Bahagia Usai Bercerai

Bahagia Usai Bercerai
Tindakan Rayyan


__ADS_3

Melihat Rara tak sadarkan diri, Rayyan segera membaw Rara ke dalam mobil. Ibu Sarrah yang melihat itu langsung menangis, ia memangku kepala Rara yang terluka. Ibu Sarrah dan Rayyan sudah melihat apa yang telah di lakukan Rian terhadap Rara. Bahkan ketika Rian menyiksa Rara, mereka sudah ada di jalan menunggu kedatangan Rara, hanya saja Rayyan memilih untuk diam karena ia tak ingin semuanya hancur berantakan.


Dan yah, rekaman itu sudah ia unggah di media sosialnya dan mengetaq banyak orang. Dan ia yakin, vidio itu pasti kini telah viral di tambah ia mempunyai banyak pengikut. Untungnya rekaman itu juga ada rekaman suaranya, hingga semua orang juga mendengar kebusukan Rian selama ini, di mana ia hanya memberikan uang sebesar seratus ribu untuk istrinya dalam sebulan. Tak hanya itu, Rayyan juga sudah mengirim vidio itu kepada atasan Rian di kantor dan mengirim vidio itu di grup kantor Rian, ia yakin semua orang kantor akan menghina Rian habis-habisan setelah mereka melihat bagaimana Rian selama ini begitu sadis terhadap istrinya, bahkan begitu pelit terhadap sang istri. Tak hanya itu, Rayyan juga mengirim vidiio di mana Rian melakukan hubungan badan tadi malam dengan wanita di hotel Xx. WAlaupun wajahnya sedikit di blur, namun orang yang mengenal Rian, pasti bisa tau bahwa laki-laki itu adalah Rian.


Untuk mendapatkan vidio itu tidaklah mudah, karena Rayyan harus bayar cukup mahal kepada seseorang tapi tak apa, asal ia bisa menghancurkan reputasi Rian.


"Ray, cepetan dong, terobos aja lampur merahnya, Mama takut Rara kenapa-napa," ujar Ibu Sarrah yang wajahnya sudah kusut karena menangis.


"Iya, Ma. Sabar, bentar lagi sudah sampai," ujar Rayyan. Sejujurnya ia pun merasa takut, gugup, panik dan lain sebagainya. Namun ia berusaha untuk tenang, karena ia harus fokus menyetir, jangan sampai fokusnya terpecah belah karena itu malah bisa membayakan dirinya, Mamanya dan juga Rara.


Sesampai di rumah sakit, Rayyan langsung menggendong Rara. Sedangkan Ibu Sarrah sibuk memanggil dokter. Dan melihat Ibu Sarrah yang teriak-teriak, seorang suster yang tak jauh dari sana, langsung mengambil brankar dan meminta Rayyan menaruh Rara di atas brankar itu. Lalu suster itu pun mendorong brankar itu menuju ICU.


"Tolong ke administrasi dulu ya, Mas. Agar istrinya bisa segera di tangani," ujar suster itu sopan, yang menganggap jika Rara itu istrinya. Rayyan pun tak mempermasalahkan bahkan mengamini ucapan suster itu. Rayyan segera pergi ke administrasi dan Ibu Sarrah menunggu di depan ruangan.


Sedangkan Rara, ia di tangani oleh dokter umum karena emang luka Rara yang tak perlu mendapatkan perawatan khusus. Hanya cukup di jahit bagian kepalanya dan membersihkan luka di bagian bibir. Tak lupa, Ibu Sarrah juga meminta untuk di visum sekalian. Buat jaga-jaga jika Rian membuat masalah lagi, ia tak akan sungkan-sungkan untuk langsung memenjarakannya. Untuk saat ini, ia akan membiarkan Rara yang mengambil keputusan, apakah Rian akan di laporkan atau gimana, Ibu Sarrah dan Rayyan memutuskan untuk memberikan semua keputusan itu kepada Rara.

__ADS_1


Rayyan yang sudah menyelesaikan administrasinya, ia kini tengah duduk di depan ruangan bersama Ibu Sarrah.


"Mama gak nyangka, ada laki-laki sekejam itu," ucap Ibu Sarrah geram.


