Bahagia Usai Bercerai

Bahagia Usai Bercerai
Meningkat Pesat


__ADS_3

Sejak Rara datang ke rumah Ibu Arsih dan juga bertamu ke rumah mantan suaminya. Sejak saat itu, Rara di sibukan dengan kuliahnya, nulis novel dan ikut beberapa lomba yang membuat namanya mulai di kenal publik. Bahkan ada satu novel yang sudah di tawar untuk di jadikan film. Namun Rara tak puas hati, ia terus belajar, belajar dan belajar untuk memperbaiki tulisannya. Bahkan ia juga ikut les untuk memperbaiki tulisannya dan ikut beberapa grup di wa dan juga di fb untuk bisa saling share mengenai dunia literasi. Melihat kemampuan dan perkembangan Rara, tentu Rayyan sebagai kekasihnya merasa senang. Apalagi Rara lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah setelh pulang kuliah, dan ketika ia tak sedang sibuk. Ia akan membuat berbagai macam kue dan mencoba resep masakan yang ia dapatkan dari youtube. Sehingga membuat nafsu makan Rayyan meningkat. Bahkan berat badannya naik tiga kilo. Yang membuat Rayyan harus olah raga extra, agar tubuhnya tak gemu karena terlalu banyak makan dan mencicipi kue yang dibuat oleh Rara.


Walaupun mereka sepasang kekasih, tapi Rara dan Rayyan sangat menjaga diri mereka masing-masing. Rayyan juga berjanji, agar tak sampai melakukan hubungan badan dengan Rara, kecuali pelukan biasa dan ciuman di kening dan pipi. Selain itu, Rayyan akan membatasi dirinya dan Rara pun juga tak ingin melakukan hubungan badan sebelum ia dan Rayyan resmi menikah.


Sedangkan di tempat lain, Rian mendapatkan pekerjaan yang cukup bagus. Yah, ia tak perlu lagi menyewa toko yang harus di bayar perbulan. Karena saat ini Rian bekerja di bengkel besar dengan gaji sebelas juta lima ratus ribu perbulannya. Dan itu cukup memenuhi kebutuhan dirinya dan Lala serta untuk nabung. Rian juga memberikan uang tiga juta kepada Lala untuk memenuhi kebutuhannya karena Lala sudah lama tak shopiing dan pergi ke salon. Rian benar-benar memanjakan Lala, sebagai permintaan maaf karena beberapa bulan ini sudah membuat hidup Lala susah. Sedangkan yang lima juta ia tabung, satu juta sedekah di panti asuhan dan lima ratus untuk bersedekah di masjid. Sedangkan dua juta sebagai pegangannya. Ia juga mendapatkan fasilitas mobil sehingga ia tak perlu naik angkot, cukup beli bensin aja.


Rian juga meminta Lala mengejar paket C agar setelah itu, Lala bisa kuliah sama seperti yang lainnya. Lala pun tak menolak, karena ia tau bahwa keuangan kakaknya sudah membaik, jadi ia akan belajar lebih keras lagi agar bisa mengejar paket C dan bisa kuliah.


Tak terasa dua bulan pun berlalu, Mama Sarah dan Papa Irvan pulang dari luar negeri. Rayyan dan Rara pun menjemput mereka di bandara. Sesampai di bandara, ternyata mereka telat menit karena Mama Sarah dan Papa Irvan sudah menunggu mereka sedari tadi. Rayyan dan Rara keluar dari mobil dan menyapa mereka. Mama Sarah yang sudah kangen dengan putrinya itu langsung memeluk Rara, Rara pun membalas pelukan Mama Sarah cukup lama. Setelah itu bergantian, Papa Irvan memeluk Rara, tapi hanya sebentar saja.


"Kok cuma Rara yang di peluk, aku kok gak?" tanya Rayyan pura-pura cemberut.


"Karena kamu laki, dan sudah dewasa. Emang mau, sini kalau mau." Mama Sarah merentangkan kedua tangannya namun Rayyan malah memilih mundur, bukan tak mau dipeluk, ia hanya malu dipeluk di tempat umum.


"Sudah-sudah, ayo pulang. Mama dan Papa capek banget nih," ujar Papa Irvan, menghentikan drama antara ibu dan anak.


"Hehe ayo." Rayyan mengambil koper mereka dan menaruhnya di bagasi.

__ADS_1


Lalu setelah itu mereka pun masuk ke dalam. Papa Irvan duduk di kursi depan samping Rayyan yang tengah mengemudi, sedangkan Rara, ia duduk di kursi belakang bersama Mama Sarah.


"Mama, aku kangen banget loh. Sudah enam bulan ya kita gak bertemu," ucap Rara sambil memeluk lengan Mama Sarah.


"Tapi kan hampir tiap hari kita vidio call an, Sayang," balas Mama Sarah sambil mengacak rambut Rara, ia merasa gemas dengan putrinya itu. Apalagi Rara, semakin ke sini semakin cantik. Auranya semakin kelihatan, kulit putih mulus, wajah yang sangat cantik dan seperti bersinar, tubuh yang bagus membuat Rara terlihat sempurna.


"Iya sih, tapi tetap aja aku kangen," ujar Rara.


"Sekarang kan sudah ketemu. Oh ya, gimana kalian jadi tunangan atau langsung nikah aja?" tanya Mama Sarah.


"Aku sih pengennya langsung nikah, Ma," jawab Rayyan yang fokus mengemudi, namun telingannya tetap mendengarkan pembicaraan dua wanita yang duduk di kursi belakang itu.


"Mau, Pa," jawab Rara malu-malu.


"Baiklah kalau gitu, kalian akan menikah Minggu depan. Resepsinya tiga bulan lagi, karena bagaimanapun kalau resepsi paling gak butuh waktu tiga bulan agar mendapatkan hasil yang sempurna,"


"Bisa gak Ma kalau gak pakai resepsi, aku gak nyaman," pinta Rara memohon.

__ADS_1


"Iya sudah kalau gitu, saat pernikahan nanti, kita cukup mengundang seratus orang aja," ujar Mama Sarrah dan Rara pun mengangguk setuju.


"Nanti kalau RAra hamil, biar Mama yang bantu merawatnya. Rara tetap fokus sama kuliahnya," ucap Mama Sarrah.


"'Apa gak papa, Ma?" tanya Rara.


"Enggak papa, dong. Malah Mama senang," sahut Mama Sarrah.


"Iya, Papa juga akan lebih sering di rumah menemani cucu Papa," ujar Papa irvan ikut angkat suara.


"Terima kasih, Ma, Pa. Kalau gitu, setelah nikah aku gak akan menunda hamil. Jika Allah kasih anak dalam waktu dekat, aku gak akan merasa ragu lagi," ucap Rara dan mereka yang mendengarnya pun merasa senang.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di depan rumah. Rayyan membuka pintu begitupun yang laiinnya. Rayyan di bantu Rara mengeluarkan barang dari bagasi, lalu mereka berempat masuk ke dalam rumah.


"Mama sama Papa mau istirahat dulu atau mau makan. Kebetulan aku sudah masak tadi sebelum berangkat ke bandara, dan tinggal menghangatkan aja," ujar Rara menawarkan.


"Mama sama Papa mau istirahat dulu bentar ya, terus mandi. Lalu makan," jawab Mama Sarah. Dan Rara pun menganggukkan kepala.

__ADS_1


Lalu setelah itu, Mama Sarah dan Papa Irvan masuk ke dalam kamarnya sambilk membawa dua koper dan dua tas besar.


Sedangkan Rara dan Rayyan memilih untuk istirahat duduk di ruang tamu sambil mengobrol.


__ADS_2