
Seusai makan siang mereka kembali ke kantor untuk menyelesaikan kontrak minggu ini. Aksa nampak sudah sibuk dengan laptopnya. Yushka yang sedang menemui klien di ruang tamu kantor. Dia menjelaskan kontrak kerjasama yang akan segera di laksanakan. Yushka menyampaikannya dengan baik sehingga klien tersebut setuju dan menanda tangani kontraknya dengan senang hati.
" Terima kasih nona .... " ucap Tuan Adiwiyata menggantung. Yushka tersenyum sambil menjawab kelanjutannya.
" Yushka," jawabnya singkat. Tentu saja Adiwiyata tersenyum sumringah saat pegawai aksa itu cekatan dalam memahami keingin tahuannya itu.
" Baiklah nona Yushka sampai bertemu kembali. Semoga kerjasama ini berdampak baik untuk perusahaanku dan tuan Ivander Muda. Sampai jumpa kembali," ucap Adiwiyata sambil menjabat tangan Yushka. Gadis itu hanya tersenyum dan membungkuk untuk menghormati Adiwiyata selaku rekan bisnis suaminya.
Berjalan menuju ruang kerja suaminya adalah tujuan saat ini. Jam sudah menunjukkan pukul 15.30 saatnya semua pegawai bersiap pulang. Yushka pun bergegas ke ruang suaminya untuk memberikan berkas itu. Sesampainya di ruangan itu dia melihat suaminya sedang menyandarkan punggung dan kepalanya di sandaran kursi kebesarannya sambil memejamkan mata. Pemuda nampak sangat lelah sekali. Yushka berjalan perlahan tak ingin merusak istirahat suaminya. Dia menaruh berkas itu di meja dan mendekati suaminya. Dia memijat dahi aksa yang terlihat lelah. Sontak saja aksa kaget dia khawatir ada perempuan lain masuk dalam ruangannya.
" Sayang ... Kamu membuatku kaget," ucap aksa memegang tangan yushka dan menariknya ke pangkuan aksa.
" Kenapa mas?" tanya yushka menatap wajah lelah suaminya.
" Lelah saja ... Kehidupanku terlihat sangat lurus. Aku bahkan tak pernah berlibur. Setiap saat harus meeting dan meeting serta menyelesaikan tugas dengan baik supaya keluargaku tak kekurangan sesuatu apapun," curhat aksa pada istrinya. Yushka melihat suaminyayang betapa rindunya dia pada dunia luar. Yushka memegang kedua pipi suaminya. Entah darimana keberanian itu yushka tiba-tiba mencium suaminya. Ciuman itu pun di sambut hangat oleh aksa. Tangan aksa melingkar di pinggang yushka. Mereka menikmati setiap inci dalam hubungan mereka.
" Maafkan aku sayang ... Saat ini aku menginginkanmu," ujar aksa serak. Dia segera menggendong istrinya ke ruangan istirahatnya yang memang di siapkan di saat dia lembur. Aksa menutup pintu itu daj menguncinya. Yushka pun tak menolak saat aksa memberinya sentuhan demi sentuhan. Ini kedua kalinya aksa menyentuhnya kembali setelah malam pertama mereka.
" Mas .... " ucap yushka lirih. Matanya nampak sedikit takut. Aksa tersenyum tampan sekali.
__ADS_1
" Mungkin masih akan sedikit sakit ... Tapi tidak akan lama seperti kemarin," jawabnya lembut sekali. Yushka mengangguk sambil tersenyum. Aksa pun kembali memulai aksinya itu.
Yushka merasakan sesuatu itu kembai memasuki area terlarang miliknya. Aksa begitu menikmatinya. Yushka yang awalnya merasakan perih di sana saat ini dia dapat menikmati alunan nada yang di buat oleh suaminya. Aksa memberikan kenikmatan surga dunia itu dengan sangat lembut tak kasar sama sekali. Meskipun dia tak lihai dalam ranjang aksa tak mempermasalahkan hal itu.
" Aaahhhh .... Terima kasih sayang!" teriak aksa yang kemudian menjatuhkan dirinya di samping istrinya. " Bagaimana apakah masih sesakit kemarin?" tanya aksa memandang istrinya. Namun wajah yushka jadi bersemu merah sehingga membuat aksa gemes dan memeluknya karena istrinya itu tak kunjung menjawabnya.
