Badboy Vs Gadis Absurd

Badboy Vs Gadis Absurd
BVGA 54


__ADS_3

Mobil yang di gunakan oleh Roy dan Dhara di hiasi oleh yushka. Aksa hanya menggelengkan kepala saat istrinya mulai nakal dan mengerjai adiknya.


" Sayang ... No!" seru aksa. Yushka namun membalas dengan gelengan dan tertawa kecil.


" Biarkan saja! Sekali-kali adikmu itu ku buat menggelengkan kepalanya. Enak saja minta di layani perempuan muda. Dasar modus!" seru yushka dengan bahagianya setelah memasang bunga dan pita.


Nampak Roy dan Dhara keluar. Wajah Roy terlihat merah padam ketika melihat mobilnya. Keluarga Dhara pun datang beserta rombongannya. Ini adalah kejutan yang tak terkira bagi Dhara. Bahkan Roy tak sempat memikirkannya. Tatapan Roy menuju kakak iparnya. Karena ternyata kakak iparnya itu nampak sangatlah gesit dalam bertindak.


Cih. Dasar kakak ipar Bisa-bisanya gesit dalam bertindak. Lihatlah semua ini dia benar-benar memikirkannya dengan matang. Cerdas sekali istri kakak aksa ini. Benar-benar membuatku tak berkutik sama sekali.


Nampak yushka membalas tatapan Roy dengan menaik turunkan alisnya. Roy hanya menggeleng malas. Aksa yang tahu hanya menghela nafas. Mereka berdua benar-benar membuatnya repot.


" Kita berangkat sekarang ke hotel !" seru aksa dengan lugas. Mereka semua mengangguk serta memasuki mobil masing-masing yang sudah di sediakan oleh aksa.


Dalam perjalanan menuju hotel ...


" Tuan ... Kenapa semeriah ini??" tanya Dhara pada Roy. Pemuda itu tetap menatap jalanan namun bibirny menjawab pertanyaan Dhara.


" Entahlah ... Kakak iparku benar-benar luar biasa kan? Tingkahnya ini membuatku jadi terkejut," jawab Roy nampak ambigu. Entah bahagia atau marah yang jelas dia tak melakukan penolakan sama sekali.


" Maafkan aku ya tuan ... Aku benar-benar tidak ada niat menjebak anda," ujar Dhara dengan menunduk. Roy tersenyum samar namun ada rasa bahagia di hati.


" Tidak apa-apa ... Dengan begini kamu bisa melayaniku dengan leluasa tanpa mendapatkan sindiran dari kakak iparku itu," jawab Roy dengan lucu. Dhara jadi tersenyum manis saat mendengar ucapan tuannya itu.


Di mobil aksa ...


" Sayang .... Kau ini benar- benar membuatku menghabiskan uang banyak," ujar suaminya penuh dengan nada kemelasan. Yushka menoleh dengan tatapan nyinyir.


" Mana ada habis banyak ... Dia juga adikmu sekali-sekali kau hamburkan untuk membahagiakannya," jawab yushka dengan tersenyum cantik. Aksa jadi gemes melihat istrinya ini. Dia tak minta sepeser pun untuk dirinya tapi malah membuat uang belanjanya di gunakan untuk pernikahan Roy.

__ADS_1


" Love you sayang .... " ucap aksa dengan mengecup punggung tangannya dengan mesra.


" Love you more ... " jawabnya sambil senyum.


Tak berselang lama mobil mereka beserta keluarga sampai di hotel yang di tuju. Nampak keluarga aksa sudah hadir terlebih dahulu. Mereka memasuki gedung mewah itu, serta memasuki ballroom yang sudah di sewa satu hari khusus pernikahan adik mereka. Penghulu juga sudah siap dan akan di lanjutkan dengan resepsi keluarga dan kolega perusahaan.


Tatapan papa aksa tak henti-hentinya pada istri aksa. Putranya itu juga sudah tahu. Namun ketika istrinya masih nyaman aksa tak akan ambil pusing. Roy nampak senyam senyum selama pagelaran acara pernikahannya yang nampak agak mewah.


Sah!!!!!


Suara ritual pernikahan itu menggema di seluruh ruangan. Roy memejamkan mata dan menghela nafas. Nampak kekasih Roy datang entah siapa yang mengundangnya.


" Sayang ..... Kamu mengundangnya?" tanya aksa terlihat geram. Yushka merasa tak mengundangnya menggeleng dengan cepat.


