
Hidangan tersaji di ruang makan kedua rumah ini. Aksa meminta menyiapkan di ruangan itu. Karena ruang makan di dekat dapur khusus keluarganya. Seusai yushka menyiapkan makan malam. Dia memberikan pesan pada suaminya.
" Semuanya sudah siap mas," pesan itu lantas membuat aksa tersenyum puas karena dia kembali di panggil mas.
" Makasih. Kembalilah ke kamar!" jawabnya membuat yushka meng-hadeh ria. Dia tak membalas pesan suaminya karena malas.
" Bi ... Yushka ke kamar dulu. Permisi!" pamit yushka. Bibi hanya tersenyum. Dia tahu yang di lakukan oleh pak Aksa karena dia tak ingin memamerkan istrinya pada mata pria. Bukan karena malu memiliki istri seperti dia.
Jelas saja tuannya akan suka. Selain cantik nona adalah istri yang pandai memasak. Lihat saja dengan lihai nona menyiapkan semuanya. Terlihat aksa berjalan keluar dari ruang kerja.
" Bagaimana bi?" tanya aksa sambil melihat ke arah meja.
" Istri anda luar biasa tuan. Meskipun kata-katanya mengeluarkan kata hemat tapi lihatlah nona dia memasaknya dengan luar biasa," jawab pembantunya itu. Aksa menatap meja makan itu dengan tersenyum. Ada bangga di hatinya pada yushka. Entahlah saat ini aksa senang mendapatkan istri sepertinya.
Jamuan makan malam yang sudah di siapkan oleh istrinya membuat aksa tak merasa malu bahkan masakan istrinya itu lezat. Dia sedikit mencicipinya. Aksa melangkah masuknke ruang kerjanya dan mengajak mereka makan malam.
" Mari kita akhiri meeting hari ini, makan malam sudah siap!" seru aksa sambil merapikan berkas-berkasnya. Gladis nampak bergelayut manja pada aksa namun pemuda itu sangatlah cuek.
" Tuan tidakkah anda menikahkan Gladis dengan seseorang nampaknya dia sudah waktunya menikah," salah seseorang CEO televisi swasta. Aksa tersenyum.
" Tentu saja ... Aku hanya menunggu saja pemuda mana yang akan dia bawa ke hadapanku," jawab aksa tersenyum.
" Aku tidak tertarik pada siapapun. Jika pemuda memiliki karakter dan wajah setampak kak aksa baru aku akan menikah," jawab Gladis kesal. Aksa melonggarkan pelukan gladis.
" Tapi ... Jaga sikap selama di rumah ini. Aku memiliki istri yang hatinya harus aku jaga. Jika kamu bersikap seperti ini dia bisa mengira kamu bukan adikku," ucap aksa menatap gladis yang mulai salah kaprah. Mereka semua tertawa kecil karena aksa mengatakan demikian.
__ADS_1
Sesampainya mereka di meja makan ...
" Kapan anda memesan makanan ini pak aksa? Bukankah sedari tadi anda bersama kami," ucap Direktur Cabang.
" Istriku yang memasak ... Kebetulan dia ada di rumah," jawabnya dingin. Gladis melirik kakaknya tidak mungkin jika istri kampungannya itu yang memasak.
" Jangan bercanda kamu kak! Mana mungkin dia memasak bukankah dia bukan koki?!" seru Gladis dengan ejekan. Aksa menatap tajam adik angkatnya. Mereka semua pun menatap gladis. Namun aksa kembali cuek dan menjawab seadanya.
" Jika tak percaya ya sudah ... Aku hanya menjawab sesuai porsinya. Agaknya kalian akan paham apakah aku bohong ataukah tidak," jawab aksa sambil menyantapnya. Mereka juga melakukan hal yang sama. Namun gladis yang merasakan masakannya jadi sebal.
Mana mungkin gadis kampungan itu seleranya sebagus ini. Apakah dia sebenarnya koki di sebuah restoran. Ini bisa gawat selain wajahnya itu yang menarik hobby memasaknya itu yang bikin aku kalah. Semenjak kecil jari-jari lentikku tak pernah menyentuh dapur mana mungkin aku bisa masak. Sialan. Gadis itu benar-benar membuatku kerdil di mata kak aksa. Batin Gladis dengan mengesal.
Semua kolega aksa merasa puas. Takn pernah sekalipuj mereka kecewa pada aksa ketika mengadakan meeting dan perjamuan. Dia selalu mementingkan kesempurnaan guna acaranya.
