masa nanya ke aku. Aku sendiri mana tahu dasar," nampak yushka mulai sebal. Roy mulai tersenyum getir.
Menyebalkan sekali istri kakak ini. Untung saja aku tak menikah dengannya. Jika iya mampus kau Roy di kuliti olehnya.
" Kau mengumpatku dalam hati?" tanya yushka pada Roy. Gadis duduk dan menatap Roy nyalang. Roy jadi gelagapan.
" Kamu punya cenayang Yush? Atau dukun ? Kenapa bisa baca pikiran orang," Roy menatap ngeri kakak iparnya. Yushka jadi terkekeh melihat wajah Roy yang nampak sangatlah lucu menurutnya.
" Sialan ! Bisa-bisanya kau mengata-ngataiku sessuka hatimu. Adik laknat kau Roy," melihat yushka terkekeh dan jawabannya membuat Roy terpukau. Baru beberapa saat dia melihat yushka menangis takut kini sebaliknya.
Wah absurd parah. Rupanya ada yang geser isi otaknya. Kenapa hisa setelah sedih dan takut was was malah sekarang baik - baik saja. Gesreg bener ini kakak ipar. Batin Roy menjadi-jadi. Tanpa aba-abq yushka melempar bantal dan mengatakan umpatan yang pas dengan hatinya.
" Sialan loh ya Roy ngatain aku Gesreg! Bukkkkk!" lempar bantal ke arah Roy membuat laki-laki itu meringis. Kali ini roy jadi serem kenapa dia bisa baca hati. Punya cenayang bener ini kakak ipar.
" Serem loh kak. Gue turun ya!" serunya sambil berdiri. Yushka mengatakanl yang emngejutkan Roy karena sifatnya menunjukan tak jauh beda dari kakaknya.
" Melangkah sedikit saja aku patahkan kakimu Roy! Tugasmu adalah menjagaku. Satu lagi terima kasih sudha menghiburku," ucapnya kemudian merebahkan diri lagi.
__ADS_1
" What???" tanya Roy terkejut.