" Tidak mas ... Tapi kenapa dia bisa di sini," yushka nampak heran dengan kehadirannya. Namun mata mereka mengekori mantan kekasih Roy itu. Dia nampak memeluk lengan lelaki di sampingnya.


" Selamat sayang ... ! Jika gadis muda di sampingmu ini tak bisa membuatmu bahagia datanglah padaku," bisiknya pada Roy yang terlihat mengepalkan kedua tangannya. Dia di buat geram dan emosi saat ini. Namun dia mencoba meraup udara sebanyak-banyaknya berharap pasokan oksigen menenangkan pikirannya saat ini.


Roy tak menjawab apapun. Tubuh kekasihnya itu berjalan meliuk-liuk di hadapan Roy. Mereka juga melewati aksa yang menyapa koleganya yang membawa gadis tak jelas itu.


" Istrinya tuan Rossi?" tanya aksa pura-pura tak mengenali dia. Pemuda itu nampak tersenyum mengiyakan.


" Doakan saja kami segera menikah tuan aksa. Dia selalu sibuk di luar negeri dengan kesibukannya yang menjadi model," jawabnya dengan ramah. Aksa hanya tersenyum tak ingin merusak mood koleganya itu.


Rangkaian acara pernikahan Roy berjalan lancar meskipun ada sedikit kerikil kecil. Ketika sore sudah sampai pada titiknya keluarga aksa mulai saling berpamitan untuk kembali ke peraduan karena badan sudah pada lelah semua.


" Roy bermalamlah di sini! Kami sudah menyewakan kamar president suite untuk kalian selama 2 hari. Kakakmu itu begitu perhatian sampai uang belanjanya di investasikan pada pernikahanmu," bisiknya sambil menggeleng karena kelakuan istrinya. Sontak saja Roy membulatkan manik matanya tak percaya.


" Kenapa harus repot-repot kak?" tanya Roy pada kakaknya. Aksa mengedikkan bahunya tak paham.

__ADS_1


" Tanyakan sendiri jika sudah kembali ke rumah. Kami harus pergi dia sudah nampak lelah. Berbahagialah. Sekali lagi selamat Roy!" seru kakaknya. Roy mengangguk dan memeluk kakaknya dengan bahagia.


" Thank's kak! Salam untuk istrimu yang cantik dan nakal itu thank you very much untuk acara hari ini," ujar Roy dengan terkekeh karena mengejek sekaligus memuji kakak iparnya itu.


" Dasar adik laknat! Okelah akan aku sampaikan, permisi Roy!" pamitnya kemudian menghampiri yushka yang duduk dengan tatapan lelah. Yushka mencoba tersenyum meskipun badannya berasa aneh tiba-tiba.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Kenapa sayang? Kok lemes bukannya tadi semangat sekali??" tanya aksa pada istrinya. Yushka menggeleng.


" Entahlah mas ... Rasanya kok ya capek sekali. Biasanya gak gini loh, ini udah rasanya gak enak sekali. Aku tidur di mobil ya?" tanya yushka pada akhirnya. Aksa mengangguk dan membenahi posisi kursi samping pengemudi supaya istrinya tidur dengan nyaman. Aksa mencium kening sang istri.


" Istirahatlah sayang," ucapnya yang hanya diikuti anggukan yang kemudian memejamkan mata tanpa berkata lagi.


" Kasihan ... Mungkin sangat lelah," aksa mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di tambah supaya mereka dapat sampai di kediaman.


Di hotel ...


" Tuan saya boleh minta bantuannya?" tanya Dhara. Roy mengangguk dan mendekat.


" Apa yang bisa saya bantu?" tanyanya balik.


" Resletingnya terlalu sulit di jangkau tuan. Bolehkah saya minta bantuan untuk yang satu ini," pinta Dhara dengan hati-hati. Sedangkan Roy mencoba tenang saat mendengar permintaan istrinya.


" Tentu," jawabnya singkat padat jelas.


Saat Roy sudah menurunkan resletingnya dia benar- benar melihat kulit mulus gadis itu. Meskipun dulunya dia seorang pelayan cafe namun kulitnya terjaga. Roy benar-benar kesulitan bernafas seperti kehabisan oksigen.


Godaan berat ketika dalam keadaan seperti ini. Huft ... Satu kata to you Roy. Rasakan!

__ADS_1


__ADS_2