
Hari Sabtu, Rayyan membawa Rara ke kampus. Karena kebetulan Rayyan tidak ada kelas jadi ia bebas membawa Rara berkeliaran di sana, dan dosen-dosen di sana pun tak mempermasalahkan, toh Rara juga sudah terdaftar menjadi mahasiswi di kampus itu, hanya nunggu waktu agar Rara bisa masuk kelas bersamaan dengan mahasiswa lainnya.
"Gimana menurutmu, Ra?" tanya Rayyan setelah membawa Rara ke perpus, ke kelas yang lainnya, ke kantin dan ruangan lainnya. WAlaupun tak sampai masuk ke dalam kelas dan hanya melihat dari pintu, tapi membuat Rara puas melihatnya.
Beberapa kali, murid-murid di sana menyapa Rayyan, Rayyan pun hanya menjawabnya dengan senyuman dan anggukan kepala, dan hanya beberapa kali ia mengeluarkan kata jika ada yang bertanya.
Bahkan mereka mengira kalau Rara itu kekasih Rayyan dan Rayyan pun tak menjelaskan status mereka berdua. Hanya para dosenlah yang tau jika Rara itu adik angkatnya. Sedangkan semua murid yang melihatnya, malah mengira Rara itu kekasih Rayyan dan juga akan menjadi mahasiswa untuk tahun ini.
"Cie ... bapak sudah berani bawa kekasih ke kampus," goda salah satu mahasiswi di sana, Rayyan hanya membalas dengan senyuman. Sedangkan Rara yang ingin menjelaskan status mereka pun juga merasa enggan, dan percuma. Toh apa untungnya ia menjelaskan ke mereka semua. Toh pada akhirnya mereka juga pasti tau nantinya, bahwa Rara dan Rayyan hanyalah saudara angkat, tak lebih.
"Bagus, kampusnya. Aku suka," jawab Rara. Kini mereka tengah ada di kantin dan mencoba beberapa makanan di sana.
"'Syukurlah, kalau kamu suka, Ra. Nanti aku akan jadi dosen kamu hehe,"
__ADS_1
"Iya, kakak sekaligus dosen aku,"
"Iya, pasti lucu ya Ra. Kalau kamu ada kesulitan, kamu ngomong aja ke aku, Ra. Aku pasti akan mengajari kamu dan akan memberikan kamu les tambahan di rumah," ucap Rayyan tulus.
"Pasti, aku pasti akan membutuhan bantuan Mas Ray agar aku bisa selalu mendapatkan nilai tinggi," balas Rara tersenyum.
"Gimana kalau habis ini, kamu latihan nyetir?" tanya Rayyan
"Baiklah, aku suka semangat kamu."
Setelah menikmati beberapa makanan dan minuman di kantin, kini mereka pergi ke lapangan yang cukup luas untuk latihan menyetir mobil, di lapangan inilah, mereka akan merasa aman karena sepi, jauh dari rumah, jalan dan lain sebagainya. Biasanya lapangan ini di gunakan untuk bermain bola, dan yang lainnya. Jadi lapangan ini berfungsi untuk apapun.
Awalnya Rayyan yang menyetir sambil menjelaskan fungsinya, dan Rara mendengarkan dengan seksama. Dan setelah itu, mereka bertukar tempat. Rara yang kini menyetir sambil mendengarkan arahan Rayyan. WAlaupun tadi Rayyan sudah menjelaskan panjang lebar, namun tetap ia memberikan arahan setelah Rara langsung mempraktekkanya.
__ADS_1
Hingga tak terasa, sudah jam empat sore. Rara menyudahinya.
"Kamu sudah cukup pintar, Ra. Besok kita latihan sekali lagi untuk memastikannya dan jika kamu lolos, lusa kamu bisa buat SIM sendiri," ucap Rayyan dan Rara pun menganggukkan kepala.
Sungguh, Rara merasa senang saat ia belajar nyetir mobil dan mungkin rasa senangnya itulah yang membuat Rara semangat untuk belajar hingga cepat bisa.
Setelah selesai latihan, kini mereka pulang. Dan Rayyanlah yang menyetir, karena harus melewati jalan raya. Dan Rara pun tak mempermasalahkan.
\===
Malam harinya, Rayyan mengajak Rara makan malam di luar, padahal tadinya, Rara sudah ingin memasak untuk mereka berdua. Tapi sayangnya, RAyyan ingin makan di luar sambil jalan-jalan agar tak bosan di rumah. Sedangkan Rara hanya geleng-geleng kepala, bagaimana mungkin mereka bosan, sedangakn seharian ini mereka sudah pergi keluar, pergi ke kampus, dan latihan mobil dan baru pulang sore hari.
Tapi Rara pun tak bisa menolaknya, jadi ia dan Rayyan pergi untuk makan malam di luar.
__ADS_1