Bahagia Usai Bercerai

Bahagia Usai Bercerai
Di keroyok


__ADS_3

Sedangkan di kantor, Rian mendapatkan makian dan hinaan dari semua teman-temannya. Awalnya Rian tak tau apa yang terjadi. Karena setelah ia pergi dari rumahnya, ia tak membuka Hp sama sekali. Hingga akhirnya sampai kantor, ia langsung mendapatkan makian dari teman laki-laki dan teman wanitanya.


"Dasar brengsek kamu, Bro. Enggak nyangka aku, kalau selama ini aku punya teman sebrengsek kamu," ucap Alfin yang merasa kecewa dengan teman dekatnya itu.


"Selama ini aku fikir kamu orang baik, tapi ternyata aku salah. Di balik sifatmu yang murah senyum, ramah dan suka mentraktir temanmu. Kamu tega mendzolimi istrimu sendiri. Bagaimana bisa, kamu dengan teganya memberikan dia uang belanja seratus ribu dalam sebulan sedangkan gajimu aja lima juta bahkan jika lembur bisa lebih. Kenapa kamu setega itu, Bro," ujar Didit.


"Istrikku aja yang aku kasih tiga juta perbulan kadang masih ngeluh, Bro. Karena semuanya serba mahal, tapi dirimu bahkan tak pernah mau tau. Kamu tak peduli dengan istrimu," kata Samsul.


"Pantas aku pernah lihat wanita itu di pasar setiap pagi, aku gak menyangka dia adalah istrimu. Setiap pagi dia jadi kuli panggul hanya untuk memberikan kamu makanan enak, tapi sayangnya kamu malah buta hati tak tau berterima kasih," ungkap Anton.


"Kamu ngasih makan segitu, tapi nuntut makan enak, kamu gak mikir bro, bukankah kamu itu cerdas? Coba kamu fikir, seratus ribu cukup gak, bahkan aku gak yakin uang itu cukup untuk dua hari. Itupun kamu masih bentak dia," ujar Edi.


"Bahkan kamu ternyata selain pelit, suka menyakiti fisik istrimu. Kamu ringan tangan, Bro. Aku bahkan sampai detik ini tak pernah sekalipun mengangkat tanganku untuk menyakiti fisik istriku," ucap Sugeng yang juga ada di sana, ia ingin mengungkapkan kekecewaannya terhadap teman segank nya itu.

__ADS_1


"Entah terbuat dari mana hati kamu, Yan. Kamu bahkan dengan teganya menampar pipi istrimu berulang kali, menjambaknya, menendangnya dengan keras bahkan membenturkan kepalanya di dinding. Tak menyangka aku, cowok sekalem kamu, ternyata lebih sadis dari seorang preman. Aku bahkan menyesal pernah mengagumi kamu. Dan untungnya bukan aku yang istrimu, jika aku yang jadi istrimu. Aku pasti akan melawan balik apa yang sudah kamu lakukan," bentak Risa yang merasa benci dengan laki-laki yang tega menyakiti kaum perempuan terlebih istrinya sendiri.


"Bahkan tak hanya itu, kamu juga berkhianat. Kamu pasti menghabiskan uangmu buat menyewa wanita murahan. Padahal jika kamu gunakan uangmu untuk istrimu, aku yakin istrimu jauh lebih cantik dari wanita yang kamu bawa ke hotel tadi malam," ujar Shahsa.


"Kalian itu kenapa sih, aku baru datang loh. Sudah langsung mendapatkan celoteh dari kalian. Kalian ingin membuat prank untukku. Tapi aku kan gak ulang tahun," ucap Rian dengan wajah datarnya. Sesungguhnya ia tak tau, bagaimana mereka tau apa yang sudah ia lakukan selama ini.


"Ngeprank haha. Coba kamu lihat hpmu, Bro. Bahkan apa yang kamu lakukan tadi pagi sudah tersebar luar bahkan sudah di bagikan oleh ribuan akun. BAgaimana tadi kamu menyiksa istriimu dengan sangat bringas. Lalu kamu datang ke kantor seakan tak terjadi apa-apa. Aku yakin, ini bukan pertama kalinya kamu menyakiti fisik dia bro," sahut Anton tertawa miris, ia bahkan merasa jijik untuk berteman lagi dengan Rian.


"Dia terlalu sibuk nyiksa istrinya, sampai tak sadar jika apa yang sudah dia lakukan sudah di lihat oleh banyak orang," sindir Edi.


"Sialah, ini pasti kelakuan Rara," ujar Rian merasa geram melihat vidio itu.


"Karma itu nyata, Bro. Dan sepintar-pintarnya kamu menutupi kebusukan kamu dengan sifat baikmu selama ini, nyatanya pasti akan terbongkar juga," sindir Didit.

__ADS_1


"Ini tidak seperti yang kalian lihat," ucap Rian berusaha membela diri.


"Oh ya, kamu fikir kami semua bodoh. Kami gak sebodoh itu, Bro. Sudah jelas itu vidionya bahkan suara kamu juga terdengar jelas, dan kamu akan bilang bahwa vidio itu hanya editan. Hanya orang bodoh yang percaya itu," balas Alfin


Mendengar hal itu membuat Rian merasa marah dan emosi.


"Kalau emang itu benar, emang kenapa. Toh dia istriku. Terserah aku mau aku apakah. Bahkan jika aku siksa dia pun tak ada urusannya dengan kalian," bentak Rian yang sudah merasa kesal karena ia di keroyok oleh teman-temannya.


"Dia emang istrimu, tapi kamu gak berhak menyiksanya, BEGOK." Anton yang sudah merasa geram sedari tadi langsung memukul Rian membabi buta. BAhkan teman-temannya tak ada yang menolongnya.


'Sakit, Bro? Itulah yang di rasakan istrimu setiap kali kamu menyiksanya," sindir Edi yang sedikitpun tak merasa kasihan walaupuon kini wajah Rian sudah babak belur karena di pukul oleh Anton.


Anton memang sengaja memukul Rian karena sudah tak tahan lagi melihat wajah Rian yang sedikitpun tak menunjukkan rasa bersalah.

__ADS_1


"Suatu saat kamu pasti akan menyesal atas apa yang kamu lakukan selama ini," ujar Samsul lalu pergi dari sana. Karna ia sudah muak melihat wajah Rian yang benar-benar tak punya hati.


Saat suasana masih belum reda, seseorang meminta Rian untuk pergi ke ruangan bagian HRD. Mendengar hal itu membuat Rian deg-degan. Entah kenapa ia merasakan firasat buruk sedangkan temannya berharap jika Rian di pecat karena ia tak mau bekerja satu atap dengan laki-laki pengecut yang taunya hanya bisa menyiksa istrinya secara fisik dan mental.


__ADS_2