" Kita pulang ya mas!" ajak yushka tanpa menanggapi ucapan suaminya. Cukup malu baginya untuk menjawab pertanyaan itu. Aksa jadi terkekeh melihat sikap istrinya itu.
" Kok pulang? Tidak satu ronde lagi?" tanya aksa yang membuat yushka melotot dan memukul dada telanjang milik suaminya.
" Mas ... Jangan di godain terus dong. Malu ini aku, pulang ya?" rengek yushka kali ini. Aksa kembali memeluk dan mencium kening yushka.
" Terima kasih sayang ... Sudah menerimaku dengan baik dengan segala kekurangan yang ku miliki," ucap aksa dengan suara lugas tanpa di buat-buat. " Maafkan aku atas kejadian di kamar hotel waktu itu," lanjut aksa yang membuat yushka menjawab dengan jawaban yang membuat aksa tertawa.
" Hahahahahaha .... I love you yushka," ucap aksa yang membuat yushka lagi-lagi menjadi perempuan paling beruntung karena di cntai oleh aksa.
Mereka pun bersiap keluar seusai mandi karena hari ini sudah petang jam 17.15 kal ini. Saat aksa memakai kemejanya tiba-tiba saja suara Roy dan siska terdengar nyaring di ruangannya.
" Bagus ya .... Kami sudah menunggu satu jam di sini! Kalian berdua asik bercumbu di dalam. Rupanya kau memang ahli mendesain ruangan aksa sampai kami tak mendengar desahanmu itu!" seru siska yang membuat aksa menoleh ke arah sumber suara. Aksa menatap tak percaya ada mereka di sini. Roy menatap lucu ke arah kakaknya.
__ADS_1
" Kakak sejak kapan di sini? Maaf aku tidak mendengarnya," jawab aksa gugup karena tertangkap basah sedang berdua dalam ruangan pribadinya dengan yushka.
" Bagaimana biaa mendengar jika kamu sibuk mengamati istrimu sedari tadi!" seru siska yamg membuat aksa menggelengkan kepala. Yushka yang mendengar jadi malu. Dia berjalan mendekati kakak aksa itu dan menyalaminya. " Kamu mau aja di kibulin sama adikku itu. Laki-laki itu memang gitu yush di sembarang tempat," ujar siska membuat yushka menunduk malu.
" Kakak! Jangan merusak reputasiku di hadapan istriku sendiri. Katakanlah kenapa kalian kemari di saat jam kerja sudah selesai," ujar aksa to the poin. Siska jadi terkekeh nampak adiknya itu kesal.
" Mama mengajak kita makan malam di rumah. Kita ke sana sekarang!" ajak siska pada aksa.
" Baiklah! Kita berangkat," aksa langsung berdiri dan mengajak mereka semua berangkat. Roy sedari tadi hanya mematung melihat mereka bertiga dengan bergantian.
" Kak ... Tidakkah kamu telah menikungku?" bisik Roy pada aksa. Aksa menoleh dengan tatapan tajamnya.
" Tikung menikung bukan keahlianku. Dasar anak sialan!" umpat aksa pada adiknya itu. Roy jadi tertawa kecil.
" Kau benar-benar curang. Lihatlah yushka kak dia sangat cantik. Aku menyesal telah memberikannya padamu," keluh Roy yang membuat aksa menarik telinga adiknya.
" Bahkan aku yang menyesal telah mengenalkannya padamu. Dasar adik sialan!" tawa aksa menggema di koridor kantornya sehingga membuat dua perempuan itu menoleh dan Roy melihat tak percaya. Mereka melihat saudaranya tertawa bahagia. Seketika aksa terdiam saat mereka menatapnya aneh.
" Ehmm ... Maaf kelepasan," ujar aksa. Kini malah mereka yang tertawa bersama membuat aksa cengo.
__ADS_1
" Yushka .... Thank you kamu sudah membuat adikku yang jelek peringainya itu jadi orang yang kian hangat pada keluarga," ucap siska sambil memeluk yushka.
" Kakak ... " jawab yushka merendah saat ini. Aksa tersenyum menatap yushka yang juga memandangnya.