" Pak Aksa kami undur diri. Senang meeting bersama anda. Kami menikmati semua perjamuan anda semoga sukses. Satu lagi salam untuk yang memasak, ku rasa hal itulah yang membuat anda terpikat padanya. Bukankah begitu?" tanya sekaligus membuat semua kolega aksa tertawa terkekeh. Aksa hanya tersenyum menimpali semuanya.
" Anda memang suami yang luar biasa tuan aksa tak mengizinkan siapapun menyentuh miliknya. Baiklah kami pamit terima kasih," ujarnya mengakhiri pertemuan malam ini.
" Sama-sama pak," jawab aksa menjabat dan memeluk mereka semua.
Mereka semua pergi dari kediaman aksa. Namun gladis masih setia berdiri di sana. Dia menatap kepergian mereka semua.
" Kenapa masih berdiri di sana? Pulanglah sekarang!" perintah aksa padanya. Andai saja Roy tak absen datang meeting. Dia tak usah mendatangkan gladis. Gadis itu menggelengkan kepala.
" Aku mau menginap kak," manjanya. Aksa menggeleng cepat.
" Tidak akan ku biarkan kamu bermalam di sini. Pulanglah paman sam menunggu di dalam mobil," aksa menarik tangan adiknya itu. Takkan dia biarkan lagi Gladis merusak mood yushka. Sudah cukup tadi dia menghina yushka di dapur. Hanya dia yang boleh mengejek istrinya itu. Namun aksa malah mendapatkan perlakuan hal yang tak terduga oleh Gladis. Gladis memeluk aksa dari belakang saat itu juga yushka melangkah ke arah dapur untuk mengambil minum.
__ADS_1
" Dasar menggelikan! Jika kalian masih ada yang di lanjutkan pergilah ke kamar tamu. Mataku gatal melihatnya," seru istri aksa dengan kesal karena matanya bisa katarak kalau melihat adegan mesum di depannya.
Aksa kemudian menghentakkan tangan Gladis dengan kasar saat yushka sudah pergi. Kemudian tatapannya beralih sangat tajam pada Gladis.
" Sudah ku katakan jaga perilakumu! Aku bahkan tak menyukai sikapmu yang tidak wajar. Jangan membuatku ilfeel dan menganggapmu sebagai orang lain lagi. Enyah dari hadapanku Gladis!!!" bentak aksa dengan sangat kesal. Dia bahkan mendapat ejekan dari istrinya karena ulah gadis itu. Menyebalkan sekali bagi aksa. Gladis kemudian berlari sambil menangis. Dia takkan mungkin mengalah dari gadis kampungan itu
Sedangkan aksa kembali ke kamar karena lelah. Yushka yangs sedari tadi sudah minum pun kembali ke kamar. Lapar sebenarnya tapi mau makan malas. Ketika berada di kamar.
" Kenapa di sini? Mana wanita itu? Benar-benar tidak tahu malu mengatakaiku kampungan tapi dia sendiri sudah seperti selir," gerutunya denganp perasaan jengkel. Aksa hanya menatapnya dan mengikuti pergerakan langkah kaki yushka. Gadis itu nampak lelah.
" Sudah makam malam? " tanya aksa tanpa menanggapi ucapan yushka tadi. Yushka menggeleng pelan. Aksa menghela nafasnya dengan berat.
" Malas," jawaban yushka membuat aksa bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari kamar. Yushka kembali menggerutu.
" Kebiasaan pergi tanpa menjawab. Suami kok ya ngeselin amat, sini aku suapin kek apa? Ini malah minggat," cerocosnya tanpa jeda.
Beberapa menit kemudian aksa datang dengan membawa makan malam di nampan. Tapi yushka sedang di ranjang dan memejamkan matanya. Dia lelah sekali bahkan makan saja enggan. Rasanya ingin meluruskan pinggangnya.
" Bangunlah! Aku suapi," kata-kata itu membuat yushka membuka matanya tak percaya. Mana mungkin seorang aksa mengatakan itu. Tapi aksa memang duduk di samping ranjang sambil emmbawa nampan yang berisi makanan. Dia pun tak tersenyum tapi mengisyaratkan agar yushka duduk.
.
.
.
Nah, loh kok jadi baper sih yushka??? Ingat yush tujuannya apa. Tapi tenang aja kadang omongan kita adalah doa. makanya doanya yang baik- baik ya anak baik. Heheheheh.
__ADS_1
Jangan lupa like subscribe komen dan giftnya dong ya makasihhhhh untuk kalian. Salam kenal semua.