"Yah, tapi dengan apa yang di lakukan oleh Rian tadi, akan membuat Rara menang di pengadilan nanti. Karena kita punya bukti yang kuat, bukan hanya tentang perzinahan, tapi juga tentang kekerasan fisik dan juga Rian yang selama ini tak bisa bertanggung jawab terhadap istrinya. Dan aku yakin dengan ini, pihak pengadilan tak akan memberikan Rian kesempatan walaupun nantinya Rian minta mediasi. Karena apa yang di lakukan oleh Rian, sudah sangat keterlaluan,"


"Ya semoga aja, Mama sudah tak tahan jika Rara harus terus hidup satu atap dengannya,"


"Ya aku pun tak tahan, Ma. Dan mulai sekarang, Rara akan tinggal bersama kita selamanya. Toh Papa juga kan gak keberatan malah ia senang karena Mama ada temannya jika Papa pergi keluar kota seperti sekarang. Kita harus menyembunyikan Rara karena takutnya Rian akan balas dendam, mengingat aku mengumpload rekaman dimana Rian yang tengah menyiksa Rara dan bahkan ada rekaman suaranya juga, belum lagi vidio dia saat di hotel tadi malam. Aku yakin, Rian tak akan di sama saja," ujar Rayyan yang memikirkan masa depan Rara. Ia tak ingin Rara terluka lagi apalagi mendapatkan kekerasan fisik dari siapapaun termasuk Rian.


Mulai sekarang dan seterusnya, ia akan menjaga Rara sebaik mungkin.


"Pasti, Ma. Kita juga harus segera menghubungi Om Ridwan, toh ijazan dan buku nikah sudah ada di tangan kita. Aku ingin Rara segera lepas dari suaminya," ujar Rayyan. Om Ridwan adalah sahabat papanya. Yang bekerja sebagai pengacara.


"Iya, Nak. Mama pun juga ingin Rara segera bebas dan menikmati hidup, tak lagi tertekan seperti ini," sahut Ibu Sarrah.

__ADS_1


Saat mereka tengah berbincang, pintu ruangan ICU terbuka. Rayyan dan Ibu Sarrah pun segera bangkit dari kursi dan menghampiri dokter yang menangani Rara bersama seorang suster yang tadi membawakan Brankar untuk Rara.


"Dok, bagaimana keadaan putri saya?" tanya Ibu Sarrah.


"Putri Ibu baik-baik saja, hanya kepalanya sedikit terluka dan sudut bibirnya yang juga terluka. Serta pipinya yang bengkak akibat tamparan yang berulang-ulang. Apakah dia koran kekerasan?" tanya dokter itu ramah.


"Iya, dok. Dia mendapatkan kekerasan fisik dari seseorang," jawab Ibu Sarrah. Karena mungkin dokter itu belum lihat Hp, hingga tak tau kalau ada yang viral hari ini.


"Baik, saya mengerti. Saya sudah menyiapkan surat visumnya jika ingin melaporkan ini ke pihak berwajib," ujar dokter itu.


Mereka pun tengah berbincang dan dokter itu juga mengatakan jika Rara tak perlu di rawat inap, ia bisa pulang hari ini, hanya saja Rara belum sadarkan diri, dan mungkin sejam lagi, Rara akan siuman.


Setelah dokter dan suster itu pergi, Rayyan dan Ibu Sarrah pun segera masuk ke dalam ruangan dan melihat kondisi Rara yang cukup mengenaskan.


Mereka terus berada di samping Rara sampai Rara bangun nantinya.

__ADS_1


"Betapa malangnya hidup Rara, di buang di tempat sampah, di tinggal oleh Ibu angkatnya, di siksa oleh suaminya. Sungguh miris sekali," ucap Ibu Sarrah dengan terisak-isak. Rayyan pun menitikkan air mata.


"Cukup hari ini kamu di siksa, Ra. Tidak ada lain kali, karena siapapun yang membuat hatimu terluka, aku yang akan membalas mereka semua," ujar Rayyan dalam hati dengan tangan mengepal. Ia terus melihat ke wajah Rara yang sedikit pucat, kepalanya sudah di obati, dan bibirnya juga sudah di bersihkan sehingga tak ada darah di sudut bibirnya, hanya pipinya aja yang bengkak dan mungkin butuh waktu berhari-hari untuk bisa kembali seperti semula.


__ADS_2